Rabu, 19 Desember 2018

Istaka Karya dan BPJS Hitung Santunan Korban Penembakan di Papua

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasukan Brimob dari Timika tiba untuk mengamankan kondisi di Wamena, Papua Selasa, 4 Desember 2018. Jumlah aparat keamanan ditambah untuk mengamankan situasi di daerah tersebut. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Pasukan Brimob dari Timika tiba untuk mengamankan kondisi di Wamena, Papua Selasa, 4 Desember 2018. Jumlah aparat keamanan ditambah untuk mengamankan situasi di daerah tersebut. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Binsar mengatakan gangguan ini berupa tembakan dari kelompok bersenjata yang diketahui Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB). "Sekarang masih sedang kontak tembak," katanya.

    TNI telah menemukan setidaknya 16 jenazah korban penembakan. Jenazah akan dievakuasi dari titik-titik temuan ke wilayah Mbua. Selain itu, TNI juga menemukan tiga orang personel pekerja PT. Istaka Karya yang menjadi korban selamat. "Kami harapkan nanti akan semakin banyak yang ditemukan sambil proses evakuasi," katanya.

    Menurut Binsar, evakuasi akan dilakukan dari Mbua ke Timika. Evakuasi ini mengangkut seluruh korban baik yang meninggal dan yang masih hidup. "Evakuasi nanti dari Mbua langsung ke timika, tidak ke Wamena," ucapnya.

    Binsar mengatakan personel gabungan menurunkan dua pasukan sorti. Satu pasukan, kata dia, akan berjumlah sekitar 10 personel. "Ada dua pasukan sorti jadi sekitar 20 personel untuk evakuasi," tuturnya.

    Penembakan di Papua tak membuat pembangunan di wilayah tersebut dihentikan. Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan pembangunan akan jalan terus. Penembakan ini justru membuat pemerintah lebih bersemangat membangun di sana.

    Baca juga: Moeldoko Minta Penembakan di Papua Tak Dikaitkan dengan HUT OPM

    "Ini malah membuat tekad kita membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua," katanya dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 5 Desember 2018.

    Menurut Jokowi, pembangunan di Papua penting demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. "Saya sampaikan kepada Menteri PU (Basuki Hadimulyono) pembangunan jalan di Wamena-Mamugu tetap diteruskan. Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer harus segera diselesaikan," tuturnya.

    Basuki menjelaskan jalan sepanjang 4.600 kilometer tersebut terbagi menjadi dua bagian. Jalan Trans Papua sepanjang 3.500 kilometer dan jalan perbatasan 1.100 kilometer.


    Prajurit TNI bersiap menaiki helikopter menuju Nduga di Wamena, Papua, Rabu, 5 Desember 2018. Aparat gabungan terus berusaha mengatasi KKSB yang diduga telah menewaskan 19 karyawan PT Istika Karya saat melakukan pengerjaan jalur Trans Papua di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ANTARA/Iwan Adisaputra

    Dari 4.600 kilometer itu, jalan yang belum berhasil ditembus hingga kini sepanjang 945 kilometer untuk Trans Papua dan 286 kilometer untuk jalan perbatasan.

    Adapun untuk ruas Wamena-Wamugu, tempat peristiwa penembakan terjadi, memiliki panjang 278 kilometer. Di segmen lima ini, kata Basuki, akan dibangun pula 35 jembatan. "Jalannya tembus sudah, tapi jembatannya yang sekarang dikerjakan," ucap Basuki.

    Sementara itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah mengintensifkan pengamanan kepada pekerja proyek Trans Papua imbas peristiwa penembakan sebelumnya. "Kami akan jalankan terus, kami akan amankan, kami lakukan koordinasi lebih intens pada jajaran bapak menteri PUPR. Programnya show must go on, artinya jalan terus, tidak akan pernah takut," kata Tito.

    CHITRA PARAMAESTI I AHMAD FAIZ I SYAFIUL HADI I BISNIS


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.