Rabu, 21 Februari 2018

Menanti Waduk Ciawi Siap Bentengi Jakarta dari Banjir Kiriman

Reporter:

Devy Ernis

Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

Jumat, 9 Februari 2018 09:52 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menanti Waduk Ciawi Siap Bentengi Jakarta dari Banjir Kiriman

    Sisa endapan lumpur masih memenuhi halaman rumah warga setelah banjir melanda pemukiman Kampung Arus, Jakarta, 7 Februari 2018. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga Jakarta di sepanjang bantaran Sungai Ciliwung tampaknya tak akan segera bebas dari banjir kiriman karena pembangunan dua waduk di kawasan Puncak belum juga beres.

    Meski telah bertahun-tahun direncanakan, dua waduk pengendali banjir di kawasan Puncak, Bogor, masih jauh dari rampung. Akibatnya, beberapa jam setelah hujan deras mengguyur kawasan hulu Ciliwung, sebagian wilayah Jakarta pun kembali tenggelam.

    Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, Jarot Widyoko, mengungkapkan bahwa pembangunan Waduk Ciawi dan Sukamahi di Megamendung, Bogor, terhambat masalah pembebasan lahan. "Kegiatan berjalan. Tapi kendalanya lahan," ujar Jarot saat dihubungi Tempo, Kamis 8 Februari 2018.

    Baca: Dinsos DKI Larang Pengungsi Banjir Jakarta Minta-minta di Jalanan

    Jarot menerangkan, untuk Bendungan Ciawi, dari total lahan 89,42 hektare yang dibutuhkan, pemerintah baru membebaskan sekitar 14 persennya. Adapun untuk Bendungan Sukamahi, dari total 49,82 hektare lahan, yang sudah dibebaskan baru sekitar 22 persen.

    Lambatnya pembebasan lahan berdampak pada pembangunan fisik waduk. Menurut Jarot, pengerjaan fisik Waduk Ciawi baru berjalan sekitar 1 persen. Sedangkan waduk Sukamahi baru berjalan sekitar 2 persen. Itu meleset dari target awal tahun ini sekitar 4 persen.

    Kendala pembebasan lahan tak hanya muncul di lapangan. Menurut Jarot, Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN), yang merupakan perpanjangan tangan Kementerian Keuangan, juga belum mengucurkan dana untuk pembebasan lahan. "Untuk membayar kan perlu dana," kata dia.

    Demi mempercepat pembayaran lahan, menurut Jarot, BBWS sampai meminjam dana kepada kontraktor. "Sementara ini pinjam ke kontraktor," ujar dia. Kontraktor Waduk Ciawi adalah PT Abipraya-Sacna KSO. Sedangkan kontraktor waduk Sukamahi adalah PT Wijaya Karya-Basuki KSO.

    Baca: Usai Banjir Jakarta Setinggi 2 Meter, Bidara Cina Penuh Sampah

    Menurut Jarot, untuk pembebasan lahan Waduk Ciawi, kontraktor telah menalangi Rp 150 miliar dari total kebutuhan sekitar Rp 700 miliar. Adapun untuk Waduk Sukamahi, kontraktor sudah meminjamkan Rp 80 miliar dari total sekitar Rp 300 miliar. 

    Bila pembebasan lahan selesai tepat waktu, Jarot optimistis pembangunan fisik Waduk Ciawi dan Sukamahi bisa rampung sesuai dengan target pada 2019. Setelah berfungsi optimal, kedua waduk diperkirakan bisa mengurangi banjir kiriman ke Jakarta lebih dari 30 persen.

    Berdasarkan pantauan Tempo, di lapangan, kontraktor sedang membangun jalan menuju proyek waduk. Jalan masuk proyek Waduk Ciawi, sepanjang 381 meter, dibangun dari Jalan Raya Puncak Pas, Cipayung. Adapun jalan masuk proyek Waduk Sukamahi, sepanjang 515 meter, dibuat dari Jalan Pasir Muncang.

    "Selain pengerjaan akses jalan itu, pemerintah sudah mengerjakan galian sandaran kanan tubuh bendungan," kata Kepala Seksi Perairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bogor, Sukiswanto, kemarin.

    Baca berita lengkap tentang kendala pembangunan Waduk Ciawi-Sukamahi, penahan banjir Jakarta di Koran Tempo edisi Jumat 9 Februari 2018.  

    M SIDIK PERMANA


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Penilaian Kementerian LHK soal Tiga Bulan Bersih Sampah

    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan melakukan penilaian kinerja pemerintah dan masyarakat terait program Tiga Bulan Bersih Sampah.