Selasa, 22 Mei 2018

BNPT: Waspadai Serangan Teroris pada Malam Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Suseno

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Apel gelar pasukan Operasi Lilin 2017 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 21 Desember 2017. Target utama pengamanan dalam Operasi Lilin 2017, kerawanan aksi gangguan kamtibmas dalam bentuk aksi terorisme, konflik berbau keagamaan, dan ideologi. TEMPO/Subekti.

    Apel gelar pasukan Operasi Lilin 2017 dalam rangka pengamanan Natal dan Tahun 2018 di Lapangan Silang Monas, Jakarta, 21 Desember 2017. Target utama pengamanan dalam Operasi Lilin 2017, kerawanan aksi gangguan kamtibmas dalam bentuk aksi terorisme, konflik berbau keagamaan, dan ideologi. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Suhardi Alius menyatakan perlunya mewaspadai potensi teror pada malam tahun baru. Menurut dia, serangan teroris di Rusia dan Afganistan pada Kamis, 28 Desember 2017, membuat Indonesia perlu lebih waspada. “Kami pelajari pola (teror di) Rusia dan Afganistan. Mereka menyerang tempat keramaian pada jam-jam sibuk,” ucapnya.

    Suhardi menuturkan pihaknya telah mengamati sejumlah daerah dan mengawasi sel jaringan kelompok teror yang selama ini melakukan kejahatannya di Indonesia. “Kami mewaspadai jaringan Jamaah Ansharut Daulah. Mereka yang terkait dengan Bahrun Naim.”

    Sebelumnya, pengamat terorisme Al Chaidar mengingatkan semua pihak agar mewaspadai adanya kemungkinan serangan teror pada malam pergantian tahun. “Selain Jakarta, Bekasi, dan Tangerang perlu siaga,” ujarnya. Dalam sebulan belakangan, Detasemen Khusus 88 Antiteror Kepolisian RI menangkap sejumlah orang yang dicurigai menjadi bagian dari kelompok teroris. Seorang di antaranya penyewa kios helm di Pekayon, Bekasi.

    Adapun Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yakin Ibu Kota aman pada masa liburan dan perayaan malam pergantian tahun nanti. “Meski begitu, kami imbau agar masyarakat tetap waspada.”

    Untuk mengamankan malam pergantian tahun, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menyiagakan sekitar 10 ribu personel di Ibu Kota. Jumlah personel itu belum termasuk bantuan dari Tentara Nasional Indonesia. “Anggota kami sudah berada di masing-masing lokasi,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono di Jakarta, Jumat, 29 Desember 2017.

    Dia menuturkan polisi berfokus pada pengamanan perayaan tahun baru di Ancol, Monas, dan Bundaran Hotel Indonesia. Panggung hiburan dan pertunjukan di tiga lokasi itu diprediksi akan menghimpun massa dengan jumlah besar. “Selain pentas musik dan pesta kembang api, akan ada kemeriahan nikah massal dan festival kuliner,” ujarnya.

    INGE KLARA | FRISKI RIANA | PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.