22 Negara Soroti Penahanan Warga Uighur oleh Pemerintah Cina

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara pembukaan kamp pusat reedukasi Uighur di kota Korla provinsi Xinjiang, Cina. {RFA]

    Upacara pembukaan kamp pusat reedukasi Uighur di kota Korla provinsi Xinjiang, Cina. {RFA]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Cina mengritik keras Australia dan sejumlah negara terkait kritik mereka atas perlakuan Beijing terhadap warga Muslim Uighur di daerah otonom Xinjiang.

    Baca juga: 37 Negara Bela Perlakuan Cina terhadap Uighur di Xinjiang

     

    Australia merupakan satu dari 22 negara yang berkirim surat ke Dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB dan mengritik kebijakan Beijing di wilayah barat laut Cina ini.

    Surat yang dikirimkan pekan lalu itu berisi permintaan agar,”Pemerintah Cina mengakhiri penahanan semena-mena dan tindak kekerasan terhadap Muslim di wilayah Xinjiang.’

    Menteri Luar Negeri Australia, Marise Payne, menegaskan sikap negeri Kangguru terhadap isu ini.

    Baca juga: Mohammed bin Salman Bela Cina Soal Penahanan Uighur

     

    “Keprihatinan-keprihatinan ini telah disampaikan kepada pemerintah Cina secara reguler termasuk secara langsung oleh saya saat kunjungan pada tahun lalu,” kata Payne kepada radio ABC seperti dikutip News pada Senin, 14 Juli 2019.

    Payne mengatakan pemerintah Australia merasa khawatir dengan cara perlakuan pemerintah Cina terhadap warga Muslim Uighur yang ditahan di dalam kamp-kamp penahanan.

    Payne bercerita kekhawatiran ini juga dirasakan 21 negara lain. Ini membuat sebanyak 22 negara berkirim surat kepada Presiden dari Dewan HAM PBB pada pekan lalu untuk menyuarakan isu krusial ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.