JK Dua Kali Lobi Sri Mulyani Jadi Menteri Jokowi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Manajer Bank Dunia Sri Mulyani. TEMPO/Imam Sukamto

    Direktur Manajer Bank Dunia Sri Mulyani. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Nama Managing Director (Direktur Pelaksana) Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati, semakin santer disebut bakal menduduki jabatan Menteri Koordinator Perekonomian. Sumber Tempo menyatakan wakil presiden terpilih, Jusuf Kalla, pernah dua kali menemui Sri Mulyani. (Baca: Pelantikan, Jokowi: Jangan ke Senayan, tapi Monas)

    Saat dikonfirmasi, Kalla mengakui bertemu Sri Mulyani, salah satunya di Washington, DC, Amerika Serikat, pada pertengahan Agustus lalu. “Tapi kami belum memutuskan,” kata Kalla saat ditemui Tempo di rumahnya di Jalan Brawijaya, Jakarta, Rabu 8 Oktober 2014. (Baca: Menko Ekonomi Jokowi Wajib Tiru Sri Mulyani)

    Jokowi juga disebut-sebut sudah mengontak langsung Sri Mulyani dan menawarinya masuk kabinet. Namun demikian, Jokowi menolak menjelaskan apakah benar dia mengontak Sri Mulyani atau tidak. Jokowi menyatakan belum menempatkan nama-nama calon pada kementerian tertentu. “Belum final semuanya, nanti saja.”

    Sri Mulyani sendiri, saat dimintai konfirmasi Tempo lewat pesan instan membalas, “Tidak mau mengomentari soal ini.”

    Selain Sri Mulyani, ada nama Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dan Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Ignasius Jonan, yang mencuat dalam seleksi calon menteri ekonomi kabinet pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. (Baca: Kata Analis Soal Sri Mulyani Jadi Menteri Jokowi)

    Bambang kemungkinan akan menjadi Menteri Keuangan. Ada pula nama Gubernur Bank Indonesia, Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, yang juga disebut-sebut sebagai calon kuat Menteri Keuangan. Agus pernah menjadi Menteri Keuangan Kabinet Indonesia Bersatu II 2010-2013 menggantikan Sri Mulyani di Lapangan Banteng.

    Jonan, yang kariernya kian moncer lantaran dianggap berhasil membenahi PT KAI, bakal ditaruh di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau Kementerian Badan Usaha Milik Negara.

    Ketua Tim Transisi Jokowi-Kalla, Rini Mariani Soemarno, juga hampir dipastikan masuk jajaran kabinet pemerintah Jokowi-Kalla. Menurut sumber, semula Rini bakal ditaruh menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Namun, dalam perkembangan terakhir, kata si sumber, Menteri Perindustrian dan Perdagangan Kabinet Gotong Royong 2001-2004 (pemerintah Megawati Soekarnoputri) itu akan menjadi Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat.

    Selain itu, presiden terpilih Joko Widodo ada kemungkinan masih akan memakai Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam jajaran menteri-menteri ekonomi kabinetnya. Nama Kuntoro Mangkusubroto (Ketua Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan Pengendalian Pembangunan) serta Sofyan Djalil (Menteri BUMN 2007-2009) juga santer disebut-sebut.

    Jokowi tak membantah atau membenarkan saat Tempo menyebut nama-nama ini sebagai calon kuat menteri-menteri ekonominya. “Nanti saja,” katanya. Begitu pula Bambang Brodjonegoro, tak mau menanggapi kemungkinan dirinya menjadi menteri saat dicegat di kantor Kementerian Keuangan..

    Sebelumnya, Jokowi mengumumkan jumlah kementerian dalam kabinetnya ada 34, yang terdiri atas 16 dari profesional partai dan 18 dari profesional murni.

    ELIK SUSANTO | ANANDA TERESIA | TRI SUHARMAN | TRI ARTINING PUTRI

    Topik terhangat:
    Mayang Australia
    | Koalisi Jokowi-JK | Kabinet Jokowi | Pilkada oleh DPRD

    Berita terpopuler lainnya:
    Di Yogya, Zuckerberg Coba Facebook di Pos Ronda 

    Pengganti Ahok Mantan Koruptor, Ini Kata Gerindra

    Video Penganiayaan Murid SD di Bukittinggi Beredar

    Di Yogya, Bos Facebook Selfie Bareng Ibu-ibu


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.