Simpang Siur Data Klaster Covid-19 Sekolah Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    Ilustrasi Sekolah Tatap Muka atau Ilustrasi Belajar Tatap Muka. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan per Rabu, 22 September 2021 pukul 18.08 WIB terdapat 25 klaster Covid-19 di sekolah tatap muka DKI Jakarta. Temuan itu didasarkan pada survei terhadap 900 responden sekolah dan ditayangkan di situs sekolah.data.kemdikbud.go.id. 

    Hasilnya, ada 25 klaster pada sekolah tatap muka terbatas, 875 tidak ada klaster pada tatap muka terbatas, 227 pendidik dan tenaga kependidikan positif Covid-19, dan 241 siswa positif Covid-19. Namun, Dinas Pendidikan DKI Jakarta membantah adanya klaster di sekolah yang menggelar sekolah tatap muka terbatas. 

    Kepala Dinas Pendidikan DKI Nahdiana mengatakan setelah diinvestigasi, dari 25 sekolah yang disebutkan oleh Kemendikbudristek, hanya 2 di antaranya yang tengah menggelar sekolah tatap muka terbatas. Namun, tidak ditemukan adanya kasus Covid-19 di dua sekolah. 

    "Berdasarkan data di lapangan, sejak dimulai pembelajaran tatap muka terbatas tahap 1, tidak terdapat kasus Covid-19 di sekolah itu," kata Nahdiana dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 24 September 2021. Baik siswa maupun guru. 

    Belakangan, Kemendikbudristek mengklarifikasi. Menurut mereka, ada miskonsepsi tentang pembacaan data yang dimuat di situs mereka. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.