Tol Becakayu Diresmikan, Tarifnya Masih Dibicarakan

Reporter:
Editor:

Tempo.co

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pembangunan Tol Becakayu, Kali Malang, Jakarta,  17 Juni 2017. Kendaraan roda empat yang melintas dari arah Jakarta mulai H-7 akan dimasukkan ke dalam tol secara gratis. TEMPO/Subekti.

    Suasana pembangunan Tol Becakayu, Kali Malang, Jakarta, 17 Juni 2017. Kendaraan roda empat yang melintas dari arah Jakarta mulai H-7 akan dimasukkan ke dalam tol secara gratis. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Tol Becakayu (Bekasi-Cawang-Kampung Melayu)  diresmikan oleh Presiden Joko Widodo hari ini, Jumat, 3 November 2017. Rencananya, tol sepanjang 8,26 kilometer menghubungkan Cipinang Melayu di Jakarta Timur hingga Jakasamournya di Bekasi ini esoknya langsung dibuka dan gratis selama seminggu.

    Kontraktor proyek, PT Waskita Karya (Persero) Tbk, akan mengoperasikan seksi 1b dan 1c terlebih dulu. Sedangkan seksi 1a dan seksi 2 sedang dalam proses penyelesaian.
    "Sudah siap dibuka, langsung diresmikan oleh Presiden Jokowi," ujar Direktur Utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk, M. Choliq, kepada Tempo di Jakarta, Kamis, 2 November 2017.

    Tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha di Jakarta, 16 Juni 2017. Ruas jalan tol tersebut dibuka pada 18 Juni 2017 untuk mengurai kepadatan di ruas Jalan Kalimalang pada saat mudik Lebaran 2017. ANTARA\/Rosa Panggabean

    Choliq menjelaskan, seksi yang akan dibuka untuk umum itu meliputi Cipinang Melayu di Jakarta Timur sampai Pangkalan Jati dan berakhir di Jakasampurna, Bekasi Barat, sepanjang 8,26 kilometer. Menurut Choliq, jalan tol tersebut akan dibuka gratis terlebih dulu. “Berapa tarifnya, masih dibicarakan.”

    Baca: Tol Becakayu Menghubungkan JORR

    Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c memiliki lima akses penghubung dengan jalan non-tol (ramp), yaitu ramp on Cipinang, ramp on Jatiwaringin, ramp on Pondok Kelapa, ramp on Bintara Jaya, dan ramp on Jakasampurna.

    Choliq memaparkan, perkembangan pembangunan jalan tol ini secara keseluruhan telah mencapai 45,61 persen dari total panjang seluruh seksi 21,04 km. Untuk seksi 1a dengan rute DI Panjaitan-Cipinang sepanjang 3,19 km ditargetkan selesai pada April 2018. Kemudian seksi 2a diprediksi selesai dan dapat dioperasikan pada Desember 2018. Adapun seksi 2b pada 2019.
    |
    Waskita Karya melalui anak perusahaannya, PT Waskita Toll Road, memegang saham mayoritas Jalan Tol Becakayu sebanyak 98,97 persen. Sisanya dimiliki oleh Jasa Marga sebesar 1,03 persen.

    Foto udara jalan tol Becakayu ruas RS Harum-Sumber Artha, Jakarta, 16 Juni 2017. Tol Becakayu dioperasionalkan secara gratis sebagai kompensasi kontraktor atas terjadinya penyempitan Jalan KH Noer Alie akibat penumpukan beton bahan baku proyek. ANTARA/Rosa Panggabean

    Proyek Jalan Tol Becakayu sebenarnya telah dirintis pada 1995 atau pada era Presiden Soeharto. Setahun kemudian, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga, yang merupakan patungan dari empat perusahaan yang menjadi investor Jalan Tol Becakayu, memperoleh hak pengelolaan ruas jalan tol tersebut. Namun pembangunannya sempat mangkrak dan baru dilanjutkan pada akhir 2014.

    Choliq menjelaskan, semula Waskita Karya mengakuisisi sebagian besar saham PT Kresna Kusuma Dyandra Marga pada 2014. "Nilai take over kami hingga 100 persen itu Rp 700 miliar. Kami dibilangnya saat itu terlalu nekat, tapi kami optimistis," katanya.

    Kini, menurut Choliq, nilai valuasi JalanTol Becakayu telah mencapai Rp 2 triliun. "Dengan ekuitas saham yang harus dibayar ke kami saja segitu, kalau sampai menyelesaikan semua utang ke bank, posisi kemarin itu Rp 7 triliun," ucapnya. Dia mengklaim ada banyak investor yang tertarik mengakuisisi Jalan Tol Becakayu. "Banyak yang menyatakan minat. Masalah divestasi tahun depan selesai."

    Meski baru sebagian yang diresmikan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan jalan tol tersebut diharapkan dapat memangkas kemacetan di jalan raya Kalimalang dan jalan tol Jakarta-Cikampek, terutama karena penumpukan volume kendaraan di gerbang tol Halim. "Sosialisasi menjelang pengoperasiannya sudah kami lakukan," ucapnya.

    Jalan Tol Becakayu diyakini akan memperlancar lalu lintas kendaraan logistik yang menuju Karawang, Cibitung, dan Bandung. Sebab, arus kendaraan akan terpecah dan dapat mengurangi volume lalu lintas di jalan tol Jakarta-Cikampek. 

    "Pengguna jalan dari Bekasi menuju Jakarta Pusat atau ke Jakarta Utara tidak perlu lagi melewati tengah kota, tapi bisa memanfaatkan Jalan Tol Becakayu yang terkoneksi dengan Jalan Tol Wiyoto Wiyono dan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JORR)," ujarnya.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.