Hari Ini Puncak Arus Mudik Lebaran

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrian kendaraan yang terjebak kemacetan saat akan keluar pintu Tol Merak, Banten, Sabtu (3/8). Volume kendaraan pemudik yang terus meningkat menuju pelabuhan merak mengakibatkan kemacetan mencapai  5 Km lebih. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Antrian kendaraan yang terjebak kemacetan saat akan keluar pintu Tol Merak, Banten, Sabtu (3/8). Volume kendaraan pemudik yang terus meningkat menuju pelabuhan merak mengakibatkan kemacetan mencapai 5 Km lebih. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta- Arus mudik dari arah Jakarta menuju daerah-daerah timur Jawa sudah mulai padat sejak kemarin. Ribuan kendaraan memenuhi jalanan di jalur utara, tengah, dan selatan. Tren arus lalu lintas kemarin sudah melewati kepadatan saat puncak mudik pada tahun lalu.

    Di jalur utara, sejak kemarin arus sepeda motor dan mobil dari Jakarta memenuhi jalur utama Pantai Utara di Subang, Jawa Barat. "Sejak subuh, antrean pemudik sepeda motor dan mobil belum terputus," kata Kepala Kepolisian Resor Subang Ajun Komisaris Besar Chiko Ardwiatto.

    Sampai Sabtu dinihari, jumlah mobil yang keluar dari gerbang sudah mencapai 36.804 unit. “Ini di atas perkiraan Jasa Marga, yang hanya 31.252 mobil,” kata Kepala Gerbang Tol Cikopo, Andri. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Minggu. Jumlah kendaraan bisa mencapai 45 ribu unit.

    Kepadatan sudah terasa sampai Cirebon. Berdasarkan catatan Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon, sepanjang Sabtu sudah 200 ribu mobil dan sepeda motor yang melintas di jalur utama Cirebon. Pada puncak mudik tahun lalu, jumlah kendaraan yang melintas dalam sehari hanya 58 ribu.

    Kondisi yang sama terjadi di Selatan. Dinas Perhubungan di Pos Jembatan Timbang Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, mencatat 48 kendaraan per menit melintas di Tasikmalaya, kemarin sore. "Puncaknya hari ini," kata Kepala Jembatan Timbang Gentong, Asep Mustopa. Pada puncak mudik 2012, jumlah kendaraan yang melintas rata-rata 60 kendaraan per menit.

    Sejak kemarin, rekayasa lalu lintas mulai dilakukan di kawasan Limbangan, Garut. Polisi menerapkan sistem buka-tutup jalur dengan durasi sekitar 30 menit. Di seputar kawasan itu, ekor kemacetan kendaraan telah mencapai wilayah turunan Nagreg, Kabupaten Bandung, atau berjarak sekitar 5 kilometer.

    Untuk memecah antrean kendaraan, jajaran kepolisian juga mengalihkan sebagian kendaraan melalui Garut kota. Kendaraan dipecah dari turunan Nagreg, yakni Cikaledong, kemudian diarahkan menuju Kadungora-Leles, tapi terganggu pasar tumpah di Leles. Antrean kendaraan pun mengular hingga sepanjang 5 kilometer sampai ke perbatasan Garut-Bandung.

    Kepadatan kendaraan juga terjadi di jalur tengah. Kendaraan merayap di antara Cijelag-Kadipaten, yang berjarak sekitar 10 kilometer. Iring-iringan mobil ini mengular sejak Desa Kebon Cau, Sumedang, atau jalur Cikamurang-Cijelag, hingga simpang Jalan Raya Barat, Kadipaten, Kabupaten Majalengka.

    Seorang pemudik, Dani, 30-an tahun, warga Cakung, Jakarta Timur, mengaku terkena macet sejak memasuki area pintu tol Sadang. Biasanya, jarak Jakarta-Kuningan via Pantura bisa ditempuh dalam 6 jam dengan kecepatan sedang. "Sekarang 11 jam belum sampai," katanya.

    Presiden Susilo Bambang Yudhoyono besok akan memantau langsung arus mudik di posko pengamanan Lebaran Polda Jawa Barat, di samping gerbang tol Cikopo, Purwakarta, Jawa Barat. "Presiden akan mengecek apakah semuanya sudah siap," kata Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo, di sela acara kunjungan ke posko pengaman arus mudik Lebaran Polda Jabar, kemarin.

    CANDRA NUGRAHA | SIGIT ZULMUNIR|ERICK P. HARDI|IVANSYAH|NANAG SUTISNA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.