Rabu, 19 Desember 2018

Hadapi Pilpres 2019, Demokrat, PKB dan PAN Bentuk Poros Ketiga?

Reporter:
Editor:

Yudono Yanuar

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    Agus Harimurti Yudhoyono dalam acara pengukuhan sebagai Komandan Satuan Tugas Bersama ( Kogasma) untuk Pemilukada 2018 dan Pemilu 2019. Wisma Proklamasi, Jakarta Pusat, 17 Februari 2018. TEMPO/Maria Fransiaca Lahur.

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Demokrat sedang menggalang koalisi poros ketiga dalam Pemilihan Presiden 2019 (Pilpres 2019). Partai Demokrat mengklaim dua partai pendukung pemerintah, yakni Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Amanat Nasional, menyambut gagasan mencalonkan kandidat presiden selain Joko Widodo dan Prabowo Subianto.

    Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Hinca Panjaitan, mengatakan wacana pembentukan poros baru mulai dibahas dalam pertemuan rutin antar-sekretaris jenderal ketiga partai. “Kami berkomunikasi dan berdiskusi secara berkesinambungan,” kata Hinca, seperti dimuat Koran Tempo, Kamis, 8 Maret 2018.

    Simak: Peluang Calon Wakil untuk Jokowi Menghadapi Prabowo di Pilpres 2019

    Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, Amir Syamsuddin, mengatakan pemilik elektabilitas tertinggi yang bisa dijadikan tokoh alternatif dari partainya adalah Agus Harimurti Yudhoyono, putra sulung Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono. “Tapi kami tak mau terburu-buru, karena politik sangat dinamis,” ucap Amir.

    Lobi antarpartai untuk menyiapkan pemilihan presiden semakin kencang menjelang pembukaan pendaftaran calon pada awal Agustus mendatang. Terlebih Mahkamah Konstitusi menguatkan Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum yang mengatur ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold).

    Sejauh ini, lima dari tujuh partai pendukung pemerintah telah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi. PKB dan PAN belum menentukan sikap. Di luar kubu pemerintah, Partai Gerindra merencanakan pencalonan kembali ketua umum mereka, Prabowo Subianto. Partai Keadilan Sejahtera lamat-lamat mendukung rencana ini.

    Agus Harimurti Yudhoyono melanjutkan safarinya dengan menemui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto. Selasa lalu, setelah bertemu dengan Jokowi di Istana Negara, Agus mengungkapkan bahwa kader Demokrat memintanya berlaga pada 2019. “Masih akan terjadi banyak momentum dan juga komunikasi di antara elite dan kader partai,” kata dia.

    Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan partainya terbuka terhadap kemungkinan pembentukan poros ketiga. “Belum ada kesimpulan, tapi penjajakan terus dilakukan,” ucapnya.

    Zulkifli pun berencana menemui Prabowo dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri. “Semua masih terbuka, calon tunggal, dua calon, atau bisa juga tiga calon. Mungkin Mei sudah terlihat.”

    Adapun Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan, menegaskan partainya kemungkinan besar akan membentuk poros baru jika ketua umum mereka, Muhaimin Iskandar, tak dipinang Jokowi.

    “Kami sedang keliling ke kiai-kiai Nahdlatul Ulama, meminta pertimbangan,” katanya. Menurut dia, hingga saat ini sikap para kiai cenderung tetap mengusung inkumben. Tapi gagasan pembentukan poros ketiga di Pilpres 2019, Daniel melanjutkan, didukung kader di tingkat bawah.

    INDRI MAULIDAR | AHMAD FAIZ | MAYA AYU PUSPITASARI | AGOENG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Baru OK Otrip, Jak Lingko Beroperasi 1 Oktober 2018

    Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan transportasi massal terintegrasi, Jak Lingko pada 1 Oktober 2018. Jak Lingko adalah rebranding OK Otrip.