Jokowi Bertemu Prabowo: Lobi Sate Kambing, Pecel, dan MRT

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Presiden Joko Widodo (kanan) saat bersalaman dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019.  Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Ekspresi Presiden Joko Widodo (kanan) saat bersalaman dengan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2019. Kedua kontestan dalam Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden tahun 2019 lalu ini bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus dan selanjutnya naik MRT dan diakhiri dengan makan siang bersama. Foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, JakartaPrabowo Subianto keluar dari ruang tunggu Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan ketika Presiden Joko Widodo atau Jokowi tiba di lokasi itu. Prabowo dengan langkah cepat mendekati Jokowi. Tinggal beberapa langkah lagi kemudian Ketua Umum Gerindra ini memberi hormat kepada Jokowi. Presiden terpilih ini membalas hormat tersebut. Keduanya lalu berpelukan dan tertawa. Momen Jokowi bertemu Prabowo ini pun menjadi perbincangan.

    Baca: Pidato Jokowi Bertemu Prabowo: Butuh Kebersamaan Bangun Negara

    Momentum Jokowi bertemu Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus ini disaksikan masyarakat yang memang setiap akhir pekan selalu berwisata dengan moda transportasi itu. Para penumpang yang ada di lokasi bersorak-sorak. “We love you, we love you,” kata masyarakat yang melihat peristiwa ini. Mereka pun bertepuk tangan ketika Jokowi dan Prabowo saling berangkulan dan cipika-cipiki.

    Pertemuan Jokowi dengan Prabowo di Lebak Bulus menjadi yang pertama sejak keduanya terakhir bersua pada Debat Pilpres putaran terakhir pada Sabtu, 13 April 2019. Kala itu, keduanya masih bersaing dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019. Sejak debat kelima selesai sampai Komisi Pemilihan Umum menetapkan Jokowi - Ma’ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden terpilih pada Ahad, 30 Juni 2019, mereka tak pernah bertemu.

    Jokowi dalam jumpa pers yang digelar bersama Prabowo, setelah keduanya naik MRT dari Lebak Bulus ke Senayan, mengatakan niat untuk bertemu sebenarnya sudah dirancang jauh-jauh hari. “Tapi Pak Prabowo sibuk, Saya juga begitu perga-pergi kadang ke daerah, kadang ke luar sehingga pertemuan lama itu belum terlaksana. Dan Alhamdulillah hari ini bertemu untuk mencoba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum mencoba MRT,” kata Jokowi.

    Dalam pidatonya, Jokowi mengatakan bahwa ia dan Prabowo merupakan sahabat dan saudara. Sehingga, ia meminta kepada para pendukung untuk berhenti bermusuhan. “Tak ada lagi 01 dan tak ada lagi 02. Tak ada lagi cebong dan tak ada lagi kampret yang ada adalah garuda, garuda pancasila,” kata Jokowi.

    Baca: Pidato Prabowo kepada Jokowi: Kami Mengkritik Sekali-kali...

    Prabowo pun membalas pidato Jokowi dengan mengatakan bahwa pertemuan keduanya merupakan wujud dari persatuan. Selain itu, Ketua Umum Gerindra ini mengatakan bahwa ia memang belum mengucapkan selamat kepada Jokowi. Alasannya, ia mengatakan, “saya ini bagaimanapun ada ewuh pekewuh, ada toto kromo, maunya langsung tatap muka jadi saya ucapkan selamat Pak.”

    Ia pun memastikan bakal membantu pemerintahan Jokowi. Dengan catatan, kata Prabowo, “Sekali-kali mengkritik tak apa ya Pak, Demokrasi kan butuh check and balance.”

    Setelah memberikan keterangan kepada wartawan, Jokowi dan Prabowo makan di siang di Sate Senayan di FX Senayan. Keduanya duduk satu meja dan nampak berbicara akrab. Pantuan Tempo, sepanjang acara makan siang itu, Kepala Badan Intelijen Negara Budi Gunawan nampak melayani Prabowo.

    Siapa yang merancang pertemuan Jokowi - Prabowo?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.