Massa Reuni 212 Bergerak ke Ibu Kota tapi Izin Belum Dikantongi

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi meninggalkan Monas usai Reuni 212 kelar pada Ahad siang, 2 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    Polisi meninggalkan Monas usai Reuni 212 kelar pada Ahad siang, 2 Desember 2018. TEMPO/Francisca Christy Rosana

    TEMPO.CO, Jakarta -Menjelang reuni 212 yang akan digelar di Monumen Nasional atau Monas, panitia menyatakan sejumlah orang sudah datang ke Ibu Kota. Sekretaris Steering Committee Reuni 212, Slamet Ma'arif, menyatakan mereka yang datang itu akan menginap di masjid, majelis taklim, kantor organisasi kemasyarakatan, dan hotel.

    "Mereka masing-masing (yang menyediakan penginapan di hotel). Kawan-kawan di Jakarta siap menyambut tamu-tamunya," kata Slamet ketika dihubungi Tempo, Sabtu, 30 November 2019. Ia mengklaim sekitar satu juta massa dari pelbagai provinsi bakal turut serta dalam Reuni 212. Mereka, kata dia, dikerahkan oleh koodinator daerah dan pimpinan ormas untuk berangkat ke Ibu Kota.

    Meski soal izin keramaian kegiatan ini belum dapat dipastikan. Pada Jumat, 29 November 2019, saat konferensi pers, Slamet menyatakan rekomendasi dari Kepolisian Daerah Metro Jaya sudah diserahkan ke Mabes Polri. "Jadi secara kondisional tidak ada masalah, semuanya sudah terpenuhi oleh panitia dan kita juga sudah rapat koordinasi dengan Mabes Polri," ujar dia di Kantor Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, Jakarta Pusat.

    Dikonfirmasi ke Kepolisian Metro Jaya, Kapolda Inspektur Jenderal Gatot Eddy Pramono mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terlalu membesar-besarkan kegiatan Reuni Mujahid 212 di Monas, Jakarta Pusat. Menurut Gatot, acara itu hanya kegiatan keagamaan biasa.

    "Kami juga mengimbau kegiatan ini kepada teman-teman, mengikuti kegiatan yang kondusif, tidak ada provokasi-provokasi dan lainnya, sehingga suasana sudah aman," ujar Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 28 November 2019.

    Gatot menjelaskan akan mengamankan acara tersebut. Akan tetapi, ia tak akan menerjunkan pengamanan khusus. "Kami akan terus amankan dan koordinasi dengan panitia," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.