Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Kesaksian Putri Candrawathi soal Dugaan Pelecehan di Magelang

Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 29 November 2022. Sidang lanjutan tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, Putri Candrawathi bersiap menjalani sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa, 29 November 2022. Sidang lanjutan tersebut beragendakan mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). TEMPO / Hilman Fathurrahman W
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Skenario Ferdy Sambo tidak pernah tuntas ketika tim khusus bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, menghentikan penyidikan laporan dugaan pelecehan seksual oleh Brigadir J terhadap istrinya, Putri Candrawathi, di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga. Skenario pelecehan dan laporan terhadap Brigadir J adalah siasat Ferdy Sambo menjadi pembenaran eksekusi terencana terhadap ajudannya tersebut.

Putri Candrawathi, dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Tambahan yang diteken pada 9 September 2022, mengalihkan locus delicti dan tempus delicti pelecehan dari rumah Duren Tiga pada 8 Juli, menjadi rumah di Magelang pada 7 Juli 2022.

Dalam BAP tambahan itu, Putri mengaku tidak mengetahui percakapan rencana membunh Brigadir J antara suaminya dengan Richard Eliezer di lantai tiga rumah Saguling. Pengakuan ini berbeda dengan kesaksian Richard saat menjadi saksi mahkota terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 30 November 2022. Richard alias Bharada E mengatakan Putri Candrawathi datang dan duduk di samping sofa panjang di sisi Ferdy Sambo ketika ia memintanya menembak Brigadir J.

Putri menuturkan Brigadir J, nama inisial dari Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dibeberkan kepolisian saat awal kasus, melakukan pelecehan seksual ketika ia beristirahat di kamar lantai dua rumah Magelang. 

Baca: Richard Eliezer Ungkap Alasannya Membuka Skenario Palsu Pembunuhan Brigadir Yosua yang Dibuat Ferdy Sambo

“Kamu ngapain di sini?” kata Putri kepada Yosua dalam BAP Tambahan yang dilihat Tempo pada Ahad, 4 Desember 2022. Yosua, kata Putri, kemudian memperkosanya.

Lima hari sebelumnya atau pada 2 Juli, Putri Candrawathi bersama anaknya yang ketiga, asisten rumah tangga Susi, ajudan Richard Eliezer Pudihang Lumiu, dan ajudan Nofriansyah Yosua Hutabarat, pergi ke rumah Magelang mengendarai Lexus hitam berpelat B 1 MAH. Tujuannya adalah mengantar anaknya bersekolah di SMA Taruna Nusantara di Magelang. Ferdy Sambo masih di jakarta saat itu. Keesokannya Ferdy Sambo baru tiba di rumah Magelang bersama ajudannya, Daden Miftahul Haq.

Pada 4 Juli, Putri mengantar anaknya ke SMA Taruna Nusantara ditemani Susi dan disopiri Yosua menumpang Lexus B 1 MAH. Putri bersama Yosua dan Susi pulang pada tengah hari. Sementara itu, Ferdy Sambo bersama Daden pergi ke Semarang untuk acara HUT Bhayangkara di Akademi Kepolisian Semarang. Mereka memakai Alphard putih. 

Malam harinya ada kejadian canggung di ruang tengah. Putri mengaku sedang sakit kepala dan berselonjor di sofa ruang tengah sambil mengingat anaknya yang baru masuk sekolah Taruna Nusantara. Tiba-tiba Yosua mengajak Richard dan Kuat untuk membopongnya ke kamar lantai dua.

“Nanti kalau saya sudah kuat saya naik ke atas,” kata Putri.

Ia menyaksikan Kuat menegur Yosua. Entah apa yang dikatakan Kuat, kata Putri, sebab Yosua baru mau mengangkatnya. Yosua, kata Putri, mau mengangkatnya dua kali. Kemudian, Putri meminta Susi dan Kuat mengantarkannya ke kamar lantai dua.

“Saat Yosua mau membopong saya, yang saya ingat lihat saat itu ada Kuat dan Richard. Posisi Yosua di dekat kepala saya, sedangkan Kuat di sebelah kiri kaki saya sejajar dengan Yosua, sedangkan Richard sebelah kanan saya. Setelah naik ke lantai dua saya langsung istirahat,” ujar Putri.

Pada 5 Juli, Putri kembali menjumpai anaknya di Sekolah Taruna Nusantara ditemani Richard, Yosua, dan Susi, dengan Lexus B 1 MAH. Setelahnya mereka kembali ke rumah, kemudian menjemput anaknya yang lain yang baru tiba di Yogyakarta bersama Ricky Rizal. Mereka berplesir ke mal Ambarukmo sebelum kembali ke rumah Magelang. Sementara itu Ferdy Sambo bersama Daden baru tiba di rumah Magelang pada tengah malam menggunakan Alphard putih.

“Saya tidak memberitahukan kejadian 4 Juli karena saya lupa. Setelah itu suami saya juga istirahat di kamar lantai dua,” kata Putri.

Pada 6 Juli malam Putri dan Ferdy Sambo mengantar putranya yang baru pertama masuk ke sekolah Taruna Nusantara. Mereka pergi bersama Ricky dan teman anaknya. Mereka kembali ke rumah Magelang. Putri dan Ferdy Sambo menonton televisi di ruang tengah lantai satu hingga pukul 00.00 WIB. 

Hari berganti menjadi 7 Juli, sekira pukul 00.00 WIB, Ferdy Sambo membuat kejutan hari ulang tahun ke-22 pernikahan mereka. Kua dan tumpeng dibagikan kepada aide de cam (ADC) atau ajudan dan asisten rumah tangga. Mereka yang hadir selain Putri dan Ferdy Sambo, antara lain Yosua, Ricky Rizal, Daden, Kuat, dan Susi. 

“Kami memotong kue dan tumpeng, kemudian tumpeng dan kue kami bagikan ke semua ADC dan crew yang ada di situ. Mereka memberikan ucapan kepada saya dan suami saya. Suami saya memberi ucapan kepada saya. Acara berlangsung sampai subuh. Setelah acara HUT pernikahan selesai, saya dan suami saya istirahat,” tutur Putri. 

Pada pukul 05.00 WIB Ferdy Sambo bersama Daden pergi ke Yogyakarta menggunakan pesawat. Putri tidak mengantar dan hanya berpamitan. Putri tertidur dan bangun siang hari. Ia turun ke lantai satu untuk makan siang dan kembali ke kamar lantai dua untuk istirahat karena sedang sakit. Ia mengunci pintu kaca dari tangga, menutup pintu kasa tanpa dikunci, dan membiarkan pintu kayu warna putih terbuka. Ia mengaku tertidur karena lelah. 

“Pada sore hari namun saya tidak ingat jam berapa saya mendengar pintu kaca terbuka. Saya melihat tiba-tiba Yosua sudah berada di dekat kaki saya. Kemudin Yosua melihat ke arah saya dan saya mengatakan ‘kamu ngapain di sini?’” kata Putri dalam BAP-nya.

Putri menyebut Yosua memperkosanya. “Kejam kamu Yos! Sadis!” kata Putri kepada Yosua. Putri mengatakan ia menangis dan tidak bisa melawan karena kedua tangannya dipegang. Tiba-tiba, terdengar ada orang naik ke atas, Yosua pun panik. 

Putri mengaku ia sempat dipaksa berdiri untuk menghalau orang naik. Namun Putri menolak sehingga dibanting ke kasur dan memaksanya berdiri lagi. Putri mengaku tidak mampu berdiri lagi dan Yosua mengancamnya,

"Awas kalau kamu bilang sama Ferdy Sambo, saya bunuh kamu, anak-anak kamu dan Ferdy Sambo!," kata Yosua dalam kesaksian Putri.

Kemudian, menurut pengakuan Putri, Yosua kembali memaksanya berdiri dan keluar kamar untuk menghalau orang naik. Ia mengatakan Yosua berdiri di belakangnya sambol memegang tubuhnya sementara tangan lain membuka pintu kayu putih. Namun pintu kasa belum terbuka.

Putri menuturkan ia menyenggol tumpukan pakaian yang terseterika dan menendang-nendang pintu kasa agar ada yang mendengar. Setelah posisinya di depan pintu kasa, ia tidak melihat satu pun orang di sekitar tangga. Yosua kembali menarik tubuh Putri ke dalam kamar. Kemudian ia membawa kembali keluar kamar dan menghempaskan tubuh Putri ke depan kamar mandi. 

“Posisi saya terjatuh saat itu duduk menyandar ke keranjang pakaian kotor dengan posisi kaki lurus,” cerita Putri.

Ia mengatakan Yosua lalu turun dan tidak beberapa lama Susi menghampirinya di depan kamar mandi untuk melihat kondisinya. Ia mengatakan Susi melihat dirinya menangis dan pucat. Kuat datang dan dibantu Susi memapahnya ke tempat tidur. 

“Setelah saya di tempat tidur saya mendengar Kuat dan Yosua ribut-ribut, tetapi apa yang diributkan saya tidak ingat,” kata Putri. 

Kuat naik kembali. Putri pun meminta Kuat mengubungi Ricky dan Richard menggunakan handphone Putri. Keduanya sedang berada di SMA Taruna Nusantara saat itu. Kemudian, Putri melihat Ricky naik ke kamar lantai dua. Putri pun meminta Ricky memanggil Kuat di lantai satu. Kuat dan Ricky kemudian naik ke lantai dua. 

“Saat itu saya menenangkan Kuat agar tidak terjadi keributan antara Kuat dan Yosua. Lalu Kuat menyampaikan ‘Ibu harus lapor Bapak, supaya tidak jadi duri dalam rumah tangga Ibu’. Lalu saya menyuruh Kuat turun dan meminta Ricky memanggil Yosua. Yosua ke lantai dua bersama Ricky. Ia mengatakan setelah pemerkosaan yang diduga dilakukan Yosua, ia meminta Yosua untuk berhenti (resign). Kemudian, ia mengungkapkan Yosua menangis meminta maaf dan minta ampun. Ketika mengatakan itu, Putri mengaku melihat Ricky berada di dekat pintu kasa. 

“Yang saya katakan saat itu, ‘saya mengampuni perbuatanmu yang keji terhadap saya, tapi saya minta kamu untuk resign’….lalu Yosua menangis, minta maaf dan minta ampun, dan selanjutnya saya meminta Yosua dan Ricky Rizal untuk turun dari lantai dua,” kata Putri dalam BAP tambahan.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Dalam Berita Pemeriksaan Konfrontasi tertanggal 31 Agustus 2022, Ricky mengatakan ia menemui Yosua di luar rumah dan menanyakan apa yang terjadi.

“Saya tanya ‘ada apa Yos?’. Dia menjawab sambil emosi, ‘Gak tau Bang saya…kenapa Kuat tiba-tiba marah ke saya!’,” kata Ricky dalam BAP-nya.

Kemudian, ia membujuk Yosua agar naik ke lantai dua untuk menemui Putri Candrawathi. Yosua pun bersedia masuk. Ricky mengatakan Yosua masuk ke kamar tidur Putri dan duduk di sebelah kiri Putri yang sedang terbaring di ranjang.

“Sedangkan saya menunggu dengan berdiri di dekat pintu kaca (selasar lantai 2) sambil sesekali melihat kamar Ibu Putri dari balik pintu kasa kamar. Saya tidak mengetahui apa yang dibicarakan Ibu Putri dan Yosua,” tutur Ricky.

Pada tengah malam Putri menelepon suaminya, Ferdy Sambo, dan menceritakan peristiwa itu secara tidak rinci dengan mengatakan Yosua masuk ke kamarnya dan berlaku kurang ajar. “Yosua masuk ke kamar saya dan dia berlaku kurang ajar,” kata Putri kepada suaminya. Putri mengatakan suaminya mau ke Magelang, tetapi Putri melarang karena takut ancaman Yosua.

Pada pagi 8 Juli, Putri Candrawathi bersama rombongan pulang ke Jakarta. Putri, Susi, dan Richard menumpang mobil Lexus hitam B 1 MAH yang disopiri Kuat. Sedangkan Yosua dan Ricky naik mobil Lexus RX hitam yang dikendarai Ricky.

Peristiwa di Magelang itu membuat Ferdy Sambo marah dan merencanakan pembunuhan terhadap ajudannya di lantai tiga rumah pribadinya di Jalan Saguling 3 pada 8 Juli 2022. Dalam skenario yang dibuat oleh mantan Kepala Divisi Propam itu, Yosua kepergok Richard melecehkan istrinya di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga No. 46. Yosua kemudian menembak Richard lebih dahulu, yang dibalas Richard dan akhirnya menewaskan Yosua.

Putri Candrawathi melaporkan pelecehan seksual yang dilakukan oleh Yosua ke Polres Metro Jakarta Selatan setelah Yosua dibunuh. Laporan ini merupakan siasat Ferdy Sambo yang menuduh Yosua melecehkan istrinya hingga berakhir adu tembak dengan Richard Eliezer. Laporan model A juga dilayangkan salah seorang anggota Polres Jaksel bernama Martin Gabe, yang melaporkan Yosua atas percobaan pembunuhan terhadap Richard.

Namun Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri saat itu, Brigadir Jenderal Andi Rian Djajadi, mengatakan dua penyidikan tehadap laporan tersebut dihentikan karena tidak menemukan tindak pidana.

“Kedua perkara ini kami hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana,” kata Brigjen Andi Rian saat konferensi pers di Mabes Polri, Jumat, 12 Agustus 2022.

Andi mengatakan, dua laporan tersebut merupakan upaya obstruction of justice dalam kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri No 46 di Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli lalu.

Selanjutnya: Alasan Putri tak melapor usai pelecehan...

Iklan




Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.




Video Pilihan


Menaker Akui Tak Punya Catatan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja: Mungkin Korban Malu

20 jam lalu

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah Ketika berdialog dengan staf, pengusaha, dan peserta mudik gratis di halaman Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa, 18 April 2023. TEMPO/Riri Rahayu
Menaker Akui Tak Punya Catatan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja: Mungkin Korban Malu

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengaku tidak memiliki catatan keras ihwal kasus kekerasan atau pelecehan seksual di tempat kerja.


Kemnaker Rilis Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

1 hari lalu

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah merilis Kepmenaker Nomor 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja, di Kantor Apindo, Kamis, 1 Juni 2023. TEMPO/Riri Rahayu
Kemnaker Rilis Aturan Pencegahan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) merilis Keputusan Menteri Ketenagakerjaan (Kepmenaker) Nomor 88 Tahun 2023 tentang Pedoman Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Tempat Kerja.


Eks Idol K-Pop Melakukan Pelecehan Seksual ke Teman Segrupnya, Dibui 2 Tahun 6 Bulan

1 hari lalu

Ilustrasi pelecehan seksual korban laki-laki. Shutterstock
Eks Idol K-Pop Melakukan Pelecehan Seksual ke Teman Segrupnya, Dibui 2 Tahun 6 Bulan

Aksi eks idol K-Pop ini dilakukan di asrama grup, ruang latihan, dan beberapa tempat lain yang tidak dijelaskan secara spesifik.


Sidang Mario Dandy di PN Jakarta Selatan Dipimpin Hakim yang Mengadili Ferdy Sambo

2 hari lalu

Tersangka penganiayaan anak di bawah umur Shane Lukas Rotua Pangondian (kiri) dan Mario Dandy (kanan) menjalani pemeriksaan kesehatan di Biddokkes, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 26 Mei 2023. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Hery Wijatmoko menyatakan kedua tersangka dalam keadaan sehat dan akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Sidang Mario Dandy di PN Jakarta Selatan Dipimpin Hakim yang Mengadili Ferdy Sambo

Tiga hakim telah disiapkan untuk mengadili Mario Dandy dan Shane Lukas. Dipimpin hakim yang mengadili Ferdy Sambo.


Alasan Pembentukan Tim Reformasi Hukum: Kasus Hakim MA, Ferdi Sambo, hingga TPPU

4 hari lalu

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Mahfud MD, saat memimpin Pertemuan Ke-26 Dewan Masyarakat Politik-Keamanan ASEAN (APSC) yang digelar dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-42 ASEAN di Ayana Komodo Waecicu Beach, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Selasa 9 Mei 2023. ANTARA/Rivan Awal Lingga
Alasan Pembentukan Tim Reformasi Hukum: Kasus Hakim MA, Ferdi Sambo, hingga TPPU

Mahfud MD sebut alasan pembentukan Tim Reformasi Hukum berawal dari kasus hakim MA. Selain itu, tim ini juga dibentuk karena kasus-kasus lain.


La Ode Syarif Ungkap Alasan Pembentukan Tim Reformasi Hukum, Ada Kasus Ferdy Sambo hingga TPPU

4 hari lalu

Mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Laode M. Syarif. ANTARA/Benardy Ferdiansyah
La Ode Syarif Ungkap Alasan Pembentukan Tim Reformasi Hukum, Ada Kasus Ferdy Sambo hingga TPPU

Kasus Ferdy Sambo hingga penangkapan dua Hakim Agung di kasus korupsi menjadi latar belakang terbentuknya tim reformasi hukum yang digagas Mahfud Md.


Jaksa di Kasus Ferdy Sambo Kawal Persidangan Mario Dandy

6 hari lalu

Tersangka penganiayaan anak di bawah umur Shane Lukas Rotua dan Mario Dandy Pangondian menjalani pemeriksaan kesehatan di Biddokkes, Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 26 Mei 2023. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Hery Wijatmoko menyatakan kedua tersangka dalam keadaan sehat dan akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Jaksa di Kasus Ferdy Sambo Kawal Persidangan Mario Dandy

Kejari Jakarta Selatan menyiapkan 12 jaksa untuk mengawal sidang Mario Dandy Satriyo. Ada yang pernah bertugas di kasus Ferdy Sambo


Kilas Balik Pemisahan Polri dari ABRI, Selain Megawati Simak Peran BJ Habibie, Gus Dure dan Amien Rais

8 hari lalu

Presiden KH Abdurrahman Wahid/ Gus Dur bersama Wakil Presiden Megawati Sukarno dan ajudan di Binagraha, Jakarta  Juni 2000. TEMPO/ Rully Kesuma
Kilas Balik Pemisahan Polri dari ABRI, Selain Megawati Simak Peran BJ Habibie, Gus Dure dan Amien Rais

Kilas balik sejarah pemisahan Polri dari ABRI, sekarang TNI. Selain Megawati, simak pula peran besar BJ Habibie, Gus Dur dan Amien Rais.


Razman Arif Nasution Yakin Status Tersangkanya Bakal Dicabut Setelah Gelar Perkara Khusus

9 hari lalu

Razman Arif Nasution beserta pengacaranya, Rihat Hutabarat (kanan), di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu, 9 November 2022. Tempo/M. Faiz Zaki
Razman Arif Nasution Yakin Status Tersangkanya Bakal Dicabut Setelah Gelar Perkara Khusus

Razman Arif Nasution yakin akan bebas dari status tersangka kasus pencemaran nama baik Hotman Paris Hutapea.


Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf Ajukan Kasasi

11 hari lalu

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi
Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, dan Kuat Ma'ruf Ajukan Kasasi

Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan Kuat Ma'ruf mengajukan kasasi setelah bandingnya ditolak Pengadilan Tinggi Jakarta.