Kabinet Baru Jokowi Disambut Investor, Rupiah dan Saham Menguat

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'aruf amin berfoto bersama Kabinet Indonesia Maju periode Tahun 2019-2024 di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma'aruf amin berfoto bersama Kabinet Indonesia Maju periode Tahun 2019-2024 di Veranda Istana Negara, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2019. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi hari ini menggelar rapat terbatas perdana dengan menteri-menterinya. Sejumlah wajah baru muncul dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 dan disambut positif oleh investor. 

    Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pengumuman dan pelantikan menteri dalam Kabinet Indonesia Maju 2019-2024 menjadi salah satu katalis positif bagi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada perdagangan hari ini, Kamis, 24 Oktober 2019, IHSG kembali menguat.

    "Kami melihat sentimen positif kabinet masih menjadi penopang penggerak pasar, baik saham maupun obligasi. Kami juga melihat minat para pelaku pasar, baik lokal maupun asing masih sangat besar," kata Nico Demus di Jakarta, Kamis, 24 Oktober 2019.

    Selain kabinet baru, katalis positif juga datang dari adanya potensi pemangkasan tingkat suku bunga Bank Indonesia pada hari ini. Apalagi, pemerintah terus berusaha untuk mengakomodir kebijakan yang pro pertumbuhan. Salah satunya, dengan melakukan kebijakan pemangkasan tingkat suku bunga.

    Nico Demus mengatakan pelantikan menteri dan pengumuman kabinet serta potensi pemangkasan suku bunga masih akan jadi sentimen positif bagi gerak IHSG. Keduanya, masih akan menjadi pendorong gerak IHSG di tengah mulai minimnya sentimen untuk pasar setelah pengumuman kabinet rampung.

    Setelah ini, lanjut Nico Demus, pasar akan fokus menanti agenda menteri kabinet yang telah dilantik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Pasar dan juga publik akan menilai apakah agenda menteri terkait bisa mewujudkan visi dan misi dari Presiden Jokowi atau tidak.

    Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat menguat usai dibuka pada awal perdagangan sesi pertama, pada pukul 10.35 WIB, Kamis 24 Oktober 2019. IHSG tercatat menguat ke level 6.306,70 atau menguat 0,78 persen dibandingkan pada penutupan perdagangan kemarin.

    Dikutip dari RTI, sepanjang awal sesi, IHSG langsung menguat dalam rentang 6.270 hingga 6.309. Tercatat sebanyak 208 emiten menguat, 135 tak bergerak dan 138 saham melemah. Dengan kondisi ini kapitalisasi pasar di bursa efek mencapai angka Rp 7.275,74 triliun.

    Selain menguat, investor asing juga mencatatkan nett buy atau aksi beli bersih sebesar Rp 150,35 miliar di seluruh jenis pasar. Aksi beli bersih paling banyak terjadi di pasar reguler dengan nilai mencapai Rp 279,19 miliar.

    Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat 0,11 persen ke level Rp 14.014 di pasar sekunder pada perdagangan hari ini pada pukul 10.35 WIB. Sedangkan nilai tukar dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga menguat ke level Rp 13.996 per dolar AS dari Rp 14.051 pada hari sebelumnya.

    Susunan kabinet Jokowi, menurut Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra menopang penguatan rupiah. Resposn pasar terhadap susunan menteri tersebut cukup positif dan menimbulkan optimisme terhadap 5 tahun ke depan.

    “Optimisme (untuk pertumbuhan ekonomi 5 tahun ke depan) muncul, tetapi masih harus didukung dengan data. Rupiah tidak akan menguat terus-menerus dan masih akan bergantung kepada data ekonomi Indonesia setelah kabinet ini bekerja,” ujar Ariston, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Presiden Jokowi berjanji untuk meningkatkan investasi dan kemudahan berbisnis untuk masa jabatan lima tahun keduanya.

    Guna mencapai tujuannya ini, Jokowi telah menunjuk kembali Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan serta membawa sejumlah taipan bisnis dan teknokrat untuk menangani pos-pos kementerian ekonomi.

    Selain itu, Jokowi mempercayai pesaingnya dalam pemilu 2014 dan 2019, Prabowo Subianto, untuk menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Langkah ini sekaligus memperluas koalisi partai-partai yang mendukung pemerintah menjadi hampir 75 persen kursi di parlemen.

    Jajaran menteri baru Kabinet Indonesia Maju yang ditunjuk Jokowi untuk mendampinginya dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, pun dipandang akan membantu memulihkan kepercayaan investor.

    “Kami percaya kabinet baru ini layak dan dapat mendukung reformasi lebih lanjut di masa mendatang. Reformasi struktural maupun peraturan yang sulit dapat didorong tanpa banyak kesulitan,” ujar Ferry Wong, analis di Citigroup Inc.

    DIAS PRASONGKO | BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.