Polri Diminta Usut Dugaan Pencucian Uang Ferdy Sambo

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas di Jalan Duren Tiga Barat, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. TEMPO/Magang/Haninda Hasyafa

TEMPO.CO, Jakarta - Setelah jadi tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriyansah Yosua Huatabarat alias Brigadir J, mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo kini diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dugaan itu menguat setelah publik mencurigai kekayaan yang dimiliki jendral bintang dua tersebut.

Sebagai Kadiv Propam, Ferdy Sambo diketahui menerima gaji Rp3.290.500 sampai Rp5.576.500. Ini sebagaimana Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2019 tentang Perubahan Keduabelas atas Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2001 tentang Peraturan Gaji Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sementara untuk remunerisasi tunjangan kinerja, Ferdy Sambo masuk dalam kelas jabatan 17. Ia berhak mendapatkan tukin (tunjangan kinerja) sebesar Rp 29.085.000 per bulan. Ini sebagaimana diatur Peraturan Presiden Nomor 103 Tahun 2018 tentang Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Berdasarkan asumsi tersebut Ferdy Sambo berhak menerima penghasilan paling kecil Rp 31.375.500 dan paling besar Rp 36.952.000 beserta tunjangan lain yang bersifat melekat.

Di sisi lain, Ferdy Sambo diketahui memiliki 2 rumah mewah di Jalan Saguling 3 dan Jalan Bangka, Jakarta Selatan. Selain itu, dia juga memiliki 6 mobil mewah.

Gaji Ajudan

Kecurigaan dugaan TPPU ini juga mengemuka setelah diketahui beberapa ajudan Ferdy Sambo digaji ratusan juta. Kuasa hukum Brigadir Kepala atau Bripka Ricky Rizal, Erman Umar mengakui kliennya menerima uang dari Ferdy Sambo.

Uang tersebut diakui Erman bukan sebagai uang tutup mulut atas kasus pembunuhan Brigadir J, melainkan sebagai upah karena telah menjaga istri Sambo, Putri Candrawathi. "Kalimatnya dalam BAP yang saya baca itu 'karena kalian sudah menjaga Ibu'," kata Erman di Bareskrim Polri, Kamis malam 8 September 2022.

Sebelumnya pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengungkapkan para ajudan Ferdy Sambo, yaitu Bhayangkara Dua Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Ma'ruf yang merupakan sopir keluarga Sambo telah menerima uang dari bos mereka itu.

Kamaruddin mengatakan, uang itu adalah uang tutup mulut soal kasus pembunuhan Brigadir J. Dia menyebut, uang yang diberikan sebesar Rp 500 juta.

Kecurigaan ini juga diungkapkan tim pengacara Keluarga Yosua, yakni Irma Hutabarat. Dia mempertanyakan dari mana sumber kekayaan Ferdy Sambo.

"Ada nggak yang mempertanyakan Sambo itu gajinya berapa, sih? Dia sebagai orang dari Propam itu digaji berapa sekarang. Kalau dia penyidik bisa lihat dia beriring-iringan naik mobil Lexus dari mana dia punya uang beli mobil seharga Rp5 M itu? Kenapa hal itu tidak pernah disidik?" kata Irma saat dihubungi pada Jumat, 16 September 2022.

Selaku tim pengacara keluarga Yosua, Irma juga mengungkapkan bahwa penyidik semestinya menyelidiki hasil kekayaan Ferdy Sambo. Menurutnya, hasil persidangan nanti juga pasti berhubungan dengan uang. Irma sampai saat ini terus menduga Ferdy Sambo juga melakukan suap kepada anak buahnya.

"Kenapa tidak disidik hal itu. Bagaimana dia bisa menyawer kemana-mana kalau dia gajinya nggak sampai Rp 50 juta sebulan?" tambahnya.

Ihwal dugaan pencucian uang Ferdy Sambo, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Ivan Yustiavandana hanya mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan penyidik. Ia tidak menjawab pertanyaan Tempo soal detil mengenai dugaan PPTU ini.

"Kami terus berproses dan koordinasi intensif dengan penyidik," kata Ivan lewat pesan singkat, Ahad, 18 September 2022.

Tempo juga menanyakan dugaan pencucian uang ini kepada Kadiv Humas Polri, Irjen Dedi Prasetyo. Namun hingga saat ini Dedi tak meresponsnya.

Saran Pakar

Sementara itu, pakar hukum pidana pencucian uang Yenti Ganarsih mengatakan, Polri saat ini semestinya telah menyelidiki kekayaan Ferdy Sambo. Hal ini untuk menjawab dugaan adanya tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Ferdy Sambo. Apalagi ini setelah muncul pengakuan bahwa istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi membuatkan rekening untuk menampung uang mereka dalam rekening ajudannya, seperti Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J dan Bripka Ricky Rizal.

Menurut Yenti, Polri juga bisa menyelidiki kasus diagram Konsorsium 303 yang disebut dikomandoi Ferdy Sambo dan transfer dari Ferdy Sambo untuk para ajudannya. "Dulu kan ada diagramnya (konsorsium 303) kan. Ada dua diagram tuh, ya kan, dua diagram tapi tidak ada bantahan. Mudah-mudahan itu sedang diselidiki ya," kata Yenti saat dihubungi Sabtu, 17 September 2022.

Sedangkan soal transfer uang sebesar Rp 200 juta ke rekening Brigadir J bisa diduga sebagai tindakan pencucian uang.

"Rekening Yosua itu kan katanya ada transaksi Rp 200 juta dan ada empat rekening. Itu semua bentuk begitu ya, transaksi, pemasukan, menggunakan nama orang untuk transaksi. Itu semua adalah tipe-tipe money laundry. Tipe-tipe money laundry itu khususnya ada rekening penampung ya," katanya.

Modus ini, menurut Yenti, kerap kali dilakukan oleh pelaku pidana pencucian uang. "Jadi mereka modus-modusnya biasanya kalau itu pengusaha atau pura-pura pengusaha hitam-hitam itu ya, biasanya mereka merekrut yang mempunyai rekening-rekening itu. Biasanya ya itu tadi, apa cleaning service- nya atau pegawai-pegawainya gitu," ujarnya.

Menurut Yenti, temuan dugaan tindak pidana pencucian uang ini bisa memperberat hukuman pidana Ferdy Sambo selain kasus pembunuhan dan obstruction justice yang sebelumnya telah menyeretnya jadi tersangka. "Atas temuan dugaan TPPU ini, penyidik tak boleh lalai dengan kasus pembunuhan. Tapi adanya temuan ini seharusnya memperberat hukuman Ferdy Sambo," kata Yenti.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

38 menit lalu

Jebakan Batman Polisi Lalu Lintas Harus Dihentikan, Lemkapi: Tindak Tegas Pelanggar

Edi Hasibuan mengatakan, Polisi Lalu Lintas (Polantas) merupakan baromater pelayanan Polri sehingga jebakan batman pengguna jalan harus dihentikan.


Empat Polisi Bekas Bawahan Ferdy Sambo Wajib Jalani Pembinaan Mental

15 jam lalu

Empat Polisi Bekas Bawahan Ferdy Sambo Wajib Jalani Pembinaan Mental

Empat polisi bekas bawahan Irjen Ferdy Sambo diwajibkan menjalani pembinaan mental kepribadian, keagamaan dan pengetahuan profesi selama satu bulan


Sidang Etik Kasus Brigadir J Dilanjutkan Senin Mendatang, Giliran Ipda Arsyad Daiva Gunawan yang Hadapi KKEP

19 jam lalu

Sidang Etik Kasus Brigadir J Dilanjutkan Senin Mendatang, Giliran Ipda Arsyad Daiva Gunawan yang Hadapi KKEP

Ipda Arsyad Daiva Gunawan merupakan salah satu personil yang mengolah TKP pembunuhan Brigadir J.


Lukas Enembe Minta Jokowi Izinkan Dirinya Berobat ke Luar Negeri

22 jam lalu

Lukas Enembe Minta Jokowi Izinkan Dirinya Berobat ke Luar Negeri

Pengacara Lukas Enembe memohon agar Presiden Jokowi memberikan izin kliennya berobat ke luar negeri.


Lukas Enembe Dipastikan Tak Akan Penuhi Panggilan KPK Senin Mendatang

23 jam lalu

Lukas Enembe Dipastikan Tak Akan Penuhi Panggilan KPK Senin Mendatang

Pengacara Lukas Enembe memastikan kliennya tak akan memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan pada Senin mendatang.


Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

1 hari lalu

Akademisi dan Amnesty International Minta Kejaksaan Gelar Penyelidikan Lanjutan Kasus Brigadir J

Komnas HAM dinilai perlu mengoptimalkan wewenangnya dalam penyelidikan pro justitia atas kasus pembunuhan Brigadir J.


Kabar 3 Kapolda Dukung Skenario Ferdy Sambo, Polri: Tidak Ada Keterkaitan

1 hari lalu

Kabar 3 Kapolda Dukung Skenario Ferdy Sambo, Polri: Tidak Ada Keterkaitan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa ketiga Kapolda tersebut tidak ada keterlibatan pada kasus yang menjerat Ferdy Sambo.


Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

1 hari lalu

Mengungkap Konsorsium 303, Diduga Berperan di Jaringan Perdagangan Orang di Kamboja

Konsorsium 303 beredar di media sosial sebagai sebuah bagan yang menunjukkan nama dan peran orang-orang yang diduga terlibat dalam suatu jaringan bisnis ilegal.


Ada Saksi Kunci Sakit, Polri: Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Tetap Digelar Pekan Depan

1 hari lalu

Ada Saksi Kunci Sakit, Polri: Sidang Etik Brigjen Hendra Kurniawan Tetap Digelar Pekan Depan

Meski salah satu saksi kunci sakit, sidang etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan akan tetap digelar pekan depan. Saksi kunci itu baru selesai operasi


Hasil Sidang Etik Iptu Hardista, Dihukum Demosi Selama Satu Tahun

1 hari lalu

Hasil Sidang Etik Iptu Hardista, Dihukum Demosi Selama Satu Tahun

Pada sidang etik yang dilaksanakan 22 September lalu, Iptu Hardista terbukti bersalah dan mendapat hukuman demosi selama 1 tahun.