Wabah Virus Corona dan Cara Indonesia Menjawab Keraguan Dunia

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    Sejumlah petugas mengenakan pakaian pelindung lengkap saat bersiap menyambut kedatangan kru kapal pesiar Diamond Princess yang dinyatakan negatif virus corona di Bandara Kertajati, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Minggu, 1 Maret 2020. Pemerintah mengevakuasi 69 kru kapal pesiar Diamond Princess dari Yokohama, Jepang dan selanjutnya akan menjalani proses observasi di Pulau Sebaru Kecil, Kepulauan Seribu, Jakarta. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Dunia internasional meragukan kemampuan Indonesia mengantisipasi penyebaran virus Corona. Media, akademisi, pemerintah, hingga Badan Organisasi Kesehatan, WHO (World Health Organization) mempertanyakan klaim Indonesia bebas dari Covid-19 itu.

    Guru besar Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan, Alexius Jamedu menilai kredibilitas diplomasi Indonesia tengah dipertaruhkan dengan keraguan dunia internasional itu. Jika Indonesia memang telah menempuh langkah sesuai anjuran WHO, menurut Alexius, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebaiknya menjelaskan hal itu. "Kalau kredibilitas bangsa ini dipertanyakan, Presiden harus tampil, mengatakan bahwa kami bekerja, saya memimpin para menteri saya, itu dunia akan percaya," kata Alexius dalam diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Ahad, 1 Maret 2020.

    Alexius juga mengingatkan bahwa setiap negara memiliki perwakilan di Indonesia. Menurut dia, dalam kondisi sekarang ini setiap perwakilan akan rutin memberikan laporan kepada pemerintahnya masing-masing. Dia pun menduga dari laporan itu muncul keraguan internasional yang mempertanyakan keseriusan Indonesia.

    Menurut Alexius, bisa jadi karena pemerintah Indonesia belum melakukan hal-hal yang diperlukan terkait penanganan penyebaran Corona. "Atau melakukan, tapi belum menyentuh standar atau ekspektasi dunia internasional itu."

    Sebelumnya, Sekretaris Jenderal WHO Tedros Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan agar tak ada negara yang melakukan kesalahan dengan meyakini bakal terhindar dari Corona. Adapun Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga meragukan kemampuan Indonesia mendeteksi corona.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.