Strategi DKI Tambah RS Rujukan Covid-19 dari Rumah Sakit Swasta

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng lima rumah sakit swasta untuk menjadi RS rujukan Covid-19 di Ibu Kota. Penambahan fasilitas kesehatan itu dilakukan untuk mengantisipasi kasus aktif Covid-19 yang semakin tinggi.

    "Yang lima sedang berproses. Semuanya rumah sakit swasta," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota DKI, Kamis, 29 Januari 2021.

    Saat ini jumlah RS rujukan Covid-19 di DKI Jakarta telah mencapai 101. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan DKI Jakarta per 24 Januari kemarin, persentase keterisian tempat tidur isolasi di 101 rumah sakit telah mencapai 86 persen dan unit perawatan intensif atau ICU 84 persen.

    Adapun jumlah tempat tidur isolasi telah terisi 6.954 dari total 8.055 tempat tidur. Sedangkan tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) telah terisi 921 dari 1.097 tempat tidur atau terisi 84 persen.

    Selain menambah rumah sakit rujukan, Dinas Kesehatan juga tengah berupaya terus menambah kapasitas tempat tidur di rumah sakit rujukan yang sudah ada. Masalahnya, ketersediaan sumber daya manusia juga terbatas.

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah merekrut tenaga kesehatan dari seluruh Indonesia. Namun, pendistribusian di lapangan kerap terjadi kendala. "Katakan lah kemarin RSUD Cengkareng sudah dialokasinya 40 orang, ternyata yang akhirnya oke bergabung baru enam," kata Widyastuti.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.