Reserse Awasi Terminal dan Stasiun Sambut Natal dan Tahun Baru

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan polisi dalam apel pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    Barisan polisi dalam apel pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru di Monumen Nasional di Jakarta, 22 Desember 2016. AP/Dita Alangkara

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepolisian Daerah Metro Jaya mengerahkan anggota reserse ke tempat-tempat keramaian seperti terminal dan stasiun. Pengerahan dalam bentuk satuan tugas lapangan itu mendahului gelaran Operasi Lilin Jaya menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru.

    “Tadi malam mereka mulai terlihat, beroperasi dengan mobil double cabin dan sepeda motor. Ada yang berpakaian preman, ada juga yang memakai pakaian semidinas,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Nico Afinta, di Markas Polda Metro Jaya, Kamis 14 Desember 2017 soal operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru 2018 tersebut.

    Menurut Nico, keberadaan satgas lapangan bertujuan menambah rasa aman bagi masyarakat. Satgas akan terus berada di lapangan hingga 22 Desember nanti, sebelum Operasi Lilin digelar hingga 1 Januari.
    Baca : Natal dan Tahun Baru, Polisi Gelar Operasi Lilin Jaya 10 Hari

    Pengerahan reserse dalam Satgas Lapangan sendiri untuk merangkai Operasi Premanisme yang telah dilaksanakan sejak Kamis sepekan lalu. Operasi itu berhasil menjaring 1.475 orang dalam 534 kasus. Sebagian besar adalah kasus, pencopetan, pencurian kendaraan bermotor, dan penjambretan.

    “Adapun dengan operasi Satgas Lapangan ini kami ingin menghilangkan Pak Ogah, peminta uang, copet, begal, dan praktik pungutan liar,” kata Nico.

    Dari 1.475 orang yang telah terjaring sepanjang sepekan kemarin, Nico menuturkan, hanya dua yang dibebaskan kembali. Sementara itu, 225 orang ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti melakukan tindak pidana.

    Sisanya, sebanyak 1.248 orang diserahkan ke Dinas Sosial. “Yang masih bisa dipanggil orang tuanya, nanti kami akan panggil. Sisanya dibina oleh Dinas Sosial agar tidak mengulangi perbuatannya mengganggu ketertiban masyarakat.”

    Nico menambahkan, seluruh wilayah di Jakarta memiliki tingkat kerawanan kriminalitas yang merata. Perhatian besar ditujukan pada lokasi-lokasi ramai pengunjung seperti saat hari bebas kendaraan (car free day) atau acara-acara hiburan.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, mengatakan sekitar 21 ribu personel akan diturunkan dalam Operasi Lilin Jaya. Jumlah ini merupakan dua pertiga dari jumlah total personel di Polda Metro Jaya.

    Selain itu, polres di setiap wilayah diminta memetakan pengamanan serta kebutuhan pengamanan. Polisi juga menjalin komunikasi dengan organisasi masyarakat dan LSM untuk memastikan tidak ada tindakan razia liar.

    Secara terpisah, Kepolisian Resor Tangerang Selatan mengumumkan telah menangkap empat tersangka begal di wilayahnya. Empat tersangka itu merupakan bagian dari sepuluh orang yang berkomplot merampas sepeda motor dengan modus mengancam dengan senjata tajam.

    “Keempat pelaku sudah ditangkap pada Rabu malam,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tangerang Selatan, Ajun Komisaris Alexander, Kamis 14 Desember 2017. Keempat tersangka, yakni KMS (21), MR (18), AF (24), dan YH (27), ditangkap di dua tempat yang berbeda di Pondok Pinang, Jakarta Selatan, dan wilayah Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan.

    MUHAMMAD KURNIANTO | INGE KLARA SAFITRI

    Sebelum Operasi Lilin

    Sebelum Operasi Lilin Jaya dihidupkan menyambut Natal dan Tahun Baru, Kepolisian Daerah Metro Jaya menggelar operasi pemberantasan premanisme selama sepekan. Hampir 1.500 orang terjaring dalam lebih dari 500 kasus di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya. Mereka terdiri atas:

    Ditahan: 225 orang
    - Penganiayaan berat: 9 kasus
    - Pemerasan: 4 kasus
    - Curas: 12 kasus
    - Curat: 58 kasus
    - Curanmor: 9 kasus
    - Perjudian: 5 kasus
    - Pengeroyokan: 15 kasus
    - Penipuan/penggelapan: 3 kasus
    - Penadahan: 1 kasus
    - Pembunuhan: 2 kasus
    - Melanggar UU Darurat: 13 kasus
    - Lain-lain: 6 kasus

    Dibina: 1.248 orang
    - Pak ogah: 411 orang
    - Tukang parkir liar: 293 orang
    - Pengamen: 106 orang
    - Timer: 19 orang
    - Pelaku tawuran: 67 orang
    - Mata elang: 17 orang
    - Pungli: 48 orang
    - Miras: 86 orang
    - Calo: 15 orang
    - Preman: 114 orang
    - Lain-lain: 73 orang

    Bebas: 2 orang

    Barang bukti:
    - Uang Rp 350,5 juta
    - Senjata api rakitan (1)
    - Airsoft gun (3)
    - Senjata tajam (40)
    - Sepeda motor (43)
    - Mobil (13)
    - Telepon seluler (73)
    - Miras (289)

    INGE KLARA SAFITRI | Sumber: Polda Metro Jaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.