Banjir DKI Siap Sapa Istana Negara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaran yang mengalami kemacetan saat melintasi genangan banjir di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (17/1). twitter.com/TMCPoldaMetro

    Sejumlah kendaran yang mengalami kemacetan saat melintasi genangan banjir di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, (17/1). twitter.com/TMCPoldaMetro

    TEMPO.CO, Jakarta -Banjir di DKI Jakarta dan sekitarnya telah membuat sejumlah pelayanan publik terganggu. Layanan kereta api listrik tak bisa maksimal. Bahkan operator TransJakarta harus menghentikan sementara operasional busnya karena semua koridor busway terputus oleh banjir.

    Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia, Mateta Rizalulhaq, sejak Senin lalu sudah menyatakan hujan yang turun membuat jalur kereta api tergenang air. Operasional KRL jalur lingkar dibatasi pun dibatasi. "KRL jalur lingkar hanya sampai Stasiun Angke, tidak sampai Stasiun Jatinegara dan Senen," ujar Mateta kepada Tempo.

    KRL rute Serpong-Tanah Abang pun sempat terhenti lama karena kesulitan melintasi rel kereta yang digenangi air. Dari pengamatan Tempo, jadwal KRL yang seharusnya berangkat pukul 07.10 dari Serpong terlambat hingga 30 menit. Perjalanan kembali berhenti di Stasiun Jurang Mangu nyaris satu jam.

    Layanan TransJakarta pun kena dampak banjir. Semula pengelola hanya menghentikan sementara operasional satu koridor. Kemarin, jumlahnya meningkat menjadi tiga koridor. Hari ini, seluruh koridor berhenti beroperasi sementara.

    Kantor-kantor pemerintahan pun kena dampak banjir DKI. Gedung KPK termasuk satu diantaranya. Bahkan, kantor gubernur DKI Jakarta Joko Widodo termasuk yang kebanjiran.

    Sungai Ciliwung yang meluap membuat banjir mengancam Istana Negara. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pun sudah siap jika Istana terendam. "Tidak masalah Istana terendam banjir. Yang penting masyarakat terlindungi," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono seperti dikutip juru bicara BNPB, Sutopo Purwo Nugroho.

    Di lokasi langganan banjir, Kampung Pulo tenggelam lebih tinggi dan luas dibanding kemarin. Jalan Jatinegara yang kemarin tergenang sepanjang sekitar 500 meter, kini menjadi 700 meter. Ketinggian genangan di jalan mencapai 40-60 sentimeter.

    "Berarti di dalam airnya pun makin tinggi," ujar Usep Suhendar, Ketua RT 10 / RW 02, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Banjir kiriman gelombang dua ini mulai datang tadi malam. Padahal kemarin sore, air sudah mulai surut.



    PRIHANDOKO | ALIA | ANANDA | AMIRULLAH | TRI ARTINING PUTRI | FEBRIAN | WANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.