Anis Matta Dituding Terima Rp 1,9 Miliar  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta- Peran penting Presiden Partai Keadilan Sejahtera Muhammad Anis Matta dalam perkara proyek di Kementerian Pertanian terungkap dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi kemarin. Oleh jaksa penuntut, Afni Carolina, Anis disebut menjadi bagian dari jejaring Luthfi Hasan Ishaaq dan Ahmad Fathanah dalam mengegolkan sejumlah proyek di Kementerian Pertanian untuk perusahaan Yudi Setiawan, PT Cipta Terang Abadi.

    Luthfi ketika itu menjabat Presiden PKS dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Sedangkan Fathanah adalah orang kepercayaan Luthfi. “Fathanah membawa berkas pengadaan yang menurutnya diperoleh dari Anis Matta,” kata jaksa Afni. Luthfi didakwa menerima suap terkait dengan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian dan pidana pencucian uang.

    Menurut jaksa, peristiwa itu terjadi ketika Fathanah bertemu di kantor Yudi di Jalan Cipaku I, Kebayoran Baru, Jakarta, pada 18 September 2012. Jaksa menyebutkan Fathanah bertandang ke kantor Yudi untuk membahas proyek pengadaan bibit kopi di Kementerian Pertanian 2013 dengan pagu Rp 189 miliar.

    “Untuk lebih meyakinkan Yudi, Fathanah menelepon seseorang yang diakuinya Anis Matta. Telepon itu lalu diserahkan ke Yudi,” jaksa Afni mengungkapkan. Anis saat itu menjabat Sekretaris Jenderal PKS dan Wakil Ketua DPR Bidang Anggaran.

    Seusai percakapan itu, menurut jaksa Afni, Yudi pulang ke rumah di Apartemen Sudirman Park di Jakarta Pusat untuk mengambil uang Rp 1,562 miliar yang kemudian diberikan ke Fathanah. "Fathanah ingatkan Yudi bahwa uang itu masih kurang Rp 338 juta," Afni melanjutkan. Dua hari berselang, setelah memastikan proyek itu ada, Yudi mentransfer sisa uang yang dijanjikan.

    Kepada Tempo, akhir Mei lalu, Yudi membeberkan ihwal percakapannya dengan Anis melalui telepon pada pertemuan 18 September 2012. Menurut Yudi, Anis ketika itu menjamin perusahaannya akan mendapat proyek di Kementerian Pertanian. Fathanah juga menyebut Anis akan memuluskan anggaran proyek di DPR. Syaratnya, kata Yudi, Anis minta jatah 1 persen dari setiap proyek. Untuk proyek pengadaan kopi dan Teh, Yudi menyetorkan Rp 1,9 miliar ke Anis melalui Fathanah. “Saat itu juga ada Luthfi, Presiden PKS,” kata Yudi.

    Dalam catatan pengeluarannya yang diterima Tempo, sepanjang 21-23 September 2012, Yudi mentransfer dana untuk Anis melalui Fathanah sebesar Rp 8,82 miliar. Duit juga diserahkan dalam bentuk bank note. Duit itu jatah 1 persen yang diminta Anis karena membantu Yudi menggarap belasan proyek di Kementerian Pertanian pada akhir 2012-2013.

    Anis Matta semalam belum bisa dimintai konfirmasi. Tapi, sebelumnya dalam beberapa kesempatan, Anis membantah jika disebut menerima duit dari Yudi. “Saya juga tidak kenal Yudi.” Dihubungi semalam, pengacara Fathanah, Ahmad Rozi, tak mau berkomentar. “Itu sudah masuk materi,” katanya. Dalam persidangan, Luthfi mengaku heran atas dakwaan itu. “Dakwaan itu ganjil.”

    Juru bicara KPK, Johan Budi, menyebutkan isi dakwaan Luthfi itu merupakan rangkuman hasil penyidikan. "Kami tunggu hasil persidangan, apakah itu didukung bukti-bukti yang lain," kata Johan.

    Nur Alfiyah | Erwan Hermawan | Febriana | Setri Yasra | Anton A


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.