Rabu, 19 Desember 2018

Setelah Proyek Kereta Cepat dan LRT Dihentikan Sementara

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km.  ANTARA/Sigid Kurniawan

    Pekerja menyelesaikan konstruksi jalan tol layang Jakarta-Cikampek atau Japek II di Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 27 Juli 2018. Pengerjaan jalan tol ini mencapai 19,7 Km dari panjang 38 Km. ANTARA/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Kementerian Perhubungan menjelaskan ihwal langkah pemerintah menghentikan sementara pembangunan proyek kereta cepat dan Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi alias LRT Jabodebek di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek kilometer 11-17.

    BACA: Proyek Kereta Cepat dan LRT di Tol Cikampek Dihentikan Sementara

    Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan mengatakan langkah itu adalah upaya pemerintah melakukan pengaturan waktu pengerjaan tiga proyek yang tengah dikerjakan di sepanjang tol Jakarta Cikampek itu, khususnya di area dengan tingkat kemacetan tinggi.

    “Pada dasarnya kami minta kepada pelaksana tiga proyek ini untuk secara bergantian melakukan pengerjaan proyek di area-area yang tingkat kemacetannya tinggi dengan melakukan manajemen waktu dan lokasi. Jadi pengerjaan tiga proyek tersebut tidak dilakukan secara bersama-sama,” ujar Hengki dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu, 21 November 2018.

    BACA: Setya Novanto Dapat Ganti Rugi Proyek Kereta Cepat Rp 6,4 Miliar

    Adanya beberapa pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta - Cikampek seperti pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, kata Hengki, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut. Untuk itu Kemenhub melakukan pengaturan pengerjaan proyek, yaitu dengan menghentikan sementara pengerjaan proyek kereta cepat dan LRT Jabodebek yang sedang dikerjakan di area tol japek antara Kilometer 11 sampai dengan 17.

    Hengki mengatakan pertimbangan dari langkah itu adalah dua proyek tersebut memiliki waktu pengerjaan yang lebih panjang dari waktu target penyelesaian ketimbang proyek jalan tol layang. Kemudian, berdasarkan laporan dari Jasa Marga dan Kepolisian, jalan tol Jakarta Cikampek antara kilometer 11 sampai dengan 17 merupakan area yang sering mengalami kemacetan cukup tinggi.

    “Jadi permintaan penghentian proyek hanya dilakukan di area tertentu Jakarta - Cikampek di sepanjang kurang lebih 5 kilometer saja yang dianggap sering mengalami kemacetan,” ujar Hengki.

    Menindaklanjuti kebijakan anyar itu, pemerintah juga telah menyiapkan langkah-langkah untuk mengurangi tingkat kemacetan di tol Japek. Kebijakan itu antara lain dengan kebijakan pemerlakukan ganjil-genap di gerbang tol Bekasi Barat, Bekasi Timur dan sedang disosialisasikan di GT Tambun. Kemudian, pembatasan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V yang melintas di Tol Japek, serta pemberlakuan lajur khusus angkutan bus di tol yang berlaku setiap Senin sampai Jumat pukul 06.00 – 09.00 WIB kecuali hari libur nasional.

    Sebagai kompensasinya, pemerintah melalui BPTJ menyediakan angkutan masal yaitu bus premium, sebagai transportasi pilihan selain kendaraan pribadi bagi masyarakat yang ingin menuju ke arah Jakarta.

    Sementara itu PT Adhi Karya (Persero) Tbk tak berkomentar banyak soal rencana Kementerian Perhubungan menghentikan sementara proyek pembangunan Light Rail Transit Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi alias LRT Jabodebek di ruas tol Jakarta - Cikampek kilometer 11 hingga 17. Adhi Karya adalah kontraktor proyek pembangunan rel kereta ringan itu.

    Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata mengatakan saat ini proyek pembangunan itu sebenarnya sudah tidak ada di badan jalan tol. "Pada prinsipnya saat ini pekerjaan LRT sudah berada di luar badan jalan tol," ujar dia kepada Tempo, Rabu, 21 November 2018.

    Untuk itu, perseroan bakal melakukan koordinasi lebih terperinci dengan sejumlah pihak terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Jasa Marga untuk membicarakan kebijakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi itu.

    Budi memutuskan untuk menghentikan sementara dua pekerjaan proyek infrastruktur, yakni pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Japek KM 11 – 17 guna mengurangi kemacetan di ruas Jalan Tol Jakarta - Cikampek. Pasalnya, kawasan itu merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

    “Kami akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana,” kata Budi Karya seusai memimpin rapat penanganan kemacetan Tol Japek, di Bekasi Timur, Selasa, 20 November 2018.

    Sementara pengerjaan tol Jakarta - Cikampek elevated bakal menjadi prioritas. Budi berujar proyek Jakarta - Cikampek elevated menjadi prioritas lantaran progressnya telah mencapai 57,5 persen. "Konstruksi kami akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak tiga sampai empat bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated,” kata Budi.

    Baca berita tentang kereta cepat lainnya di Tempo.co.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.