Di Balik Ribut Pembagian Honor Siswa Penari Asian Games

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Menanggapi ribut honor siswa tersebut, Direktur Media dan Publik Relation Inasgoc Danny Buldansyah berharap setiap sekolah bisa transparan. Dia membenarkan perihal alokasi US$ 15 atau sekitar Rp 200 ribu per siswa per latihan untuk jadwal 15 kali latihan.  

    Baca:
    Pembagian Honor Siswa Penari Ratoh Jaroe SMAN 78 Dicicil Dua Kali

    Tapi Danny juga menambahkan, “Jika ada anggaran yang dipakai sekolah itu di luar tanggung jawab kami."

    Directur Ceremony Inasgoc Herty Paulina Purba mengatakan dari Inasgoc telah menyelesaikan tanggung jawab mengirim uang sebagai operasional siswa sejak 17 September 2018. Untuk SMAN 6 dikucurkannya Rp 534 juta, belum dipotong pajak dua persen.

    Kepala SMAN 6 Helmi Rosiana bersikukuh tak membeberkan rincian anggaran yang dipertanyakan siswanya itu ketika ditemui Tempo di sela-sela pembagian jaket dan honor. Alasannya, seluruh kepala sekolah yang siswanya terlibat dalam Asian Games 2018 telah menyerahkan seluruh data ke Dinas Pendidikan. "Saya no comment. Langsung saja ke Dinas Pendidikan," ucap Helmi.

    Ilustrasi latihan untuk upacara pembukaan Asian Games 2018. (youtube/@18th Asian Games 2018)

    Sebagian keterangan didapat Tempo dari Humas SMAN 6 Husniwati. Menurutnya, selain untuk pemberian honor dan jaket, sebagian uang operasional siswa telah digunakan untuk konsumsi, vitamin, dan transportasi selama latihan.

    "Kami sewa lima bus untuk siswa latihan. Bahkan, siswa kami buatkan kaus sebagai pembeda saat latihan," ujarnya.

    Husniwati juga mengungkap rencana sekolah menggunakan sisa dana bukan hanya untuk kepentingan siswa, tapi juga sekolah. Misalnya, membeli penyejuk udara atau AC. Dia tak menyebut berapa unit yang dibutuhkan. "Kan ada kelas anak-anak yang panas," ujarnya.

    Alokasi lain dicontohkannya pembiayaan kegiatan lomba dan membelikan dua unit laptop untuk siswa tak mampu namun berprestasi. "Untuk anak tidak mampu tapi juara OSN (Olimpiade Sains Nasional) akan kami berikan apresiasi seperti itu," katanya.

    Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta Junaidi mengatakan tidak menerima rincian anggaran sekolah terkait dana operasional siswa penari Asian Games 2018. Namun pembagian honor di sekolah-sekolah terjadi sehari setelah para kepala sekolah dipanggil ke kantor dinas.

    "Kami minta selesaikan dengan baik, cepat dan tuntas," ujar Junaidi sambil menambahkan instruksi dari Dinas Pendidikan, “Panggil siswa. Kalau mereka belum mendapatkan uangnya, maka kembalikan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.