Rabu, 15 Agustus 2018

Libur Lebaran 2018 Dimulai 11 Juni, Terlama Sepanjang Sejarah

Reporter:
Editor:

Dewi Rina Cahyani

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial suasana pengunjung bermain di pantai Ancol, Jakarta, 26 Juni 2017. PT Pembangunan Jaya Ancol selaku pengelola memprediksi pada hari kedua Lebaran pengunjung mencapai 100 ribu orang dan ditargetkan dapat mencapai 875 ribu orang selama delapan hari libur Lebaran tahun ini. ANTARA FOTO

    Foto aerial suasana pengunjung bermain di pantai Ancol, Jakarta, 26 Juni 2017. PT Pembangunan Jaya Ancol selaku pengelola memprediksi pada hari kedua Lebaran pengunjung mencapai 100 ribu orang dan ditargetkan dapat mencapai 875 ribu orang selama delapan hari libur Lebaran tahun ini. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta -Pemerintah menambah tiga hari cuti bersama untuk libur lebaran 2018 yang jatuh pada 14 atau 15 Juni 2018. Dengan demikian, libur lebaran 2018 akan dimulai pada 11 Juni dan berakhir 19 Juni 2018.

    Penambahan cuti bersama itu tercantum dalam surat keputusan bersama (SKB) tiga menteri tentang libur nasional dan cuti bersama tahun 2018 dan 2019. "Salah satu pertimbangan kenapa ditambah cuti bersama yaitu untuk mengurai arus lalu lintas sebelum lebaran dan sesudah mudik lebaran," kata Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani selepas penandatanganan SKB, Rabu, 18 April 2018.

    Kebijakan itu membuat cuti libur Lebaran tahun 2018 menjadi 10 hari. Bahkan, bisa bertambah menjadi 12 hari karena tanggal 9-10 Juni 2018 merupakan hari libur yakni, Sabtu dan Minggu.

    Jika dilihat dalam 11 tahun terakhir, cuti libur Lebaran tahun ini merupakan yang terpanjang. Dalam 11 tahun terakhir, cuti libur Lebaran hanya berkisar 4-6 hari.

    Tiga menteri yang menandatangani SKB adalah Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur.

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik keputusan pemerintah menambah tiga hari cuti bersama. Sebab, bertambahnya hari libur lebaran itu bisa memberikan masyarakat pilihan hari mudik.

    Baca: Cuti Bersama Libur Lebaran Ditambah, Netizen Protes Keras

    "Proses mudik lebih bagus kalau mereka diberikan pilihan," kata Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Rabu, 18 April 2018.

    Dengan begitu, kata Budi Karya, masyarakat bisa memilih kapan waktu mudik yang tepat sejak Sabtu, 9 Juni 2018 hingga sehari sebelum Lebaran, yaitu Kamis, 14 Juni 2018. "Nah ini harapannya lalu lintas pulang mudik itu lebih terurai dengan banyak hari," kata dia.

    Sebelum bertambahnya libur lebaran 2018, masyarakat hanya diberi waktu cuti bersama sebelum lebaran yaitu pada 13-14 Juni 2018. Dengan begitu, kata Budi, arus mudik hanya akan bertumpu pada dua hari itu. "Bayangkan jumlah mobil yang harus bergerak ke Jawa tengah di dua hari itu, akan penuh," kata dia. "Tapi kalau ini mereka akan ada yang lebih awal."

    Selain mengurai kepadatan di jalanan, Budi berharap bertambahnya hari libur lebaran itu juga bisa mengurai kepadatan di angkutan umum seperti pesawat dan kereta. Sebab, dengan konfigurasi libur sebelumnya, kepadatan dikhawatirkan akan memuncak pada dua hari sebelum lebaran.

    Sayangnya target pemerintah mengurai kemacetan saat mudik, menurut pengamat transportasi, Deddy Herlambang belum tentu sukses. Dia menilai keputusan pemerintahan menambah waktu libur lebaran tidak efektif untuk mengurangi kemacetan lalu lintas, melainkan hanya akan menggeser penumpukan mudik.

    Deddy memprediksi, penumpukan kemacetan akan terjadi sepekan sebelum hari-H lebaran, yakni pada Jumat malam, 8-10 Juni 2018, dan selanjutnya lebih longgar. "Jadi, penambahan cuti bersama hanya akan menggeser penumpukan mudik di waktu awal," ujar Deddy saat dihubungi Tempo pada Kamis, 19 April 2018.

    Dia mengusulkan pemerintah sebaiknya menerapkan sistem ganjil genap agar kepadatan mudik tak terjadi. Hal ini dinilai lebih efektif mengurai kemacetan saat libur lebaran 2018.

    YUSUF MANURUNG | DEWI NURITA | CAESAR AKBAR 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI dan Buah Pikir Ma'ruf Amin, Calon Wakil Jokowi

    Beberapa buah pikiran Ma'ruf Amin, Ketua Majelis Ulama Indonesia pilihan Jokowi untuk menjadi wakilnya, yang mengundang komentar publik.