Adu Siasat Demokrat Melawan Aktor Pendorong Kongres Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    TEMPO.CO, Jakarta - Upaya segelintir kader senior Partai Demokrat untuk mendongkel Agus Harimurti Yudhoyono dari kursi ketua umum terus berlanjut. Bergulir rencana kongres luar biasa yang disebut-sebut akan digelar pada awal Maret ini.

    Sabtu pekan lalu, 27 Februari 2021, sejumlah pendiri Partai Demokrat menggelar konferensi pers di Penang Bistro, Oakwood Mega Kuningan, Jakarta Selatan untuk mengumumkan rencana kongres luar biasa tersebut.

    "KLB pasti jalan. Jadi jangan tanyakan apakah mungkin. Pasti jalan dan melengserkan AHY, ya pasti kami lengserkan," kata salah satu pendiri, Hencky Luntungan dalam konferensi pers Sabtu lalu.

    Dorongan KLB sebenarnya bukan baru pertama kali ini diserukan para pendiri. Pada September 2019, enam bulan sebelum kongres yang mengukuhkan AHY menjadi ketua umum, Hencky dan sejumlah koleganya juga mendesak digelarnya kongres luar biasa.

    Lalu pada awal Februari lalu, Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan adanya gerakan pengambilalihan partai yang dimotori oleh kader senior, mantan kader, dan seseorang di lingkaran pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Belakangan terungkap nama Jhoni Allen Marbun, Darmizal, Muhammad Nazaruddin, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai aktor kudeta.

    Jhoni Allen dan Darmizal terang-terangan menginginkan KLB. Sedangkan Moeldoko berkali-kali membantah tuduhan hendak mengambil alih Demokrat.

    Keinginan para pendiri dan kader senior itu bak bertemu kepentingan. Dalam konferensi pers di Penang Bistro Sabtu lalu, hadir pula Darmizal di antara para pendiri partai. Adapun selain Hencky Luntungan, hadir pula di antaranya Bahaudin Tonti, Joko Suwanda, Edy Suyantono, Achmad Toriq, WFP Kawiang, Gani Notowijoyo, dan Ilal Ferhard.

    Hencky Luntungan tak membantah pihaknya berkomunikasi dengan Darmizal, Jhoni Allen, dan Nazaruddin untuk mendorong KLB. "Mereka memfasilitasi kami pendiri karena mereka menghargai," ujar Hencky.

    Baca juga: Akan Gelar KLB Awal Maret, Pendiri Demokrat Ingin Moeldoko Gantikan AHY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.