Darurat Corona di Jakarta, Rapid Test di Episentrum Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi virus Corona. REUTERS/Dado Ruvic

    "Jakarta ini sekarang epicenter, di tempat ini sudah kejadiannya sudah masif," ujar Anies di Balai Kota Jakarta Pusat, Kamis 19 Maret 2020.

    Anies mengatakan tren kasus Covid-19 di Jakarta naik signifikan dalam waktu 18 hari. Dari 2 kasus positif corona naik drastis menjadi ratusan kasus positif.

    Untuk memantau penyebaran corona di ibu kota, Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan telah menerima 520 test kit dari pemerintah pusat.
    Namun tes tersebut bukan bertujuan untuk memastikan apakah seseorang terjangkit covid-19 atau tidak. "Ini bukan sebagai penetapan diagnosa, tapi sebagai bagian surveillance ke lapangan," tutur dia.

    Dokter memeriksa suhu tubuh warga di Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Selasa 3 Maret 2020. Menurut Kepala Instalasi Promosi Kesehatan RSPI Sulianti Saroso Tiursani Idawati, pos yang dibuka 24 jam gratis dan mulai dibuka pada minggu ketiga Januari itu mengalami peningkatan empat kali lipat pascapresiden mengumumkan dua orang positif Corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Herawati Sudoyo, Wakil Kepala Penelitian Fundamental Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Institute, juga mengatakan metode tes cepat baru dikembangkan. “Belum ada yang memiliki sensitivitas dan spesifikasi tinggi," ujar dia. 

    Orang yang dinyatakan positif dalam rapid test corona pun tetap harus menjalani tes seka atau swab. "Yang negatif belum tentu aman."

    FRISKI RIANA | ADAM PRIRESA | ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.