9 Nama yang Disebut dalam Pandora Papers

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo Pandora Papers.[International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ)]

    Logo Pandora Papers.[International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ)]

    TEMPO.CO, JakartaPandora Papers adalah kolaborasi 150 media dari 117 negara, termasuk Tempo satu-satunya dari media Indonesia. Laporan ini disebut sebagai “Pandora Papers”, yang mengungkap temuan transaksi tersembunyi para pejabat elit, ratusan politisi berpengaruh, miliarder, selebriti, pemuka agama hingga pengedar narkoba. Pandora Papers menjelaskan pula bagaimana mereka menggunakan rekening luar negeri untuk melindungi aset yang secara kolektif bernilai triliunan dolar.

    Ada lebih dari 330 politikus yang saat ini telah diidentifikasi menerima manfaat dari akun rahasia, diantaranya Raja Yordania Abdullah II, mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis, Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Presiden Ekuador Guillermo Lasso, rekan dari Perdana Menteri Pakistan Imran Khan dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

    Oxfam International, sebuah konsorsium badan amal Inggris, memuji Pandora Papers karena mengungkap contoh keserakahan yang merampas pendapatan pajak negara-negara yang dapat digunakan untuk membiayai program dan proyek untuk kebaikan yang lebih besar.

    "Di sinilah rumah sakit kami yang hilang," kata Oxfam dalam sebuah pernyataan.

    The Pandora Papers adalah tindak lanjut dari proyek serupa pada 2016, yang disebut Panama Papers. Dokumen itu juga disusun oleh kelompok jurnalistik yang sama.

    Porting dilakukan melalui hampir 3 terabyte data, setara dengan sekitar 750.000 foto di sebuah smartphone. Dokumen yang termaktub berasal dari tahun 1970-an, tetapi sebagian besar file diambil pada periode 1996 hingga 2020.

    Sebaliknya, Panama Papers bersumber dari data yang bocor oleh salah satu firma hukum bernama Mossack Fonseca di Panama. Walhasil, muncullah nama Panama Papers.

     

    Berikut 9 dari banyak nama yang disebut dalam Pandora Papers :  

     

    1.TonyBlair

    Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair telah berbicara menentang penghindaran pajak selama beberapa dekade, tetapi kebocoran mengungkapkan dia dan istrinya mampu memiliki gedung senilai $8,8 juta (Rp 114 miliar).

    2.Raja Abdullah II dari Yordania

    Raja Abdullah II dari Yordania membeli tiga rumah mewah di tepi pantai dengan total $68 juta (Rp 970 miliar) di Malibu, California, Amerika Serikat.

    Pengacara Raja Abdullah II dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa Raja tidak menyalahgunakan uang publik. Tim pengacara pun menegaskan kepemilikan property-properti itu tidak dibeli melalui perusahaan cangkang.

    3.Shakira, penyanyi dari Kolombia

    Pengacara Shakira mengatakan kliennya memiliki rekening di luar negeri dan itu tidak dirahasiakan. Rekening itu tidak memberikan keuntungan pajak apa pun.

    4.Svetlana Krivonogikh

    Washington Post melaporkan Svetlana Krivonogikh, perempuan asal Rusia, memiliki sebuah apartemen di Monako melalui sebuah perusahaan cangkang pada April 2003 atau beberapa pekan setelah dia melahirkan seorang anak perempuan. Krivonogikh adalah sosok yang dikabarkan punya hubungan dengan Presiden Putin.

    Kremlin mengatakan tidak melihat adanya bukti yang disembunyikan.

    5. Miliarder Turki dan taipan konstruksi Erman Ilicak

    Ilicak disebut memiliki hubungan dengan dua perusahaan cangkang, yang terdaftar atas nama ibunya pada 2014. Keduanya memegang aset dari konglomerat konstruksi keluarga. Salah satunya, Covar Trading Ltd., yang memperoleh pendapatan $105,5 juta dari dividen selama tahun penuh pertama operasinya. Laporan keuangan rahasia menyebut uang itu disimpan di rekening bank di Swiss. 

    6. Perdana Menteri Republik Ceko Andrej Babis

    Babis dilaporkan punya property senilai USD.22 million (Rp 313 miliar) di dekat Cannes, Prancis. Babis, yang sudah menjadi miliarder sebelum memasuki politik, menyangkal telah melakukan kesalahan.     

    “Uang yang ditarik dari bank di Ceko, itu sudah dikenakan pajak. Itu adalah uang saya pribadi dan dikembalikan ke sebuah bank di Ceko,” kata Babis.    

    7. Mantan Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab

    Sadar namanya disebut dalam Pandora Papers, Diab menegaskan dia sudah melepaskan kepemilikan saham sebuah perusahaan yang disebut oleh Pandora Papers. Dia pun menyangkal telah berbuat kesalahan.

    Diab sebelumnya telah ambil bagian dalam pendanaan sebuah perusahaan pada 2015 silam. Namun perusahaan itu sekarang sudah tidak aktif lagi dan dia pun sudah mengundurkan diri dari perusahaan tersebut serta menjual saham-sahamnya

    8. Anil Ambani, pengusaha asal India.

    Ambani dan perwakilannya dituduh memiliki setidaknya 18 perusahaan cangkang di Jersey, British Virgin Island dan Siprus. Ambani tidak mau berkomentar saat ditanya Reuters.

    9.Menteri Keuangan Pakistan Shaukat Tarin

    Oposisi di Pakistan menyerukan kepada Perdana Menteri Pakistan Imran Khan agar meminta anggota kabinetnya dan ajudannya, yang disebut dalam Pandora Papers, segera mengundurkan diri dan menjalani persidangan.

    Tarin adalah salah satu politikus dari Pakistan, yang disebut dalam Pandora Papers. Dia menyangkal telah melakukan kesalahan.

    Baca juga: Kerajaan Yordania Benarkan Raja Abdullah II Punya Properti di Luar Negeri

    Afifa Rizkia Amani | Reuters


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.