Enam Titik Macet Hadang Pemudik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antrean kendaraan pemudik padati ruas Jalan Lingkar Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat, 1 Agustus 2014. Masuki H+4 lebaran, arus balik yang lintasi jalur selatan masih ramai lancar. ANTARA/Adeng Bustomi

    Antrean kendaraan pemudik padati ruas Jalan Lingkar Gentong, Tasikmalaya, Jawa Barat, 1 Agustus 2014. Masuki H+4 lebaran, arus balik yang lintasi jalur selatan masih ramai lancar. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta-Hari ini dan besok diperkirakan menjadi puncak arus balik Lebaran. Sebanyak 1,12 juta mobil dan sepeda motor akan memadati titik-titik rawan macet sejak kemarin malam hingga Ahad mendatang. Sekitar 900 ribu unit di antaranya adalah mobil, dan 227 ribu unit lainnya sepeda motor.

    “Kemacetan maksimal akan terjadi pada Sabtu malam, karena masa cuti para pemudik umumnya habis pada hari Ahad,” kata Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Suroyo Alimoeso, kepada Tempo kemarin.

    Berdasarkan pantauan Kementerian Perhubungan sejak H-7 hingga H+2 Lebaran, terdapat lima titik rawan macet di Jawa Barat ke arah Jakarta. Kelima titik itu adalah Ciasem, Sadang, Ciamis, Cicurug, dan Cileunyi. “Di lima titik ini kami menempatkan pos pemantauan untuk mengantisipasi macet dan lainnya,” ujar Suroyo.

    Sedangkan di Jawa Tengah, titik macet masih berpusat di Jembatan Comal, Pemalang, yang ambles menjelang Lebaran lalu. Menurut juru bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, pengoperasian Jembatan Comal saat ini diutamakan bagi kendaraan dari arah timur ke barat. "Akan ada kebijakan dari tim di lapangan untuk memperlancar arus," ujar dia.

    Masyarakat juga disarankan agar menghindari titik-titik rawan macet dengan memanfaatkan jalur alternatif. Selain enam titik tadi, simpul-simpul macet yang harus diwaspadai adalah pintu-pintu perlintasan sebidang kereta api dan persimpangan jalan nasional yang menuju jalan-jalan kabupaten/kota.

    Hingga pukul 19.00 kemarin malam, antrean kendaraan dari arah Semarang menuju Jakarta mencapai 15 kilometer dari simpang tiga Comal hingga ke Jembatan Sipait, Kabupaten Pekalongan. Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pemalang, Ajun Komisaris Davis Busin, mengatakan kemacetan lalu lintas tetap tak terhindarkan, meski dua lajur Jembatan Comal di sisi utara diprioritaskan untuk arus balik dari timur.

    “Malam ini, kami menerapkan sistem buka-tutup di Jembatan Comal. Diutamakan untuk arus balik (kendaraan dari timur),” kata Davis. Dalam kondisi normal, durasi sistem buka-tutup jembatan itu 30 menit.

    Juru bicara Markas Besar Kepolisian RI, Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, menuturkan bahwa pemudik pada puncak arus balik ini umumnya berasal dari daerah yang jauh, seperti Sumatera dan Jawa Tengah. Pasalnya, pemudik butuh setidaknya satu hari untuk istirahat, sebelum memulai aktivitas pada Senin mendatang.

    Boy melanjutkan, kepadatan arus balik terjadi di dua titik. Pertama adalah dari timur ke barat Jabodetabek, atau pemudik dari Jawa Tengah dan Jawa Timur yang melintasi jalur Pantura, tengah, dan selatan. Titik kedua adalah dari arah barat ke timur, yakni di Pelabuhan Merak yang mengangkut pemudik dari Pulau Sumatera. RIDHO JUN PRASETYO | MOYANG KASIH | DINDA LEO LISTY | EFRI R

    Baca juga:
    Pendiri Kamp Militer di Aceh Pendukung Utama ISIS

    Bakteri Kebal Antibiotik Meningkat di AS

    Leluhur Burung Ternyata Karnivora Raksasa

    Penjualan Solar Dibatasi, Organda Ancam Mogok



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.