Peran 3 Polisi yang Dipecat di Kasus Obstruction of Justice Perkara Brigadir J

Editor

Amirullah

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas di Jalan Duren Tiga Barat, Jakarta, Selasa, 30 Agustus 2022. TEMPO/Magang/Haninda Hasyafa

TEMPO.CO, Jakarta - Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyebut tiga dari tujuh tersangka obstruction of justice kasus penembakan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J telah dipecat. Mereka disebut telah menghalang-halangi penyelidikan dengan merusak TKP penembakan di rumah dinas Kadiv Propam Mabes Polri.

"Info dari Direktur Siber sudah jadi 7 tersangka, tiga di antaranya sudah dipecat," ujar Dedi saat dihubungi, Ahad, 4 September 2022.

Ketiga tersangka yang dipecat tersebut adalah Irjen Ferdy Sambo, Kompol Baiquni Wibowo, dan Kompol Chuk Putranto. Mereka mendapat pemberhentian dengan tidak hormat atau PDTH setelah mengikuti sidang kode etik oleh Komisi Kode Etik Polri (KKEP).

Mengenai peran para tersangka, Ferdy Sambo disebut sebagai otak dari perusakan tempat kejadian perkara. Ia memerintahkan anak buahnya untuk melakukan olah TKP serta mengambil rekaman CCTV di dalam rumah dinas dan di luar rumah.

Perintah Tutup Mulut

Berita Acara Pemeriksaan atau BAP Ferdy Sambo yang sempat dilihat Tempo, mengungkap soal penghapusan rekaman kamera keamanan di sekitar rumah dinasnya. Sambo sempat mengancam bawahannya yang sempat melihat rekaman tersebut untuk tutup mulut.

Dalam BAP itu Sambo awalnya mengaku memerintahkan mantan Kepala Biro Paminal Brigjen Hendra Kurniawan untuk mengamankan kamera CCTV di sekitar rumah dinasnya di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. Perintah itu diberikan Sambo ketika Hendra hadir di lokasi pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat.

Keterlibatan Hendra bermula ketika dia mendapatkan telepon dari Sambo yang memintanya untuk datang ke Duren Tiga. Hendra sedang memancing di kawasan Pantai Indah Kapuk saat itu. "Kasus nih, ajudan tembak-tembakan, satu meninggal," kata Sambo kepada Hendra melalui hubungan telepon.

Mendapatkan perintah itu, Hendra langsung meluncur ke Duren Tiga. Sesampainya di sana, Sambo menceritakan skenario palsu kematian Brigadir J yang telah dia persiapkan kepada Hendra. Sambo menceritakan bahwa Brigadir J tewas setelah terlibat tembak-menembak dengan Bharada E alias Richard Eliezer Pudihang Lumiu. Brigadir J juga disebut melakukan pelecehan seksual kepada istri Sambo, Putri Candrawathi. Kepala Biro Provos Polri, Brigjen Benny Ali, pun ikut mendengarkan cerita itu bersama Hendra.

Hingga hari ini, Hendra Kurniawan telah ditetapkan sebagai tersangka obstruction of justice. Namun, belum ada sidang kode etik untuk memutuskan nasib Hendra KKEP. Adapun peristiwa yang diduga membuat Hendra ditetapkan sebagai tersangka, karena tindakannya yang mengancam pihak keluarga Brigadir J saat mengantarkan jenazah.

Menonton Rekaman CCTV

Tersangka obstruction of justice selanjutnya yang turut dipecat dengan tidak hormat dari Polri adalah Kompol Chuk Putranto dan Kompol Baiquni Wibowo. Dedi Prasetyo menyebut keduanya melakukan perusakan TKP dengan mengambil rekaman kamera CCTV di dalam dan luar rumah dinas Kadiv Propam Polri.

"Perannya BW sama dengan pak CP aktif untuk mengambil CCTV. Menghancurkan, menghilangkan, mengambil CCTV," kata Dedi.

Menurut Dedi, perbuatan keduanya menghilangkan rekaman CCTV dinilai pelanggaran paling berat. Sebab, hal itu mengakibatkan proses penyelidikan awal terhambat. "Menghilangkan CCTV itu yang paling berat sehingga proses penyidikan awal itu agak terganggu,” kata Dedi.

Dalam BAP Ferdy Sambo, keduanya memang diperintahkan jenderal bintang dua itu untuk mengambil rekaman CCTV. Namun, sebelum rekaman dirusak, Chuck dan Baiquni sempat menonton rekaman tersebut. Hal itu tertuang dalam keterangan mantan Wakaden B Biropaminal Polri, AKBP Arif Rachman Arifin kepada Sambo.

Pada 13 Juli 2022, Arifin yang juga telah menonton rekaman CCTV itu melaporkan kepada Hendra bahwa peristiwa penembakan Brigadir J tidak seperti cerita Ferdy Sambo. Arif dan Hendra kemudian menyatakan temuan itu kepada Sambo.

Namun, Sambo yang mendapat pertanyaan itu langsung menyatakan, "Tidak seperti itu, masa kamu tidak percaya sama saya."

Minta Bungkam 

Sambo juga sempat menanyakan siapa saja yang sudah melihat rekaman tersebut. Arif menjawab bahwa rekaman itu dilihatnya bersama Kompol Chuk Putranto, Kompol Baiquni Wibowo, dan AKBP Ridwan Soplanit. 

Setelah itu, Sambo sempat meminta mereka untuk bungkam sembari menanyakan di mana rekaman itu disimpan. "Kalau bocor berarti kalian berempat yang bocorin dan disimpan di mana video tersebut," kata Sambo.

Arif pun menjawab bahwa rekaman itu berada di laptop dan flashdisk Baiquni. Sambo lantas memerintahkan Arif untuk menghapus semua rekaman tersebut. Sambo membenarkan cerita Arif tersebut, namun dia menyatakan Hendra Kurniawan tak mengetahui isi dari rekaman CCTV itu.

Setelah tiga tersangka obstruction of justice mendapat keputusan pemecatan, masih ada empat tersangka lain yang sedang menunggu sidang kode etik untuk ditentukan nasibnya di Polri.

Mereka antara lain Brigjen Hendra Kurniawan selaku Karopaminal Divisi Propam Polri, Kombes Agus Nurpatria selaku Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, AKBP Arif Rahman Arifin selaku Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri, dan AKP Irfan Widyanto eks Kasubnit I Subdit III Dittipidum Bareskrim Polri.

Dalam laporan Majalah Tempo edisi Sabtu, 20 Agustus 2022, Agus Nurpatria menjadi salah satu orang yang mengetahui peristiwa sebenarnya dari kasus penembakan Brigadir J, karena ikut menonton rekaman CCTV. Untuk Arif Rahman Arifin, diduga memiliki peran memerintahkan penyidik Polres Jakarta Selatan membuat BAP 3 saksi mengikuti arahan Biropaminal.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Suwito Ayub Masih Buron, Kilas Balik Kasus Direktur Operasional KSP Indosurya

6 jam lalu

Suwito Ayub Masih Buron, Kilas Balik Kasus Direktur Operasional KSP Indosurya

Salah satu tersangka kasus dugaan penipuan dan penyelewengan dana KSP Indosurya, Suwito Ayub masih buron. Ini kilas balik penipuan Rp 106 triliun


Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

1 hari lalu

Deretan Anak Buah yang Kecewa pada Ferdy Sambo di Kasus Brigadir J

Ferdy Sambo membuat sejumlah skenario untuk menutupi Kasus pembunuhan Brigadir J. Namun upaya tersebut gagal bahkan menyeret anak buahnya


Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

1 hari lalu

Rangkuman Sidang Ferdy Sambo Cs Pekan Ini, Dilema Jaksa soal Tuntutan 12 Tahun Richard Eliezer

Sidang kasus Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo cs, telah memasuki agenda pembacaan replik, duplik, dan pleidoi. Berikut merupakan rangkumannya


Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

1 hari lalu

Bareskrim Polri Bongkar Jaringan Internasional Aplikasi Pornografi Bernilai Puluhan Miliar

Bareskrim Polri membongkar jaringan pornografi dan judi online lewat aplikasi bernama Bling2. Dikendalikan dari Kamboja dan Filipina.


Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

1 hari lalu

Bacakan Pleidoi, Irfan Widyanto: Semua Orang Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto menyebut semua orang tertipu oleh Ferdy Sambo pada saat awal kasus pembunuhan Brigadir Yosua ini mencuat.


Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

1 hari lalu

Pleidoi Irfan Widyanto Sebut Semua Orang Bahkan Petinggi Polri Tertipu oleh Ferdy Sambo

Irfan Widyanto mengaku tak bisa menolak tugas yang diberikan kepadanya karena tak mengetahui kejadian sebenarnya penyebab kematian Brigadir Yosua.


Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

1 hari lalu

Istri Arif Rachman Arifin Menangis, Sebut Ferdy Sambo Hancurkan Karier Suaminya

Istri Arif Rachman Arifin, Nadia Rahma mengungkapkan awal bertemu Ferdy Sambo, ia merasa atasan suaminya itu pemimpin yang baik.


Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

2 hari lalu

Kuasa Hukum Arif Rachman Arifin Minta Kliennya Dibebaskan karena Anaknya Mengidap Hemofilia

Anak Arif Rachman Arifin disebut mengadapi kelainan pembekuan darah atau hemofilia yang perawatannya membutuhkan banyak biaya.


Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

2 hari lalu

Pledoi Arif Rachman Arifin Singgung Soal Dilema Moral HIngga Budya Polisi yang Mengakar

Arif Rachman Arifin mengaku mengalami dilema moral setelah mendengar cerita Ferdy Sambo bahwa istrinya, Putri Candrawathi, mengalami pelecehan seksual


Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

2 hari lalu

Hendra Kurniawan Cs Bacakan Pleidoi Kasus Perintangan Penyidikan

Hendra Kurniawan dan lima terdakwa kasus obstruction of justice pembunuhan Brigadir Yosua lainnya hari ini jalani sidang pembacaan pembelaan.