Berlomba Mengakali Longgarnya Sistem Karantina di Bandara

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra saat memberi keterangan penangkapan 5 dari 7 warga India yang lolos karantina. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra saat memberi keterangan penangkapan 5 dari 7 warga India yang lolos karantina. TEMPO/JONIANSYAH HARDJONO

    Dilansir dari Bisnis, PT Angkasa Pura II (Persero) atau AP II pun mengklarifikasi tudingan yang dialamatkan kepada Bandara Soekarno-Hatta soal lemahnya akses pengawasan sehingga Warga Nehara Asing (WNA) asal India bisa berbondong-bondong masuk ke Indonesia.

    Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin menjelaskan masuknya WNA India di tengah 'Tsunami Covid-19' yang melanda negara tersebut, operator bandara menjadi pihak pertama yang selalu disalahkan. Padahal selama ini, AP II bekerja tidak sendiri tetapi telah menjadi ekosistem bersama dengan maskapai, Otoritas Kenavigasian serta otoritas yang beroperasi di bandara, baik dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kepabeanan, Imigrasi, dan masih banyak lainnya.

    "Case seperti Warga India masuk ke Indonesia. Pasti yang pertama kali disalahkan ini operator bandaranya gimana. Banyak yang nggak ngerti padahal kalau dijelaskan secara gamblang ada banyak satgasnya di situ ada imigrasinya. Ada karantinanya juga. Kita tidak bisa bekerja sendiri tapi kolaborasi," ujarnya, Selasa, 27 April 2021.

    Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto mengatakan pihaknya akan mendukung sepenuhnya tindakan tegas dari pihak kepolisian terhadap oknum mafia karantian di bandar udara Soekarno Hatta.

    "Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I yang merupakan bagian dari Ditjen Perhubungan Udara dan membawahi wilayah kerja Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, siap bekerja sama untuk kelancaran proses investigasi," kata dia.

    Novie menjelaskan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I Soekarno Hatta telah mengantisipasi munculnya mafia-mafia lain dengan pengetatan penerbitan pas. Pas bandara dikeluarkan sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 33 Tahun 2015 tentang Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) ke Daerah Keamanan Terbatas di Bandara.

    Dalam aturan itu disebutkan, pas bandara hanya bisa terbit melalui proses berikut. Pertama. instansi mengajukan permohonan akun dan kuota pas bandara. Kedua, petugas akan mengevaluasi permohonan pas bandara yang meliputi area dan kuota yang diajukan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.