Tren Kriminalitas Meningkat Saat PSBB Berjalan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi menunjukan barang bukti dan tersangka sindikat perampokan minimarket di Polres Jakarta Selatan, 8 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    Polisi menunjukan barang bukti dan tersangka sindikat perampokan minimarket di Polres Jakarta Selatan, 8 Oktober 2018. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta - Kriminalitas selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta mengalami tren peningkatan. Secara nasional, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia mencatat ada kenaikan kasus kriminalitas sebesar 11,80 persen dari pekan ke-15 hingga pekan ke-16 di 2020.

    Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Komisaris Besar Asep Adi Saputra menyatakan kasus pencurian dengan alat berat menjadi penyumbang naiknya angka kriminalitas itu. "Namun situasi secara keseluruhan masih aman dan terkendali. Kami terus melakukan upaya preemtif dan preventif untuk menjamin keamanan," ucap Asep melalui konferensi pers secara daring, Senin, 20 April 2020.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Yusri Yunus, mengatakan tingkat kejahatan saat PSBB Jakarta memang lebih tinggi jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019. Menurut dia, ada pergeseran kejahatan dimana aksi pencurian minimarket jadi lebih dominan.

    Pemerintah DKI Jakarta telah menerapkan PSBB sejak 10 April hingga 23 April 2020. Karena masih banyak terjadi penularan virus Corona masa PSBB Jakarta pun diperpanjang selama 28 hari lagi. PSBB jilid II ini berlaku sejak 24 April hingga 22 Mei 2020.

    Selama 14 hari pelaksanaan PSBB Jakarta jilid I dan daerah penyangga sekitarnya, Tempo mencatat ada sejumlah tren kriminalitas yang meningkat. Beberapa kasus bahkan terjadi secara berulang. Kriminalitas pertama yang paling sering terjadi adalah tawuran.

    Ilustrasi tawuran pelajar. Dok. TEMPO/Dasril Roszandi;

    Pada 20 April 2020, seorang remaja 18 tahun inisial MR harus dirawat karena terkena sabetan celurit di perut setelah mengikuti tawuran di Kelurahan Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dua hari sebelumnya, empat pemuda di Ciracas, Jakarta Timur inisial IR (18 tahun), AW (19), BST (17) dan MS (17) ditangkap polisi karena diduga akan tawuran. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam.

    Masih di hari yang sama atau 18 April 2020, terjadi dua kali tawuran di Jakarta. Kelompok pemuda Menteng Tenggulun dengan pemuda Manggarai Selatan saling serang di sekitar Stasiun Manggarai sore harinya. Pada dini harinya, kelompok pemuda di kawasan Kanal Banjir Barat, Palmerah, Jakarta Barat terlibat tawuran sebelum dibubarkan oleh polisi.

    Mundur beberapa hari, remaja 16 tahun inisial BP tertabrak KRL Jabodetabek pada Rabu siang, 15 April 2020. Dia tertabrak kereta dari belakang saat sedang tawuran di rel arah ke Stasiun Duri, Jalan Setia Kawan Ujung, RW 09, Gambir, Jakarta Pusat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.