Di Balik Ribut Pembagian Honor Siswa Penari Asian Games

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Siswa SMAN 6 Jakarta menerima honor dan sertifikat sebagai penari di pembukaan Asian Games 2018. Pembagian dilakukan ruang kepala sekolah itu, Jumat 21 September 2018. TEMPO/Lani Diana

    Di aula, Kepala SMAN 6 Helmi Rosiana memaparkan data anggaran yang telah diterima dari Lima Arus untuk akomodasi atau operasional siswa selama latihan. Lima Arus adalah event organizer yang ditunjuk Inasgoc.

    Baca:
    Sebelum Dibagikan, Siswa Penari Ratoh Jaroe Tak Tahu Ada Honor

    Kepada siswa, Helmi mengungkapkan bahwa sekolah telah menerima Rp 523,7 juta dari Lima Arus melalui tiga tahap. Uang yang telah digunakan sebanyak Rp 270 juta untuk konsumsi dan transportasi siswa selama latihan.

    Sisanya, Rp 253,7 juta dibagi dua untuk honor siswa dan sekolah. Rinciannya, Rp 137,7 juta untuk honor siswa yang dibagi proporsional sesuai banyaknya hari latihan, dan Rp 116,48 juta untuk sekolah.

    Sejumlah pertanyaan tak dinyana masih membanjir dalam pertemuan itu. Selain pengeluaran untuk akomodasi pada 2, 8 dan 24 Agustus yang mencapai Rp 90 juta, ada juga yang jeli melihat pencairan sebesar Rp 30 juta dari dana akomodasi pada 17 September.

    Ribuan penari membawakan tarian Ratoh Jaroe dalam pembukaan Asian Games 2018 di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta, Sabtu, 18 Agustus 2018. INASGOC/Boy T. Harjanto

    "Teman kami pertanyakan semua rincian itu. Sebab, angkanya bulat-bulat," ujarnya. "Kepala sekolah malah bilang jangan telanjangi kami."

    Itu belum semua karena Helmi disebut menolak merinci anggaran Rp 116,48 juta yang diambil sekolah karena menganggap latihan siswa memakai fasilitas di sekolah. Padahal, kata dia, fasilitas yang digunakan saat latihan di sekolah hanya lapangan, ruang gymnasium, dan pengeras suara. "Kenapa menggunakan fasilitas sekolah sendiri bayarnya sampai ratusan juta," ucapnya.

    Karena berbagai pertanyaan yang datang pula, sekolah akhirnya membatalkan alokasi uang untuk pembuatan jaket senilai Rp 200 ribu per siswa. Tabel anggaran khusus jaket akhirnya dihapus, “dan kepala sekolah bilang jaket sebagai hadiah."

    Hingga jaket dan honor dibagikan, sebagian siswa masih menyimpan pertanyaan. Mereka soroti rincian uang untuk menaikkan honor siswa dari Rp 40 menjadi 50 ribu per hari. “Sebab awalnya kami kan dijelaskan Rp 40 ribu,  kami hanya minta transparansi saja."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.