Penyerangan di Gereja St Lidwina, Ancaman Serius di Tahun Politik

Senin, 12 Februari 2018 09:09 WIB

Suasana pasca-penyerangan Gereja Santa Lidwina, Sleman Yogyakarta. Aparat kepolisian terlihat masih berjaga-jaga di sekitar lokasi. TEMPO/Pribadi Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah kalangan mendesak pemerintah agar mengusut otak pelaku kekerasan bermodus penyerangan terhadap tokoh agama termasuk penyerangan di Gereja St Lidwina Sleman. Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Yati Andriyani, mengatakan penyerangan terhadap tokoh agama tak bisa dipandang terpisah hanya dari setiap kasus yang muncul.

"Ini ancaman serius. Dampaknya akan meluas jika hanya diselesaikan kasus per kasus tanpa melihat dimensi politik," kata dia kepada Tempo, Ahad, 11 Februari 2018.

Baca juga: Ketua DPR: Kasus Gereja Sleman Jangan Jadi Ajang Adu Domba

Menurut Yati, sejumlah kekerasan yang menimpa tokoh agama tidak bisa dilepaskan dengan situasi politik menjelang pemilihan kepala daerah serentak pada 27 Juni 2018 dan Pemilihan Umum 2019. Ia yakin ada otak di balik setiap kasus penyerangan terhadap sejumlah pemuka agama. Sebab, dalam kontestasi pilkada, kata dia, pendukung akan menggunakan cara-cara bermuatan suku ras dan agama untuk memecah belah masyarakat di akar rumput.

Dalam dua bulan terakhir terjadi empat penyerangan terhadap tokoh agama. Pada 27 Januari lalu, pemimpin Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Bandung, Kiai Umar Basri mendapat penganiayaan orang tak dikenal. Pada 1 Februari lalu, Komando Brigade Persatuan Islam di Bandung, Ustaz Prawoto, tewas dianiaya orang yang diduga mengalami depresi. Enam hari berselang, persekusi dialami Biksu Mulyanto Nurhalim dan pengikutnya di Legok, Tangerang.

Kemarin, kekerasan menimpa Romo Edmund Prier, SJ, beserta jemaatnya di Gereja St Lidwina Bedog Trihanggo, Sleman, Yogyakarta. Ia diserang dengan pedang oleh Suliyono, yang berstatus mahasiswa asal Banyuwangi.

Wakil Ketua Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos, mengatakan kasus-kasus yang muncul menimpa tokoh agama merupakan bentuk serangan kebebasan beragama lantaran terjadi ketika mereka sedang beribadah. Ia menilai penyerangan terjadi karena ada kelompok yang merasa diuntungkan secara ekonomi, politik, ataupun sosial dengan menggunakan isu keagamaan.

"Kalau terus dilakukan pembiaran dan tidak diselesaikan secara serius, hal itu dikhawatirkan akan menjadi problem yang lebih besar lagi di kemudian hari," ujar dia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal Muhammad Iqbal, meminta semua pihak tidak berasumsi terlalu jauh perihal banyaknya kasus penyerangan terhadap sejumlah tokoh agama termasuk penyerangan di Gereja St Lidwina. Ia memastikan kepolisian setempat bakal menegakkan hukum. "Yang jelas, kami saat ini melakukan proses penegakan hukum sesuai dengan fakta yang ada," kata dia sembari meminta masyarakat agar tidak menganggap itu sebagai pengalihan isu.

RIANI SANUSI PUTRI | M. YUSUF MANURUNG

Berita terkait

Konflik Dua Kubu Jemaat, Bangunan Gereja HKBP Cibinong Dirusak

18 Oktober 2022

Konflik Dua Kubu Jemaat, Bangunan Gereja HKBP Cibinong Dirusak

Bangunan Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirusak sekelompok orang.

Baca Selengkapnya

Geng Jalanan Serbu Gereja di Liberia, 29 Jemaat Tewas Terinjak-Injak

20 Januari 2022

Geng Jalanan Serbu Gereja di Liberia, 29 Jemaat Tewas Terinjak-Injak

Kelompok perampok menyerbu gereja di Liberia menyebabkan kepanikan sehingga 29 orang tewas saat mencoba menyelamatkan diri terjatuh dan terinjak-injak

Baca Selengkapnya

Kibuli Polisi, Ini Ancaman Hukuman Penyebar Hoax Bom Duren Sawit

16 Mei 2018

Kibuli Polisi, Ini Ancaman Hukuman Penyebar Hoax Bom Duren Sawit

Penelepon Hoax Bom Duren Sawit Muhammad Irfan Ardiansyah mengaku tak memiliki niat khusus menyebar teror bom Gereja Santa Anna.

Baca Selengkapnya

Jenazah Legita, Korban Bom Surabaya Akan Dikremasi Besok

15 Mei 2018

Jenazah Legita, Korban Bom Surabaya Akan Dikremasi Besok

Misa Requiem korban teror bom Surabaya, Legita alias Lim Gwat Ni, digelar siang ini di Gereja Katolik Hati Santa Maria Tak bernoda, Paroki Tangerang.

Baca Selengkapnya

Jakarta Siaga 1, Polisi Tangkap 2 Orang Mencurigakan di Matraman

14 Mei 2018

Jakarta Siaga 1, Polisi Tangkap 2 Orang Mencurigakan di Matraman

Dua orang mencurigakan ditangkap semalam oleh polisi di Matraman, Jakarta Timur, beberapa jam setelah Kapolda Metro Jaya menyatakan Jakarta Siaga 1.

Baca Selengkapnya

Jakarta Siaga 1, Instruksi Anies Baswedan Soal Ancaman Teroris

14 Mei 2018

Jakarta Siaga 1, Instruksi Anies Baswedan Soal Ancaman Teroris

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan minta aparat pemerintah meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman teroris setelah Jakarta Siaga 1.

Baca Selengkapnya

Penggalan Doa Romo Prier untuk Penyerang Gereja St Lidwina

21 Februari 2018

Penggalan Doa Romo Prier untuk Penyerang Gereja St Lidwina

Romo Edmund Prier mendatangi Polda DIY. Pada kesempatan itu, Prier mengungkapkan doa untuk penyerang Gereja St Lidwina.

Baca Selengkapnya

Densus 88 Dalami Penyerang Gereja Lidwina dengan Jaringan Teror

19 Februari 2018

Densus 88 Dalami Penyerang Gereja Lidwina dengan Jaringan Teror

Pemeriksaan dilakukan di Markas Komando Brigade Mobil, Kelapa dua, Depok.

Baca Selengkapnya

Saat Romo Prier Pilih Memaafkan Penyerang Gereja St Lidwina

17 Februari 2018

Saat Romo Prier Pilih Memaafkan Penyerang Gereja St Lidwina

Romo Prier mengaku tak punya dendam pada Suliyono, penyerang Gereja St Lidwina Bedog Yogya.

Baca Selengkapnya

Warna Pareanom Jadi Penanda Misa di Gereja St Lidwina Pascateror

16 Februari 2018

Warna Pareanom Jadi Penanda Misa di Gereja St Lidwina Pascateror

Gereja St Lidwina, Dusun Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman hari ini kembali menggelar misa pascapenyerangan Ahad lalu.

Baca Selengkapnya