Pembukaan Asian Games 2018, DKI Rampungkan 5 dari 6 Tugasnya

Reporter:
Editor:

Zacharias Wuragil

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    Suasana arena balap sepeda Jakarta International Velodrome seusai terjadi kebakaran, Kamis, 2 Agustus 2018. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. ANTARA/Rivan Awal Lingga

    TEMPO.CO, Jakarta - Bagi sejumlah pekerja konstruksi di Jakarta, pembukaan Asian Games 2018 pada Sabtu malam ini, 18 Agustus, adalah kibasan bendera finis. Telah habis tenggat bagi mereka untuk mempersiapkan sejumlah venue pendukung pelaksanaan pesta olahraga bangsa-bangsa di Asia ini.

    Baca: BMKG: Pembukaan Asian Games di Bawah Langit Berawan

    Sebagai tuan rumah hajatan Asian Games—bersama Palembang, Sumatera Selatan—Jakarta telah berpacu dengan waktu sejak setahun, bahkan dua tahun lalu. Pemerintah DKI bertugas merenovasi beberapa arena cabang olahraga yang akan diperlombakan, selain membuat dan menata Ibu Kota lebih apik.

    Setidaknya ada enam tugas yang harus diselesaikan pemerintah Jakarta sebelum perhelatan empat tahunan itu dimulai hari ini, 18 Agustus 2018. Dari enam tugas itu, satu di antaranya gagal dipenuhi, yakni moda kereta ringan atau light rail transit alias LRT Jakarta.

    Panitia Pelaksana Asian Games dan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek telah memberikan konfirmasi dimundurkannya LRT Jakarta sebagai opsi cadangan. Sebagai gantinya, mereka sepenuhnya mengerahkan armada bus.

    Sejatinya, LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome, yang dibangun senilai Rp 6,81 triliun, akan dipamerkan sekalian kepada tetamu para atlet dari Asia. Sayang, hingga hari ini pun, bertepatan dengan hari pembukaan Asian Games, belum lagi ada kabar rencana uji operasi rangkaian kereta dan jalurnya, yang sepanjang 5,8 kilometer tersebut.

    Baca: Uji LRT Terancam Batal Lagi, Terganjal Izin Kemenhub?

    Uji operasi rencananya digelar 10 Agustus 2018, tapi batal karena belum mengantongi izin dari Kementerian Perhubungan. Reportase Tempo saat itu menunjukkan banyak pekerjaan yang belum beres di sepanjang rute kereta.

    Proyek LRT Jakarta adalah satu dari tiga tugas Asian Games, yang diembankan kepada PT Jakarta Propertindo (Jakpro), badan usaha milik daerah bidang konstruksi di DKI. Dua pekerjaan lainnya adalah renovasi Velodrome Rawamangun senilai Rp 665 miliar dan renovasi arena pacuan kuda atau Equestrian Pulomas, yang dianggarkan Rp 417 miliar. Dua paket tersebut berjalan mulus, bahkan diklaim lebih cepat dari tenggat.

    Di antara keduanya, yang Rampung dan diresmikan pertama adalah Equestrian Pulomas atau lengkapnya Jakarta International Equestrian Park, yakni pada 2 Agustus 2018. Saat meresmikannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memujinya sebagai venue kelas dunia. Dengan luas 8.000 meter persegi dan dapat menampung hampir seribu penonton, Anies mengatakan fasilitas yang tersedia di Equestrian Park luar biasa.

    Pembangunan Equestrian Pulo Mas di Jakarta Timur telah mencapai 95 persen, Selasa, 3 April 2018. Rencananya, arena ini akan rampung pengerjaannya pada Mei 2018. Tempo/Egi Adyatama
    Jakarta International Equestrian Park dilengkapi dengan taman dan beberapa kolam buatan seluas total 35,25 hektare. Arena ini memiliki fasilitas 160 kandang kuda, panjang track 3,1 kilometer dengan luas 35 hektare, kapasitas penonton 920 kursi, termasuk kursi untuk penyandang disabilitas, dan tempat parkir.

    Velodrome Rawamangun giliran diresmikan pada 15 Agustus 2018. Jakpro awalnya menargetkan pengerjaan renovasi venue ini akan selesai dalam 24 bulan, tapi berhasil lebih cepat satu bulan.

    Project Director Velodrome Rawamangun Iwan Takwin menerangkan, Jakarta International Velodrome saat ini memiliki fasilitas berstandar internasional. Dia menunjuk contoh atap ramah lingkungan yang bisa menerangi lapangan hingga 1.000 watt saat siang, pengendali suhu yang bisa menjaga kelembapan di dalam arena kurang dari 70 persen, serta material kayu Siberia sebagai lintasan pacuan sepeda.

    Baca: Velodrome Diresmikan, Ini Komentar Bos Jakpro yang Dicopot Anies

    Mantan Direktur Utama Jakpro, Satya Heragandhi, ikut hadir saat peresmian velodrome, yang berjarak sekitar sebulan dengan pencopotannya sebagai dirut. "Senang banget pekerjaan dan kualitasnya bagus. Bisa langsung dilihat, semua elemen dipikirkan," ujarnya ketika diminta berkomentar.

    Tiga tugas lain yang juga berhasil dituntaskan pemerintah DKI Jakarta adalah renovasi 10 lapangan basket dan voli di 10 gelanggang olahraga, renovasi arena BMX di Pulomas, dan renovasi lapangan baseball, Rawamangun, masing-masing senilai Rp 60 miliar, Rp 13 miliar, dan Rp 15,1 miliar, yang seluruh anggarannya didapatkan dari swasta.

    Pemerintah DKI Jakarta telah menghimpun dana swasta untuk ketiga pekerjaan tersebut. Sumber dananya berasal dari kompensasi atas pelanggaran koefisien lantai bangunan.

    Hasilnya, arena BMX, misalnya, sudah dinyatakan siap sejak akhir Juni. Saat itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dengan ditemani Gubernur Anies Baswedan dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, ikut menjajal arena tersebut dengan menunggang sepeda.

    Kini seluruh arena itu diuji untuk pentas sebenarnya, yang menjadi alasan renovasi terhadap semua fasilitas tersebut. Meski terganjal gagalnya target LRT Jakarta, besar harapan keringat kerja keras para pekerja konstruksi berbuah manis, yakni melahirkan para juara dari anak bangsa sendiri. Selamat bertanding!


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.