Cuaca Ekstrem Mengintai, Akankah DKI Gagap Lagi Hadapi Banjir?

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau lokasi banjir di RW14 Kelurahan Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, 2 Januari 2020. Tempo/Imam Hamdi

    TEMPO.CO, Jakarta -BMKG memprediksi cuaca buruk akibat hujan ekstrem terjadi pada 11-12 Januari 2020. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo mengatakan peringatan dini tersebut dibuat salah satunya karena melihat faktor eksternal berupa aktivitas cuaca di Samudera Hindia.

    Menurut dia, ada aktivitas pertumbuhan awan yang cukup masif di sana dan diperkirakan melintas di Jabodetabek. "Tapi sebenarnya, tanggal 11-12 Januari ini sudah mulai bergeser ke arah timur, salah satu indikasinya mengarah ke Sulawesi Selatan," kata Mulyono, kepada Tempo, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Mulyono mengimbau warga untuk tetap waspada. Karena, musim hujan tahun ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2020. Selain itu, puncak penghujan belum dilewati. "Jabodetabek mencapai puncaknya akhir Januari atau awal Februari," kata dia.

    Adapun Gubernur Anies Baswedan mengatakan punya cara baru untuk menyampaikan peringatan dini bencana kepada warga Ibu Kota. Yakni menggunakan toa atau pengeras suara. "Nanti langsung ke masyarakat berkeliling menggunakan toa (pengeras suara) untuk memberitahu semuanya," ujarnya.

    Menurut Anies, peringatan dini saat banjir kemarin pemerintah telah menginformasikannya kepada masyarakat di media sosial. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu tidak semua mendapatkan informasi yang disebar melalui media sosial. "Malam hari diberitahunya lewat HP. Akhirnya sebagian tidak dapat informasi."

    Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco menyatakan pemerintah harus memperbaiki peringatan dini bencana. Tujuannya, kata dia, agar masyarakat yang berada di lokasi rawan banjir, bisa mengurangi dampak kerugian akibat bencana tersebut. "Kalau peringatan dini bencana baik, kerugiannya bisa diminimalisir," ujarnya.

    Basri Baco mengusulkan pembentukan pansus banjir. Menurut dia, pansus banjir nantinya bakal dicari tahu data, penyebab dan dampak hingga solusi terhadap banjir Jakarta. Dewan akan menyerahkan hasil rekomendasi pansus kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menanggulangi banjir.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.