Menang Praperadilan, Setya Novanto Mulai Bahas Urusan Partai

Reporter:
Editor:

Fransisco Rosarians Enga Geken

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    Peserta aksi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi membawa poster bergambar Ketua DPR Setya Novanto ketika melakukan aksi di depan Gedung KPK, Jakarta, 14 September 2017. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Kondisi kesehatan  Setya Novanto semakin membaik setelah hakim sidang praperadilan Cepi Iskandar membatalkan statusnya sebagai tersangka dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Pada Jumat, 29 September 2017, hakim Cepi mengabulkan gugatan Ketua DPR itu dalam kasus dugaan korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara Rp 2,3 triliun.

    Membaiknya kesehatan Setya Novanto disampaikan pengurus Partai Golkar, Ridwan Bae, yang menjenguk Setya untuk kedua kalinya di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur, Senin, 2 Oktober 2017. “Sebelumnya hanya mampu bicara 2-3 menit. Tadi saat ketemu sudah bisa bicara sekitar 5-10 menit,” kata Ridwan Bae.

    Baca: Ada Kejanggalan di Foto Sakitnya Setya Novanto

    Menurut Ridwan, saat ditemui di ruang perawatan Ketua Umum Golkar itu sempat membahas kondisi partai. “Pertama bahas kondisi kesehatan beliau, lalu membahas kondisi partai,” kata Ridwan tanpa merinci persoalan partai yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

    Setya Novanto masuk rumah sakit setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat panggilan pemeriksaan kepadanya sebagai tersangka kasus E-KTP pada 11 September lalu. Awalnya, Setya mengklaim mengalami vertigo dan gula darahnya naik sehingga ia menjalani perawatan di RS Siloam Semanggi. Sepekan berselang, keluarga Setya memindahkannya ke RS Premier Jatinegara dengan alasan adanya penyumbatan jantung .

    Baca: KPK Sebut Ada Peran Setya Novanto dalam Kasus E-KTP

    Ridwan menjelaskan, Setya terus mengungkapkan keinginannya segera keluar dari rumah sakit. Keinginan itu belum terkabul karena harus tengah menunggu rekomendasi dokter ihwal kondisinya, dinyatakan pulih ataukah harus menjalani rawat jalan. “Apakah nanti dipindahkan ke rumah sakit lain atau keluar (pulang),” ujar Ridwan.

    Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham juga memastikan Setya belum keluar dari rumah sakit. Menurut dia, Setya masih perlu menjalani sejumlah tahap perawatan medis untuk memulihkan kondisi. Hal inilah yang membuat Idrus menahan semua rencana pengambilan keputusan dan rapat strategis di DPP partai beringin tersebut. “Setelah pulih, Setya sendiri yang akan memimpin semua rapat,” kata dia.

    Baca: Selain Cepi Iskandar, Ini 4 Hakim yang Mengabulkan Praperadilan

    Kepala Hubungan Masyarakat RS Premier Jatinegara, Sukendar, mengaku belum mengetahui perkembangan kesehatan Setya Novanto. Ia mengatakan akan berkomunikasi dengan keluarga Setya Novanto mengenai kondisi pasien tersebut. “Belum bisa dipastikan sekarang. Saya harus komunikasi dulu.”

    BUDIARTI UTAMI l FRANSISCO  

    Baca juga: Resep KPK Balas Kekalahan Kasus  Setya Novanto


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.