Bappenas Sebut Predikat Unicorn Undang Investasi

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan pidato pada diskusi panel tentang Inclusive Urbanization Amid Global Change dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu 13 Oktober 2018. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

    TEMPO.CO, Jakarta - Bisnis rintisan alias startup berpredikat unicorn disebut memiliki dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan predikat unicorn menunjukkan bahwa sudah ada pelaku bisnis rintisan nasinal yang menginjak level internasional dengan nilai pasar yang tinggi. Unicorn adalah bisnis rintisan yang memiliki valuasi nilai US$ 1 miliar.


    Baca juga: Pentingkah Jumlah Unicorn Bagi Perekonomian RI? Ini Kata Bappenas

    "Market value yang besar pasti akan mengundang modal masuk," kata Bambang di Ayana Mid Plaza, Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019. Selain itu, dengan terus bertumbuhnya bisnis tersebut, ia berharap para pelaku startup itu bisa menjadi pemain besar di kancah global dan bisa mengangkat produk dalam negeri menembus pasar internasional.

    Istilah unicorn menghangat setelah dibahas dalam debat capres Minggu, 17 Februari 2019.Saat itu, calon presiden Joko Widodo atau Jokowi melontarkan pertanyaan kepada Calon presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto soal strategi yang akan dilakukan untuk mengembangkan unicorn dari Indonesia. Jokowi bertanya kepada Prabowo soal infrastruktur apa yang dibapak bangun untuk mendukung pengembangan perusahaan-perusahaan tersebut di Indonesia.

    Prabowo sempat terlihat bingung dalam menjawab pertanyaan Jokowi itu. Kebingungan itu terlihat dari jawaban Prabowo berikutnya. "Yang Bapak maksud Unicorn maksudnya yang apa? Yang online-online itu?" kata Prabowo, Ahad malam, 17 Februari 2019. Mendengar jawaban itu, Jokowi hanya mengangguk-angguk.

    Empat dari tujuh unicorn berada di Indonesia. Keempatnya adalah Go-Jek, Traveloka, Tokopedia, dan Bukalapak. "Oleh sebab itu kita ingin agar tidaknya empat tetapi ada tambahan-tambah unicorn baru di Indonesia," tutur Jokowi saat debat capres.

    Prabowo juga menyebutkan bahwa adanya unicorn menimbulkan kekhawatiran akan adanya aliran dana yang keluar. Sebabnya dari keempat unicorn, semuanya menerima suntikan modal asing.

    Namun menurut Bambang Brodjonegoro, aliran duit yang keluar jauh lebih kecil ketimbang dana yang masuk ke dalam negeri. "Jauh lebih besar inflow-nya daripada outflow-nya," ujar dia.

    Meski demikian, tak Bambang mengakui akan ada dividen yang mengalir keluar. "Bahkan kita juga melihat, kalau unicorn berkembang, maka sebagian deviden akan digunakan untuk investasi lagi."

    Guna menciptakan unicorn baru dan mendukung perusahaan rintisan, pemerintah sedang menyusun kebijakan yang diperlukan. "Jadi melihat apa kebutuhan mereka, apa dari sisi fasilitas, dan bentuk support yang dibutuhkan," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin, 18 Februari 2019.

    Pasalnya, kata Sri Mulyani, hampir setiap hari di setiap negara akan lahir ribuan perusahaan rintisan atau startup. Sayangnya tak banyak yang bisa bertahan. "Tidak semua bisa survive karena ada yang namanya valley of death."

    Kondisi itu muncul ketika bisnis rintisan mulai tumbuh dan akan memasuki fase komersialisasi. "Dari situ mereka harus didukung," ujar Sri Mulyani. Dukungan itu bisa diberikan berdasarkan studi dari negara-negara lain, maupun dari pengalaman di dalam negeri. "Karena kita kini telah menghasilkan unicorn yan cukup banyak, artinya di Asean kita termasuk exceptional dan maju."

    Ke depannya, menurut Sri Mulyani, dalam mendukung kreativitas dan inovasi yang sudah muncul, adalah memperbaiki ekosistem. Dengan perbaikan ekosistem itu, ia yakin akan lebih banyak lagi unicorn yang muncul.

    Dalam debat capres tersebut, Jokowi juga menyatakan pemerintah telah menyiapkan program 1.000 startup baru yang dihubungkan dengan inkubator-inkubator global. Tujuannya agar mereka memiliki akses untuk inovasi sehingga bisa dikembangkan di negara lain. Dukungan terhadap unicorn ini juga ditunjukkan dengan pembangunan infrastruktur seperti Palapa Ring di Indonesia bagian barat dan tengah sudah terbangun 100 persen.

    "Di Indonesia bagian timur sembilan puluh persen selesai dan nanti di Juli Insya Allah 100 persen. Ini menyambungkan menyambungkan backbone dengan broadband dengan kecepatan yang sangat tinggi," kata Jokowi.

    CAESAR AKBAR I BUDIARTI PUTRI UTAMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.