Kebut Vaksin Covid-19, Obat Manjur Keluar dari Tekanan Pandemi?

Reporter:
Editor:

Rahma Tri

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    Sementara itu, Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020. Tahapannya, 1,5 juta dosis vaksin dosis tunggal dikirim pada pekan pertama November, 1,5 juta dosis lagi pada pekan pertama Desember 2020, serta 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

    Untuk 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta vaksin dosis ganda, Cansino 20 juta vaksin dosis tunggal, serta Sinovac 125 juta dosis ganda. Single dose atau dosis tunggal artinya satu orang hanya membutuhkan satu dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang.

    Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (tengah) saat meninjau fasilitas produksi vaksin Covid-19 di kantor Bio Farma, Bandung, Jawa Barat, Selasa, 4 Agustus 2020. Erick Thohir menyatakan PT Bio Farma (Persero) telah mampu memproduksi vaksin Covid-19 dengan kapasitas 100 juta vaksin. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengakui pemerintah cukup agresif mengejar ketersediaan vaksin Covid-19. Selain mendatangkan vaksin dari negara lain, pemerintah juga tengah mengembangkan vaksin buatan lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih, yang digarap oleh Bio Farma, Kementerian Kesehatan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, serta Lembaga Eijkman.

    Ia meyakini, pengadaan vaksin yang secara kumulatif setidaknya mencapai 340 juta dosis pada tahun depan bisa melindungi masyarakat dari ancaman Covid-19. Pasalnya, pemulihan ekonomi nasional akibat pandemi hanya bisa dilakukan setelah perkara kesehatan tertangani.

    "Program komite sejak awal adalah Indonesia Sehat. Tidak pernah bicara Indonesia Bekerja atau Indonesia Tumbuh dulu. Indonesia sehat. Karena kalau kesehatan tidak diselesaikan, lupakan ekonomi," ujar Erick dalam acara talk show Kick Andy, Ahad, 27 September 2020.

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, krisis yang ditumbulkan Covid-19 bukanlah masalah keuangan semata, melainkan perkara kesehatan. Ia menyebut beberapa faktor yang mempengaruhi pemulihan ekonomi, antara lain potensi gelombang kedua Covid-19, ketersediaan vaksin, dan vaksinasi. Artinya, kata dia, penanganan di sektor kesehatan adalah yang utama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Badan Sering Lemas, Waspada 7 Penyakit ini

    Jangan anggap sepele badan sering lemas. Kondisi tersebut bisa jadi salah satu indikasi dari adanya gangguan atau penyakit tertentu dari yang rin