Partai Diminta Tak Ajukan Calon Legislator Bermasalah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pimpinan dan perwakilan pengurus partai politik peserta Pemilu 2014 menunjukkan nomor urut parpol usai pengundian di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (14/1). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Sejumlah pimpinan dan perwakilan pengurus partai politik peserta Pemilu 2014 menunjukkan nomor urut parpol usai pengundian di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Senin (14/1). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jakarta- Sejumlah legislator yang kerap dikaitkan dengan berbagai kasus dugaan korupsi kembali mencalonkan diri dalam Pemilihan Umum 2014. Partai-partai besar kembali mengandalkan mereka, seperti Mahyudin (Demokrat) yang disebut-sebut mengetahui kasus dugaan korupsi proyek Hambalang; Setya Novanto (Golkar) dalam kasus PON Riau, serta Wayan Koster (PDI Perjuangan) dalam kasus anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

    Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch, Ade Irawan, mengatakan partai tak perlu menanti status tersangka atau terdakwa untuk mencoret kader bermasalah dari daftar calon legislator. “Partai yang mengajukan calon bermasalah sama saja berpihak pada korupsi,” kata dia kemarin.

    Sebagian besar legislator sudah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa kali, meskipun belum ditetapkan sebagai tersangka. “Partai belum berubah. Mereka tidak pernah kapok mengajukan calon bermasalah,” kata peneliti dari Indonesia Budget Center, Roy Salam.

    Peringatan dini itu sepertinya tak akan mengubah apa pun. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Fadel Muhammad dan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan, selama belum ada status tersangka, terdakwa, atau terpidana, partai akan tetap mencalonkan kader-kader yang disebut bermasalah. “Kami menghormati asas praduga tak bersalah,” kata Fadel. “Kalau cuma dikait-kaitkan kan repot,” ujar Tjahjo.

    ANANDA BADUDU | WAYAN AGUS PURNOMO | IRA GUSLINA SUFA | PRAM



    Topik Terhangat:
    Serangan Penjara Sleman| Harta Djoko Susilo | Nasib Anas

    Berita Terhangat:
    Dikuntit Intel, Anas Urbaningrum Punya Cerita
    Mega: Saya Memang Sudah Sepuh, tapi....

    Venna Melinda Blak-blakan Soal Perceraiannya

    @SBYudhoyono 'Digoda' Bintang Porno
    Akun @SBYudhoyono Strategi Perbaiki Citra Demokrat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.