Anies Naturalisasi Sungai di DKI, 2020 Jakarta Bebas Banjir?

Foto udara saat banjir akibat luapan Sungai Ciliwung di Jalan Jatinegara, Kampung Melayu, Jakarta, Jumat 26 April 2019. Banjir itu terjadi sejak Jumat pagi akibat tingginya intensitas hujan di Wilayah Bogor dan sekitarnya. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menerapkan program naturalisasi sungai di Kanal Banjir Barat dan Kali Ciliwung Lama. Selain di dua sungai itu, naturalisasi juga akan diterapkan di tiga waduk.

Baca: Banjir Jakarta, Anies Klaim Naturalisasi Sungai Selesai 2019

Anies menargetkan program naturalisasi dua sungai dan tiga waduk bakal rampung pada tahun ini. “Akhir tahun ini insya Allah sudah selesai,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di lapangan Monumen Nasional, Kamis 3 Mei 2019.

Sungai yang akan dinaturalisasi ialah Kanal Banjir Barat, di sekitar Dukuh Atas, dan Kali Ciliwung Lama di tepi Jalan Kerapu, Pademangan, Jakarta Utara. Adapun waduk yang dinaturalisasi adalah Waduk Kampung Rambutan, Waduk Sunter Selatan sisi timur, dan Waduk Cimanggis.

Kondisi anak kali Ciliwung di jalan Krapu, Pamendangan, Ancol, Jakarta Utara yang akan menjadi salah satu lokasi progam naturalisasi sungai DKI Jakarta, Jumat 3 Mei 2019. TEMPO/Taufiq Siddiq

Naturalisasi dua sungai dan tiga waduk itu merupakan bagian dari program pengendalian banjir di Ibu Kota. Di samping itu, pemerintah DKI akan membangun kolam retensi (penampung air) dan waduk baru, drainase vertikal (sumur resapan), serta tanggul di pesisir Jakarta untuk mencegah rob.

Program naturalisasi sungai ini telah dilontarkan Anies sejak masa kampanye pemilihan gubernur 2017. Dia menginginkan sungai dan waduk di Ibu Kota ditata secara alamiah.

Ketimbang dibeton permanen seperti pada program normalisasi, menurut Anies, tepian sungai dan waduk lebih baik dibuat berundak-undak dengan dinding penahan dari tanah atau batu kali.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yusmada Faizal, menjelaskan naturalisasi di Kanal Banjir Barat akan dipusatkan di Dukuh Atas dengan panjang sekitar 500 meter. Lahan di sekitar kanal akan diubah menjadi ruang publik. “Agar menjadi ruang untuk beraktivitas,” kata dia.

Yusmada menambahkan, Kanal Banjir Barat dan Kali Ciliwung Lama dipilih untuk program naturalisasi karena pemerintah Jakarta berwenang menata kedua kali itu. Sedangkan kewenangan untuk menata 13 sungai besar yang melalui Jakarta, seperti Sungai Ciliwung, berada di bawah kendali Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kendati begitu, Anies pun mengusulkan agar Sungai Ciliwung dinaturalisasi.

Menurut Yusmada, efektivitas program naturalisasi sungai dan waduk bergantung pada program antisipasi banjir lainnya, seperti pembangunan situ dan waduk, naturalisasi sungai, serta pengendalian rob. “Jadi, pendekatannya enggak bisa satu-satu,” ujarnya.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen Naturalisasi Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Yose Rizal, menuturkan bahwa anggaran naturalisasi tiga waduk itu mencapai Rp 106 miliar. Adapun anggaran untuk naturalisasi dua sungai sebesar Rp 56 miliar.

Peneliti tata air dari Universitas Indonesia, Firdaus Ali, berpendapat bahwa naturalisasi sungai sulit diterapkan di Ibu Kota. Sebab, naturalisasi memerlukan lahan luas di tepi sungai. Menurut dia, program normalisasi (pengerukan dan pembetonan) pinggir sungai dan danau lebih cocok diterapkan di Jakarta. “Kalau (naturalisasi) diterapkan di Papua atau Kalimantan bisa karena lahannya ada,” kata dia.

Program naturalisasi, menurut Firdaus, semakin sulit dilakukan karena Gubernur Anies tidak mau menggusur warga yang menempati bantaran sungai. Masalah lainnya, tanah Jakarta juga tidak bisa menyerap air dengan baik. Bila turun hujan atau debit air sungai meningkat, air yang bisa diserap tanah di sekitarnya hanya 20-30 persen. “Kalau sungai dinaturalisasi dengan melambatkan aliran airnya, yang terjadi malah banjir,” ujar dia.

Baca: Program Naturalisasi Anies, Ini Sungai dan Waduk yang Jadi Target

Ketika sungai kelebihan debit air, menurut Firdaus, solusinya adalah mempercepat aliran air ke laut. Untuk menahan debit air yang besar, tepian sungai harus dipasangi sheet pile atau beton agar tanah tidak longsor. Firdaus pun mengingatkan bahwa pemerintah Jakarta tidak punya banyak waktu untuk melakukan naturalisasi sungai. Sebab, banjir bisa sewaktu-waktu menerjang Jakarta.

LANI DIANA






Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

15 jam lalu

Dua Alat Berat Diturunkan untuk Bersihkan Sisa Material Banjir di Garut

Pemprov Jawa Barat menurunkan dua alat berat untuk mempercepat proses membersihkan material sisa banjir di Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut


Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

17 jam lalu

Kementan: Asuransi Pertanian Solusi untuk Antisipasi Bencana Banjir

Asuransi membuat petani tidak merugi. Lahan yang diasuransi akan mendapatkan klaim saat terjadi gagal panen.


RPD DKI 2023-2026, Anies Ingin Ada Badan yang Kelola Dana Rumah DP Nol Rupiah

19 jam lalu

RPD DKI 2023-2026, Anies Ingin Ada Badan yang Kelola Dana Rumah DP Nol Rupiah

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyusun lima upaya untuk mendukung penyediaan rumah DP nol rupiah


Anies Baswedan Janji Tak Ada Komersialisasi di TIM: Agar Kegiatan Seni Bisa Berjalan

22 jam lalu

Anies Baswedan Janji Tak Ada Komersialisasi di TIM: Agar Kegiatan Seni Bisa Berjalan

Anies Baswedan mengklaim prioritas Pemprov DKI saat ini memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan seni dan budaya di Jakarta


Anies Baswedan Baca Puisi Rakyat Sumber Kedaulatan: Sebagai Pengingat

1 hari lalu

Anies Baswedan Baca Puisi Rakyat Sumber Kedaulatan: Sebagai Pengingat

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membacakan puisi karya W.S. Rendra dalam pagelaran perdana seni teatrikal di Taman Ismail Marzuki


Malam-Malam ke Perempatan Fatmawati, Anies Cek Kemacetan

1 hari lalu

Malam-Malam ke Perempatan Fatmawati, Anies Cek Kemacetan

Anies mencontohkan perempatan Fatmawati sebagai kawasan yang lama kelamaan jalanan umumnya dipenuhi tempat parkir sehingga terjadi kemacetan.


Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

1 hari lalu

Cegah Genangan, Pemkot Surabaya Bangun 55 Titik Sodetan

Sodetan atau crossing di berbagai lokasi ditargetkan rampung pada November mendatang.


Ruas Tol Pondok Aren-Serpong KM 08 Masih Ditutup Karena Banjir

1 hari lalu

Ruas Tol Pondok Aren-Serpong KM 08 Masih Ditutup Karena Banjir

Satu jam lebih sejak banjir, ruas tol Pondok Aren-Serpong Km 08 masih tertutup banjir dan sementara belum bisa dilintasi.


Ruas Tol Pondok Aren-Serpong KM 08 Banjir, Tak Bisa Dilalui Kendaraan

1 hari lalu

Ruas Tol Pondok Aren-Serpong KM 08 Banjir, Tak Bisa Dilalui Kendaraan

Ruas tol Pondok Aren-Serpong KM 08 banjir hingga membuat kendaraan tak bisa melintas.


DKI Rampung Bangun Saringan Sampah Kali Ciliwung di Pasar Rebo, Kurangi Beban Pintu Air Manggarai

1 hari lalu

DKI Rampung Bangun Saringan Sampah Kali Ciliwung di Pasar Rebo, Kurangi Beban Pintu Air Manggarai

Pemprov DKI membangun saringan sampah Kali Ciliwung di Pasar Rebo-Jagakarsa. Kurangi beban Pintu Air Manggarai.