Ronde 2 di Jawa Barat: Jokowi yang Menyerang VS Prabowo Bertahan

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA

    Capres nomor urut 01 Joko Widodo atau Jokowi (kiri) dan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berjabat tangan seusai mengikuti debat capres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu, 17 Februari 2019. Debat itu mengangkat tema energi dan pangan, sumber daya alam dan lingkungan hidup, serta infrastruktur. ANTARA

    TEMPO.CO, JakartaSUDAH dua kali Calon Presiden inkumben Joko Widodo atau Jokowi secara terbuka mengeluhkan soal elektabilitas dia dan pasangannya, Ma’ruf Amin, yang turun di Jawa Barat. “Enggak ada hujan, enggak ada angin. Tahu-tahu anjlok delapan persen. Kami cek ke bawah, ke bawah, ke bawah. Cek lagi ke rumah, ke rumah, ke rumah. Apa yang muncul? Ternyata fitnah hoaks sudah masuk,” kata Jokowi, Sabtu, 2 Maret 2019.

    Baca: Jokowi dan Sandiaga di Bandung, Pengamat: Jawa Barat Strategis

    Makanya, Jokowi meminta kepada para relawan pemenangan untuk sama-sama menangkal hoaks yang beredar di masyarakat. “Ini sudah tinggal 36 hari lagi, di banyak daerah elektabilitas kita turun karena kabar fitnah, hoaks, dan kabar bohong," katanya dalam acara Festival Satu Indonesia di Istora Senayan, Jakarta, Ahad, 10 Maret 2019.

    Meski turun, mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengklaim suara dia dan Ma’ruf masih lebih tinggi dari Prabowo di Jawa Barat. Namun, Jokowi tetap minta pendukungnya bergerak cepat dalam merespon serangan hoaks ini. Menurut dia, peredaran hoaks kini tidak lagi lewat media sosial melainkan sudah dari pintu ke pintu.

    Bukan tanpa alasan Jokowi menyinggung hoaks yang menyebar dari pintu ke pintu ini. Medio Februari 2019, Kepolisian Resor Karawang menangkap tiga orang perempuan yang diduga berkampanye hitam terkait Jokowi. Mereka datang dari rumah ke rumah untuk menyebarkan kabar bahwa jika Jokowi menang maka tak akan ada lagi azan.

    Simak: Lagi-lagi Jokowi Minta Relawan Lawan Kabar Hoaks

    Penyebaran hoaks di Jawa Barat semacam ini membuat kubu Jokowi geram. Bukan tanpa alasan, dalam Pemilihan Presiden 2014, Jokowi yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla kalah di tanah pasundan. Pasangan ini mendapatkan 40,22 persen, unggul di empat kabupaten/kota, yaitu Kota Cirebon serta Kabupaten Cirebon, Indramayu, dan Subang. Sementara itu, lawan Jokowi ketika itu, Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, menang di 22 kabupaten/kota dan mengantongi lebih dari 50 persen suara.

    Baca terusannya: Kenapa Jokowi ngotot menang di Jawa Barat?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Klaim Sandiaga Uno Soal Tenaga Kerja Asing Tak Sebutkan Angka

    Sandiaga Uno tak menyebutkan jumlah Tenaga Kerja Asing dalam debat cawapres pada 17 Maret 2019. Begini rinciannya menurut Kementerian Ketenagakerjaan.