Partai Koalisi Berebut Ekor Jas Jokowi - Prabowo di Pilpres 2019

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, tertawa bersama saat berbincang di sela acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. REUTERS/Darren Whiteside

    Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, tertawa bersama saat berbincang di sela acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. REUTERS/Darren Whiteside


    Berdasarkan laporan Majalah Tempo edisi 16 November 2018, sebagian partai pengusung Jokowi - Ma’ruf belum gencar mengusung pasangan ini karena merasa tidak akan menikmati ekor jas.

    Lembaga sigi Alvara memperkirakan hanya ada dua partai pendukung Jokowi selain PDIP yang lolos ke parlemen, yaitu Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa. Karena itulah tiga petinggi partai pendukung Jokowi lainnya mengatakan memilih berfokus pada pemilihan anggota legislatif supaya bisa melampaui ambang batas parlemen sebesar 4 persen suara nasional.

    Wakil Sekretaris Jenderal Partai NasDem Willy Aditya membenarkan kabar bahwa partainya tak menerima efek “ekor jas” seperti PDIP. Tapi dia mengatakan partainya tetap berkampanye memenangkan Jokowi - Ma’ruf. “Kami mengupayakan berbagai cara, seperti mengerahkan kepala daerah, agar Jokowi bisa menang,” ujarnya. Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia Raja Juli Antoni juga mengklaim tak berhenti berkampanye untuk Jokowi. “Kami tetap berharap ada coattail effect,” katanya.

    Tiga petinggi partai pendukung Jokowi-Ma'ruf mengatakan mandeknya kampanye untuk Jokowi juga disebabkan oleh pasokan logistik yang seret. Bukan hanya duit, alat peraga pun belum dibagikan. Ketua tim kampanye Sumatera Barat, Hendra Irwan Rahim, menyebutkan belum mendapat bantuan dari tim pusat. “Kami lebih banyak bekerja sama dengan sukarelawan,” ujarnya.

    Ketua tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengakui hal serupa. Bekas Bupati Purwakarta ini mengatakan bantuan yang diterima baru dari pengurus pusat partai beringin. Ketua Golkar Jawa Barat itu menyebutkan dana yang dikirim partainya masih cukup untuk mendanai kampanye. “Bensinnya masih ada. Nanti, kalau habis, diisi lagi,” ucapnya.

    Seorang politikus dari partai besar yang membantu memenangkan Jokowi menyebutkan berbagai tim bayangan yang membantu Jokowi pun masih ngos-ngosan mengumpulkan biaya kampanye. Menurut politikus itu, hingga akhir tahun ini baru 30 persen dana kampanye dicairkan. Mulai Januari hingga pemungutan suara 17 April 2019, tim kampanye nasional baru akan jorjoran mendistribusikan logistik.

    Selengkapnya baca Majalah Tempo edisi terbaru di sini.

    Ketua Harian Tim Kampanye Nasional Jokowi - Ma’ruf, Moeldoko, mengatakan belum semua daerah mendapat amunisi untuk memenangkan Jokowi di Pilpres 2019. Menurut dia, tim pusat tak mau royal membagikan logistik pada masa awal kampanye. “Ibarat perang, peluru jangan diboroskan di awal,” ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.