Berebut Naik Haji di Tengah Pandemi Covid-19

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jemaah haji menjaga jarak sosial melakukan tawaf di Masjidil Haram selama ibadah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, 17 Juli 2021. [Kementerian Media Saudi/Handout via REUTERS]

    Jemaah haji menjaga jarak sosial melakukan tawaf di Masjidil Haram selama ibadah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi, 17 Juli 2021. [Kementerian Media Saudi/Handout via REUTERS]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksanaan ibadah haji tahun ini kembali berbeda dari tahun-tahun sebelumnya gara-gara pandemi Covid-19. Sejumlah aturan diberlakukan agar penyebaran virus corona di Arab Saudi tetap terkendali.

    Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh mengatakan pada Tempo, Senin 19 Juli 2021, KRBI di Riyadh tidak menggelar salat ied berjamaah pada hari Raya Idul Adha bersama WNI, yang menetap di Riyadh. Sedangkan untuk pemotongan hewan qurban, diserahkan langsung ke rumah pemotongan hewan (rumah jagal).

    “Untuk yang di kota-kota, pemotongan qurban di tempat pemotongan hewan. Kalau di wilayah pedalaman, mereka akan memanggil petugas penyembelihan hewan,” kata Agus.

    Pembagian hewan qurban di tengah pandemic Covid-19, juga langsung dikoordinir oleh otoritas. Daging hewan qurban dibagikan kepada warga yang berhak menerima, baik itu warga Arab Saudi atau ekspatriat selama mereka masuk kategori kelompok yang berhak menerima daging hewan qurban.

    “Untuk seluruh WNI di Arab Saudi, tetap patuhi prokes (protokol kesehatan) dan yang belum vaksin (Covid-19), harap secepatnya vaksin. WNI yang overstay juga mendapat fasilitas untuk suntik vaksin virus corona, KBRI perjuangkan itu,” kata agus, mengimbau WNI di Arab Saudi.

    Jemaah haji berdoa saat menjalankan wukuf di padang Arafah, Mekah, Arab Saudi, 19 Juli 2021. Selama menjalankan prosesi haji, jemaah harus mengenakan masker dan menjaga jarak. REUTERS/Ahmed Yosri

    Tahun ini, Kerajaan Arab Saudi memutuskan untuk tetap menggelar pelaksanaan haji. Namun yang paling disoroti adalah persyaratan yang sangat ketat.  

    Pertama, Kerajaan Arab Saudi membatasi quota atau jumlah jamaah yang boleh menunaikan ibadah haji. Pada tahun ini, quota yang dipatok adalah 60 ribu jamaah. Jumlah itu naik cukup banyak dibanding 2020 lalu, yang hanya seribu jamaah. Namun jauh lebih sedikit jika dibanding tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, yang bisa sampai 2,5 juta jamaah haji.

    Kedua, selain membatasi quota jamaah, mereka yang boleh menunaikan ibadah haji hanyalah warga negara Arab Saudi dan WNA, yang sudah menetap di negara itu.

    Aturan lainnya adalah harus sudah mendapat suntikan dua dosis vaksin virus corona, berusia 18 tahun – 65 tahun, tidak punya riwayat penyakit kronis dan belum pernah naik haji sebelumnya.

    Lantaran terbatasnya quota haji, sedangkan haji adalah salah satu ibadah yang sangat agung bagi umat Islam, maka berebutlah orang yang ingin berangkat haji.

    Total ada 558.270 orang yang mendaftar untuk mengikuti pelaksanaan ibadah haji 2021. Padahal quota yang dibuka hanya 60 ribu jamaah.

    Pemandangan di area Mina menjelang ibadah haji tahunan, di kota suci Mekah, Arab Saudi 18 Juli 2021. [Kementerian Media Arab Saudi/Handout via REUTERS]

    Lewat seleksi ketat, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengatakan mereka yang lolos seleksi mewakili 150 negara di dunia, namun sudah tinggal di Kerajaan Arab Saudi. Untuk WNI yang mukim di Arab Saudi, yang lolos seleksi haji tahun ini sebanyak 327 orang.

    WNI yang terpilih untuk melaksanakan ibadah haji 2021 diantaranya diplomat, ekspatriat Indonesia, mahasiswa dan juga TKI/PMI (Pekerja Migran Indonesia). Kepada mereka, Duta Besar Agus meminta didoakan supaya pemerintah dan bangsa Indonesia diberikan kemudahan oleh Allah keluar dari pandemi Covid-19.

    Warga Palestina yang sudah mukim di Arab Saudi, Um Ahmed, gembira bukan main saat dikabarkan lolos seleksi naik haji 2021.                

    “Ini adalah perasaan yang tidak bisa digambarkan saat mengetahui saya terpilih diantara jutaan orang yang ingin menunaikan ibadah haji. Saya berdoa kepada Allah SWT agar masa sulit ini (Covid-19) segera berakhir karena hampir semua negara mengalami pandemi Covid-19,” kata Ahmed, yang kehilangan empat anggota keluarganya akibat Covid-19.   

    Pada pelaksanaan wukuf di Arafah, Senin, 19 Juli 2021, jamaah duduk sambil social distancing dan memakai masker. Padahal pada tahun-tahun sebelum wabah Covid-19, tempat ini dipenuhi jamaah yang duduk saling berdempetan.

    Bagi umat Islam menunaikan ibadah haji adalah kesempatan setidaknya sekali dalam seumur hidup. Menunaikan ibadah haji juga hukumnya wajib, bagi yang mampu secara finansial.

    Baca juga: Terpopuler Bisnis: Amerika Antre Beli Alat Oksigen, Masa Tunggu Haji 46 Tahun


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.