Timbang-timbang Ganjil Genap Lagi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021. Polda Metro Jaya mengusulkan agar ganjil-genap kembali diberlakukan dimasa PPKM mikro. Salah satu pertimbangannya adalah terjadi peningkatan kemacetan di Jakarta sebanyak 15 persen. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021. Polda Metro Jaya mengusulkan agar ganjil-genap kembali diberlakukan dimasa PPKM mikro. Salah satu pertimbangannya adalah terjadi peningkatan kemacetan di Jakarta sebanyak 15 persen. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta berencana kembali menerapkan ganjil genap saat pemberlakuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro yang diperpanjang lagi mulai 1-14 Juni 2021.

    Usul ini pertama kali disampaikan Polda Metro Jaya yang disambut baik Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Meski begitu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, ganjil genap belum akan diberlakukan dalam waktu dekat.

    Pemerintah DKI masih menunggu rekomendasi teknis dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) soal rencana penerapan kembali kebijakan itu.

     
    Rekomendasi itu, bakal digunakan Dinas Perhubungan DKI untuk kajian komprehensif mengenai perlu atau tidaknya kebijakan ganjil-genap diterapkan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro. "Kami masih menunggu rekomendasi teknis dari DTKJ," kata Syafrin.
     
    Syafrin menuturkan, kalaupun ganjil genap diberlakukan kembali, kemungkinan penerapannya akan dilakukan secara bertahap. "Pemerintah DKI mengidentifikasi sekitar 25 ruas jalan yang menjadi titik kemacetan untuk diberlakukan gage secara bertahap." 
     
    Dinas Perhubungan DKI juga telah memegang data pelaku perjalanan selama PSBB dan PPKM Mikro diberlakukan Melalui data itu, Pemerintah DKI bisa menentukan titik-titik mana saja yang menjadi prioritas penerapan ganjil genap nantinya. 

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.