Berharta Triliunan, Para Taipan Ini Sokong Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi

    Aksi "Gerakan 1000 Rupiah Jokowi-JK" yang dilakukan relawan pasangan Capres dan Cawapres Jokowi-JK di Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, (25/5). Gerakan seribu rupiah tersebut bertujuan untuk membantu pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan budaya gotong royong dan tolak politik uang. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta -Sejumlah pengusaha berada di belakangan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang bakal bertarung dalam pemilihan umum pada 9 Juli nanti. Kekuataan dana mereka bisa menjadi penyokong utama aktivitas kampanye para calon. Berikut ini sejumlah taipan yang mendukung pasangan calon presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang diusung koalisi pimpinan PDI Perjuangan.

    1. Sofjan Wanandi

    Sofjan Wanandi dikenal dekat dengan Jusuf Kalla. Tidak heran karena keduanya sudah kenal baik sejak lama. Bahkan, seorang petinggi PDIP mengaku Sofjan sudah sejak lama melobi Megawati untuk memasangkan Kalla dengan Jokowi. Sejak tahun 2013, Sofjan di berbagai kesempatan menyatakan bakal mengeluarkan Rp 2 triliun bila sekondanya, Jusuf Kalla, dipasangkan dengan Jokowi. Sofjan sendiri tercatat memiliki kekayaan lebih dari Rp 3 triliun. Sofjan kini memimpin Asosiasi Pengusaha Indonesia.

    2. Franky Sibarani

    Bersama Sofjan, Franky juga bergiat di Apindo. Berbeda dengan Sofjan yang memilih mendukung Jokowi-Kalla di luar, Franky menjadi salah satu tim pemenangan. Dia adalah anggota penggalangan dana pasangan ini.

    3. Rusdi Kirana

    Rusdi Kirana bersama kakaknya, Kusnan Kirana, tercatat sebagai orang kaya ke-29 menurut majalah Forbes pada November 2013. Keduanya sukses mendirikan maskapai penerbangan Lion Air. Dengan kekayaan yang mencapai US$ 1 miliar, Rusdi bergabung dengan tim pemenangan Jokowi-JK sebagai anggota Dewan Pengarah.

    4. Sutrisno Bachir

    Pengusaha ini ikut yang merapat ke Jokowi-JK. Meskipun pernah menjabat sebagai Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Tris, sapaan Sutrisno, tidak mengikuti pilihan politik PAN yang mendukung Prabowo-Hatta. Pengusaha asal Pekalongan ini juga pernah masuk daftar Forbes sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia pada 2008. Saat ini Tris menjabat sebagai anggota Dewan Pengarah.

    5. Jacob Soetoyo

    Direktur PT Gesit Sarana Perkasa ini mempunyai jaringan yang kuat untuk lobi-lobi internasional. Jacob, yang juga menjadi Dewan Pengawas Center of Strategic and International Studies (CSIS), menyediakan rumahnya di Permata Hijau untuk pertemuan Jokowi dengan perwakilan asing di Jakarta, antara lain dengan Dubes Amerika Serikat (AS) Robert O' Blacke, Duta Besar Myanmar, Meksiko, Turki, Norwegia dan Vatikan. Sebelumnya, Jacob juga sudah memfasilitasi pertemuan antara Jokowi dengan mantan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad di rumah Megawati di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

    6. Pengusaha lain

    Dukungan atas pasangan Jokowi-JK tak hanya dari pengusaha-pengusaha itu. Sehari sebelum deklarasi Jokowi sebagai calon presiden, 14 Maret 2014, PDIP menggalang dukungan dengan pengusaha. Sebanyak 60 pengusaha berkumpul di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Tjahjo Kumolo mengatakan pengusaha-pengusaha itu tak ada pengusaha yang masuk sepuluh orang terkaya di Indonesia. Namun, terlihat pengusaha Prajogo Pangestu turut hadir. PDIP pada pertemuan itu sudah menyiapkan formulir buat para pengusaha untuk menyumbang ke partai. "Rp 1 juta pun kami terima," kata Tjahjo. (Baca juga : Tiga Taipan dengan Harta Rp 23 T Sokong Prabowo)

    AMIR TEJO|ANTON A

    Berita Terpopuler:
    Diduga Mencurigakan, Ini Isi 14 Rekening Anggito
    116 Pegawai Kementerian Agama Masuk Daftar Hitam
    Honorer Ini Tarik Rp 1,4 Miliar di Rekening Haji
    Pegawai Ini Terima Rp 1,3 Miliar dari Travel Haji



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.