Selasa, 22 Mei 2018

Begini 6 Jalur Antimacet Transjakarta Diuji Coba

Reporter:
Editor:

Elik Susanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017 . Pengendara sering melintasi jalur khusus bus Transjakarta itu untuk menghindari kemacetan. ANTARA

    Sejumlah sepeda motor melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017 . Pengendara sering melintasi jalur khusus bus Transjakarta itu untuk menghindari kemacetan. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Transjakarta menjalankan uji coba pengoperasian 6 rute baru guna mengatasi kemacetan parah di beberapa titik di Ibu Kota. Beberapa koridor bisa dibelokkan pada jam-jam tertentu demi mencegah terus merosotnya jumlah pengguna layanan bus rapid transit tersebut.

    Uji coba 6 rute baru dijalankan sejak Senin, 23 Oktober 2017. Tiga di antaranya disebut rute ekspres karena keluar dari koridor untuk masuk ke jalan tol. Sisanya disebut lintas koridor karena bisa saling memotong, mencari jalan yang paling cepat. Rute ekspres ada pada koridor PGC–Tanjung Priok.

    Baca: Djarot Minta Anies-Sandi Kerjakan Transjakarta Koridor 14 dan 15 

    Pada rute ekspres bus Transjakarta pada rentang pukul 06.00–10.00 dan pukul 16.00–20.00 bisa keluar dari koridornya itu masuk ke jalan tol lingkar dalam Jakarta. Bus meninggalkan dan memangkas perjalanan sejauh 12 halte.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno meninjau kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, dan kawasan Mampang Jakarta Selatan dengan bus wisata dan Transjakarta pada Selasa, 17 Oktober 2017. FOTO: TEMPO/Larissa

    “Tapi penumpang di halte-halte itu tidak perlu khawatir karena akan tetap ada bus yang melintas koridor normal,” kata juru bicara PT Transjakarta, Wibowo, dua hari lalu. Dia menambahkan, “Kuota bus normal dua banding satu dengan bus jalur ekspres.”

    Seorang penumpang, Nimas Alani, 27 tahun, mengakui terbantudengan pengoperasian rute ekspres itu. Dia mengalami jarak dari Halte Koja di Jakarta Utara ke Halte BKN di Jakarta Timur bisa ditempuh hanya dalam satu jam. “Biasanya bisa dua jam, lebih malah,” kata dia di dalam bus.

    Dimas, petugas penjaga pintu dalam bus Transjakarta PGC–Tanjung Priok, juga mengungkapkan efisiensi waktu tempuh bus ketika menggunakan rute ekspres. Efisiensi didapat setengah sampai satu jam dibandingkan jika harus menjalani rute normal.

    Menurut Dimas, hampir tak ada kendala dalam penerapan rute alternatif tersebut. “Paling jangan sampai lupa sounding ke penumpang saja di setiap halte waktu awal-awal, biar mereka enggak salah naik,” kata dia.

    Wakil Kepala Dinas Perhubungan, Sigit Wijatmoko, mengatakan terobosan berupa rute alternatif dibuat untuk kembali meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum. Menurut dia, dalam kurun beberapa bulan terakhir, jumlah penumpang bus Transjakarta berkurang lebih dari 20 ribu orang. “Saat ini tinggal 410 ribu orang. Padahal targetnya akhir tahun 500 ribu orang yang menumpang bus,” kata Sigit.

    Sepeda motor dan mobil melintasi jalur busway di Jalan Sultan Agung, Jakarta, 24 Oktober 2017. Para pengendara roda dua dan roda empat masih sering melintasi jalur khusus bus Transjakarta itu. ANTARA

    Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiagakan sebanyak 222 petugas untuk menjaga jalur Transjakarta tetap steril. Rute-rute alternatif  sekaligus menjawab tuntutan dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang meminta Transjakarta mencari jalan keluar di jalur yang macet parah. Keduanya meminta hal itu ketika berkunjung ke lokasi proyek pembangunan terowongan di simpang Kuningan, Jakarta Selatan, pada pekan lalu.

    Berikut ini 6 rute alternatif bus Transjakarta menghindari titik-titik kemacetan parah.

    1.Rute Ekspres Koridor Cililitan–Tanjung Priok
    - Bus akan menghindari halte UKI. Bus akan berangkat dari halte PGC normal sampai halte Penas Kalimalang lalu masuk jalan tol di Penas dan keluar di Plumpang, lanjut ke halte Wali Kota Jakarta Utara hingga Tanjung Priok.
    - Pukul 06.00–10.00, dan 16.00–20.00 dengan headway 30 menit.

    2.Rure Eksopres Koridor Tanjung Priok–Cililitan
    - Bus akan berangkat dari halte Tanjung Priok normal sampai halte Sunter Artha Gading sebelum masuk jalan tol dan keluar lagi di Penas lanjut ke halte Cawang Sutoyo hingga PGC. Waktunya pukul 06.00–09.00 dengan jeda 30 menit.

    3.Rure Ekspres Koridor Pinang Ranti–Kampung Melayu
    - Bus dari halte Kampung Rambutan akan berputar di Tanah Merdeka dan masuk jalan tol arah Cawang lalu menyambung ke halte UKI hingga Kampung Melayu.

    4.Rute Lintas Koridor
    Pulogadung–Harmoni, Cililitan–Dukuh Atas, dan Monas–Ragunan.
    - Di rute Pulogadung–Harmoni, bus akan keluar jalur selepas halte ASMI dan masuk Koridor X ke Rawasari–Pramuka BPKP (masuk Koridor IV) –Pasar Genjing–Matraman kanan Carolus–Pal Putih–Senen Atrium–RSPAD–Gambir 1–lewat Istana-Harmoni. Lintas koridor ini berjalan pukul 06.00–10.00 dan 16.00–20.00

    5.Rute Cililitan–Dukuh Atas
    Bus akan melalui halte UKI–Pramuka BPKP, masuk Koridor IV sampai dengan Dukuh Atas. Ini berlaku pagi saja, pukul 06.00–09.00.

    6.Rute Monas-Ragunan
    Bus Transjakarta sampai halte Polda lalu belok kiri Bundaran Senayan–belok kiri arah Pattimura–Mabes Polri–masuk Koridor 13 sampai Tendean Mampang–Ragunan.


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.