Peran Junket di Balik Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Lewat Kasino

Reporter

Cuplikan rekaman diduga Gubernur Lukas Enembe bermain judi di kasino pada 19 Juli 2022. Foto: MAKI

TEMPO.CO, Jakarta - Dua foto yang dimiliki Masyarakat Anti Korupsi Indonesia memperlihatkan seorang pria mirip Gubernur Lukas Enembe sedang duduk menghadap meja judi. Foto bertarikh 19 Juli 2022, diduga diambil dari rekaman Closed Circuit Television Marina Bay Sands, pusat hiburan terpadu dengan fasilitas kasino di Singapura. “Kami punya fotonya di ruang VIP untuk pejudi level tinggi,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman, Ahad, 25 September 2022.

Singapura menjadi negara yang sering dikunjungi Lukas Enembe. Berdasarkan data yang dimiliki MAKI, Lukas melakukan 25 kali perjalanan ke luar negeri selama periode Desember 2021 hingga Agustus 2022. Singapura dikunjungi Lukas sebanyak 22 kali. “Dia diduga bermain judi di Singapura,” kata Boyamin.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan menduga Lukas tidak bermain judi hanya sebagai hobi. Lembaga intelijen keuangan itu mencurigai perjudian itu merupakan cara untuk melakukan tindak pidana pencucian uang. “Dari hasil analisis memang ada dugaan TPPU, makanya disampaikan ke penyidik,” kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Ahad, 25 September 2022.

PPATK telah menyerahkan 12 hasil analisisnya ke Komisi Pemberantasan Korupsi untuk ditindaklanjuti. Hasil analisis itu, kata dia, berupa setoran tunai dan setoran melalui nominee dengan angka Rp 1 miliar hingga ratusan miliar Rupiah. PPATK menemukan jejak transaksi Lukas di perusahaan judi di Singapura, yakni Resorts World Sentosa dan Marina Bay Sands.

Selama Januari 2016-April 2019, total dana Lukas yang ada di rekening judi kasino mencapai Sin$ 56,7 juta atau setara Rp 600,8 miliar dengan nilai tukar Rp 10.586 per dolar. Dari jumlah itu terdapat penarikan sebanyak Sin$ 46,8 juta atau setara Rp 495,9 miliar.

Untuk transaksi di luar negeri, Lukas ditengarai tidak melakukannya sendirian. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud Md mengatakan Lukas diduga memiliki manajer pencucian uang. “Adanya manajer pencucian uang yang dimiliki Lukas Enembe tengah diselidiki,” kata Mahfud

Seseorang yang mengetahui aktifitas perjudian di Singapura menduga manajer pencucian uang yang dimaksud oleh Mahfud adalah junket. Junket merupakan seseorang yang bertugas mencari pemain-pemain judi kelas kakap untuk bermain di kasino. Nilai uang yang dipertaruhkan oleh orang-orang yang digaet junket biasanya cukup besar. Menurut dia, pemain judi kelas VIP ini rawan dengan kejahatan teroganisasi, seperti korupsi dan pencucian uang.

Menurut dia, kasino menjadi incaran orang-orang yang ingin melakukan pencucian karena perputaran uang yang luar biasa. Transaksi dengan nominal besar mudah dideteksi di bank, namun tidak di kasino. “Ibaratnya ikan besar sekalipun kalau ada di lautan akan terlihat kecil,” kata dia.

Dia menuturkan modus pencucian di kasino diawali dengan menyetorkan uang ke dalam rekening deposit. Masalahnya, kata dia, pembukaan dan penyetoran rekening itu tidak mudah. Pihak kasino, kata dia, akan mengecek latar belakang, sumber uang dan meminta dokumen tertentu. Di sinilah, junket dibutuhkan sebagai profesional pencuci uang.

Dia mengatakan manajer itu akan menyiapkan dokumen palsu supaya kliennya bisa menyetor uang ke deposit kasino tanpa dicurigai. Selain itu, kata dia, junket juga bisa berperan menjadi semacam tempat untuk menggadaikan. Pemain judi, kata dia, bisa menukarkan barang mewah seperti emas atau jam tangan milik mereka dengan uang.

Ivan Yustiavandana menyebut peran yang dimainkan junket itu sebagai professional money launderer. “Orang itu yang bertindak sebagai perantara untuk TPPU,” kata dia.

KPK menyatakan akan mendalami dugaan pencucian uang yang dilakukan Lukas di kasino. Dugaan itu akan ditelisik di penyidikan. Saat ini, KPK masih berfokus pada pembuktian dugaan Lukas menerima gratifikasi Rp 1 miliar. “Kami fokus lebih dahulu kumpulkan dan lengkapi bukti atas dugaan suap dan gratifikasinya,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri.

KPK kembali agendakan pemanggilan Lukas

KPK kembali memanggil Lukas Enembe untuk diperiksa pada harii ini Senin, 26 September 2022. Pemeriksaan akan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Ali Fikri mengatakan Lukas akan diperiksa sebagai tersangka penerima gratifikasi. “Surat panggilan sebagai tersangka sudah dikirimkan tim penyidik,” kata Ali.

Ali meminta Lukas dan kuasa hukumnya kooperatif. Dia mengatakan penetapan tersangka terhadap Lukas sudah sesuai dengan prosedur. Menurut dia, pemeriksaan menjadi kesempatan buat Lukas membuktikan dirinya tidak bersalah. “Membangun narasi di ruang publik tidak dapat dijadikan dasar pembuktian,” kata jaksa tersebut.

Dalam kasus gratifikasi, KPK menduga Lukas menerima uang Rp 1 miliar. Uang itu berasal dari pengusaha sekaligus kontraktor proyek rumah Lukas bernama Tono Laka. Tono Laka sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Ini bukan panggilan pertama untuk Gubernur Papua dua periode tersebut. Sebelumnya, Lukas sudah dipanggil untuk diinterogasi penyidik KPK di Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian Daerah Papua pada 12 September 2022. Saat itu, Lukas dipanggil dengan status saksi. Lukas tidak hadir dengan alasan sakit.

Mengetahui Lukas ditetapkan menjadi tersangka membuat para pendukungnya marah. Ribuan orang dikabarkan langsung menjaga rumah Lukas di di Koya Tengah, Jayapura begitu kabar penetapan tersangka itu tersiar. Mereka menuding penetapan terhadap Lukas bersifat politis.

Perlawanan Lukas nampaknya akan berlanjut pada panggilan Senin ini. Kuasa hukum Lukas Stefanus Roy Rening dan juru bicara Gubernur Papua Muhammad Rifai Darus mendatangi KPK pada Jumat, 23 September 2022.

Mereka mengaku bertemu dengan Direktur Penyidikan KPK Brigadir Jenderal Asep Guntur Rahayu. Kepada Guntur, Roy Rening menyatakan kliennya tak bisa memenuhi panggilan KPK karena sedang sakit. “Bapak tidak mungkin hadir,” kata Roy di depan Gedung KPK.

Roy meminta komisi antikorupsi mengizinkan Lukas berobat ke Singapura. Dia mengatakan bila tidak diizinkan kondisinya bisa gawat.

Juru bicara Gubernur Papua, Rifai Darus membantah bahwa Lukas menyetorkan dana ratusan miliar Rupiah ke kasino. Dia mengatakan tuduhan itu tidak masuk akal. “Bagaimana cara beliau membawa dana sebesar itu ke luar negeri? Lalu sumber dananya dari mana?” kata dia.

Selanjutnya: Dalih pengacara bahwa Lukas ke Singapura untuk berobat...






KPK Bilang Penyelidikan Kasus Kardus Durian Masih Berlanjut

1 jam lalu

KPK Bilang Penyelidikan Kasus Kardus Durian Masih Berlanjut

KPK mengaku masih kesulitan untuk menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan. Dua orang saksi kunci kasus tersebut telah meninggal.


Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK Akan Adakan Rapat Pimpinan

6 jam lalu

Lukas Enembe Minta Izin Berobat ke Singapura, KPK Akan Adakan Rapat Pimpinan

KPK menyatakan akan mengadakan rapat pimpinan untuk memutuskan soal izin berobat bagi Gubernur Papua Lukas Enembe.


Soal Rencana Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Kuasa Hukum: Tunggu Izin KPK

6 jam lalu

Soal Rencana Lukas Enembe Berobat ke Singapura, Kuasa Hukum: Tunggu Izin KPK

Kuasa Hukum Lukas Enembe menyatakan kondisi kesehatan kliennya memburuk.


Hakim Agung Gazalba Saleh Rela Vonis Orang Lima Tahun Demi Uang Sekitar Rp 400 Juta

8 jam lalu

Hakim Agung Gazalba Saleh Rela Vonis Orang Lima Tahun Demi Uang Sekitar Rp 400 Juta

Hakim Agung Gazalba Saleh memvonis pengurus KSP Intidana demi uang sebesar Rp 400 juta.


KPK Tahan Dua Tersangka Perkara Suap Hakim Agung Gazalba Saleh

9 jam lalu

KPK Tahan Dua Tersangka Perkara Suap Hakim Agung Gazalba Saleh

KPK menahan pegawai Mahkamah Agung Prasetio Nugroho dan Redhy Novarisza berkaitan dengan kasus suap hakim agung Gazalba Saleh.


Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Lukas Enembe: Tidak Ada Kaitan dengan Gratifikasi

10 jam lalu

Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Lukas Enembe: Tidak Ada Kaitan dengan Gratifikasi

Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, menjalani pemeriksaan selama lima jam di Gedung Merah Putih KPK pada Senin 28 November 2022


Kasus Suap Hakim Agung, KPK Imbau Hakim Gazalba Saleh Kooperatif

11 jam lalu

Kasus Suap Hakim Agung, KPK Imbau Hakim Gazalba Saleh Kooperatif

KPK menetapkan Hakim Agung Gazalba Saleh, sebagai tersangka kasus suap pengurusan perkara di MA. KPK meminta agar Gazalba kooperatif


Sempat Tak Hadiri Panggilan KPK, Ini Kata Kuasa Hukum Lukas Enembe

14 jam lalu

Sempat Tak Hadiri Panggilan KPK, Ini Kata Kuasa Hukum Lukas Enembe

Kuasa Hukum Lukas Enembe, Stefanus Roy Rening, mendatangi Gedung Merah Putih KPK pada Senin 28 November 2022 sebagai saksi.


KPK Periksa 5 Saksi dalam Kasus Bambang Kayun

17 jam lalu

KPK Periksa 5 Saksi dalam Kasus Bambang Kayun

para saksi akan dimintai keterangannya dalam kasus suap pemalsuan surat hak waris PT Aria Citra Mulia yang menyeret Bambang Kayun.


KPK Sebut Kuasa Hukum Lukas Enembe Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

18 jam lalu

KPK Sebut Kuasa Hukum Lukas Enembe Penuhi Panggilan KPK Hari Ini

Kasus korupsi yang menyeret nama Gubernur Lukas Enembe merupakan perkara suap sejumlah proyek pembangunan di Provinsi Papua.