Kas Yulianis Mengalir ke Ibas dan DPR

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibas saat akan menggelar konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta (21/3). Saat bekerja kemeja lengan panjang berwarna biru semacam inilah yang sering digunakan Ibas.  TEMPO/Dasril Roszandi

    Ibas saat akan menggelar konferensi pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta (21/3). Saat bekerja kemeja lengan panjang berwarna biru semacam inilah yang sering digunakan Ibas. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta--Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, membenarkan adanya gerojokan duit dari perusahaan milik bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Nazaruddin itu ke sejumlah politikus. Mereka antara lain Edhie Baskoro Yudhoyono, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Nama itu sudah keluar lama sekali,” kata Yulianis kepada Tempo Kamis 20 Desember 2013.

    Dalam catatan keuangan Grup Permai terlihat, penerima duit berasal dari berbagai kalangan. Selain Ibas--panggilan Edhie Baskoro--terdapat Wakil Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Tamsil Linrung. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini setidaknya dua kali menerima duit, yaitu pada 11 Oktober 2010 dan 11 Januari 2011, masing-masing US$ 100 ribu .

    Tercatat dalam laporan, duit diserahkan oleh Pardi atau Minarsih--keduanya bekas staf Grup Permai. Pemberian duit kepada Tamsil itu ditulis untuk proyek “Depkes 2011”. Nama lain adalah bekas Ketua Komisi Agama dan Sosial DPR Abdul Kadir Karding. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa ini tercatat menerima US$ 100 ribu pada 7 September 2010 dari Gerhana--juga staf Grup Permai. Tertulis dalam laporan itu, “Support untuk Bapak Karding Ketua Komisi VIII” untuk “Depag APBNP 2010”.

    Edhie Baskoro belum bisa dimintai tanggapan. Telepon dan pesan pendek yang dilayangkan Tempo tak berbalas. Pada Maret lalu, Sekretaris Jenderal Partai Demokrat ini melaporkan Yulianis ke Kepolisian Daerah Metro Jaya. “Saya tak mengenal Yulianis. Tuduhan tersebut mencemarkan nama saya. Seribu persen itu tak benar,” katanya.

    Politikus Demokrat yang juga bekas Ketua Panitia Kongres Demokrat Bandung, Didik Mukrianto, ragu ihwal kebenaran laporan keuangan Grup Permai yang dibuat Yulianis. “Uang itu ada atau tidak, sampai atau tidak ke tangan Ibas? Kami tidak tahu,” katanya.

    Tamsil belum bisa dimintai tanggapan. Tapi, sebelumnya, dia pernah membantah menerima duit dari perusahaan Nazaruddin. “Saya bukan merasa tak pernah menerima uang, tapi memang saya tak pernah terima,” katanya. Abdul Kadir Karding pun menyangkal menerima duit dari Grup Permai. “Saya tak tahu apa-apa soal permainan proyek Nazar.”

    PRAM | SUNDARI | PRIHANDOKO | NURUL MAHMUDAH

    Berita populer:
    Imam Masjidil Haram Ditolak Masuk Inggris

    Kunci Kemenangan Timnas U-23 Atas Malaysia

    Algojo Terakhir Penentu Kemenangan Indonesia

    Alasan Pengadilan Tinggi Perberat Vonis Djoko

    Pelatih Malaysia: Indonesia Layak Juara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.