Mengadang Klaster Covid-19 Arus Balik Lebaran

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengambil sampel dari pengendara yang mengikuti tes cepat antigen di posko penyekatan Susukan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 15 Mei 2021. Pemeriksaan ini juga dilakukan kepada pemudik yang tidak dapat menunjukkan surat hasil swab negatif. ANTARA/Dedhez Anggara

    Petugas mengambil sampel dari pengendara yang mengikuti tes cepat antigen di posko penyekatan Susukan, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 15 Mei 2021. Pemeriksaan ini juga dilakukan kepada pemudik yang tidak dapat menunjukkan surat hasil swab negatif. ANTARA/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Sehari setelah Idul Fitri 1442 Hijriah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda DKI Jakarta langsung rapat untuk mengantisipasi arus balik Lebaran 2021.

    Rapat mendadak pada Jumat pagi, 14 Mei 2021 itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran, Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Asri Agung Putra. 

    "Kita melakukan rapat koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan arus balik sesudah mudik lebaran," kata Anies Baswedan usai rapat di Balai Kota DKI, Jumat pagi.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat, 14 Mei 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    Forum tersebut menyepakati dua langkah screening Covid-19 dalam arus mudik lebaran 2021. Pertama, screening secara random terhadap pengendara kendaraan pribadi di pintu-pintu masuk Jabodetabek.

    "Sementara kendaraan umum, udara, laut dan kereta api, memang sudah dilakukan random screening antigen sebelum berangkat, sehingga kita bsa mendeteksi secara lebih baik bila ada warga yang masuk kawasan Jakarta dan bergejala atau berpotensi membawa Covid-19."

    Langkah screening kedua dilakukan ketika pemudik tiba di kediamannya di Ibu Kota. Satgas Covid-19 mulai dari RT, RW, Kelurahan dan Kecamatan akan mendata warga yang masuk ke wilayahnya dan menggelar tes antigen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.