Was-was Kasus Covid-19 Melonjak Usai Liburan, DKI Bakal Tarik Lagi Rem Darurat?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Te.co Blank

    Logo Te.co Blank

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sempat menyampaikan kekhawatirannya atas lonjakan kasus Covid-19 usai libur panjang akhir Oktober. Dan rupanya dalam dua pekan terakhir pasien Covid-19 yang masuk ke rumah sakit rujukan di Ibu Kota mulai meningkat.

    Sebelum libur panjang Maulid Nabi Muhammad pada 28 Oktober sampai 1 November kemarin, mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu sempat mengingatkan pemerintah pusat untuk membatalkan cuti bersama itu.

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Petamburan Meningkat, Kapolda Metro: Kami Siap Bantu

    “Tapi pemerintah pusat sudah memutuskan tetap jalan libur panjang. Ya sudah. Keputusan pemerintah pusat itu sekarang kita jalani. Antisipasi semua side effectnya,” ujar Anies di Polda Metro Jaya pada Senin, 26 Oktober 2020.

    Adapun Anies menyampaikan soal pembatalan libur panjang itu tiga minggu sebelum waktu libur panjang.

    Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyoroti kenaikan kembali persentase keterisian sejumlah rumah sakit atau fasilitas kesehatan di DKI Jakarta dalam dua pekan terakhir.

    Doni memaparkan bahwa pada 1 November 2020 keterpakaian tempat tidur untuk isolasi dan ICU rumah sakit rujukan di Jakarta masing-masing sebesar 52 persen dan 58 persen. "Namun dua minggu terakhir meningkat sampai 63 persen dan 68 persen," kata dia saat konferensi pers virtual hari ini, Sabtu, 14 November 2020.

    Sedangkan, Dinas Kesehatan DKI mencatat tingkat keterisian tempat tidur isolasi telah mencapai 78 persen dari 6.200 tempat tidur per 28 November 2020. Sedangkan tingkat keterisian ICU telah mencapai 79 persen dari 860 tempat tidur. Pada awal November kemarin tingkat keterisian kamar ICU rumah sakit rujukan Covid-19 terisi 58 persen dan rawat inap atau isolasi 50 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.