Berlomba Mengakali Longgarnya Sistem Karantina di Bandara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra saat memberi keterangan penangkapan 5 dari 7 warga India yang lolos karantina. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra saat memberi keterangan penangkapan 5 dari 7 warga India yang lolos karantina. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    TEMPO.CO, Jakarta - Alih-alih karantina di bandara Soekarno Hatta, Cherelovapil Mukri Muhammad Jabir, melenggang bebas bepergian hingga sampai di Batam. Pemuda India ini semestinya menjalani karantina Covid-19 selama 14 hari begitu tiba di Indonesia.

    Agar lolos dari pemantauan petugas, Jabir menggunakan 'joki'. Keberadaan Jabir diketahui saat berada di Batam, Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu. Dia ditangkap polisi saat memesan martabak di Komplek Tanjung Pantun, Sungai Jodoh, Kepulauan Riau. 

    "Dia bersama komunitas India lainnya di Batam," kata Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Kota Bandara Soekarno-Hatta Komisaris Akhmad Alexander Yurikho di Polres Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 28 April 2021.

    Cherelovapil tiba di Indonesia pada 21 April 2021 menumpangi pesawat Charter AirAsia QZ 988 dari Chenai, India. Pesawat tersebut total mengangkut 132 orang ke Tanah Air. Ketika ditelusuri, ternyata dari jumlah tersebut ada delapan penumpang tidak menjalani karantina. Mereka adalah tujuh orang WNA India dan satu WNI.

    Mereka yang lolos dari karantina itu, ujar Alexander, ditemukan sudah pergi ke kota-kota besar yang menjadi tujuan awal mereka. "Di sana, mereka ditampung oleh komunitas sesama warga India, perusahaan tempat mereka akan bekerja, sampai keluarga yang lebih dulu menetap di Indonesia," kata Alexander.

    Selain Cherelovapil, Senthil Ranganathan ditangkap di Bandung bersama komunitasnya. Senthil berhasil lolos dari karantina Covid-19 lantaran dibantu oleh Zakaria Ramdhan yang bekerja sebagai staf di perusahaan tempat Senthil bekerja.

    Lalu, ada pula WN India atas nama Kankurte Madhuri yang berhasil lolos dari karantina atas bantuan suami dan anaknya yang sudah dua tahun tinggal di Indonesia. Suami Madhuri, Sathyanarayana Raomendarkar terlebih dulu memesan kamar di Mercure Hotel sebagai pilihan tempat karantina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.