Ketegangan di Selat Taiwan, Ukraina Kedua, dan Nasib 300 Ribu WNI di Sana

Reporter

Editor

Yudono Yanuar

Sebuah pesawat tempur milik Komando Palagan Timur Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA) Cina melakukan operasi di sekitar Pulau Taiwan, 4 Agustus 2022. Operasi ini digelar setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi. (Xinhua/Hua Junxiao)

TEMPO.CO, Jakarta - Pada akhir pekan lalu, suasana tegang terasa di Selat Taiwan setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi ke Taipei, yang sejak awal ditentang Beijing.

Kapal perang dan jet tempur China unjuk kekuatan di perairan internasional yang mepet dengan Taiwan. Belasan kapal dengan senjata lengkap itu, berlalu-lalang hanya berjarap 20 km dari garis pantai Taiwan.

Tak cukup dengan memamerkan kapal dan jet tempur canggihnya,  China uga untuk pertama kalinya menguji coba menembakkan rudal yang empat di antaranya meluncur di atasi langit Taipei.

AS menyebut tindakan China  itu tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, kata juru bicara keamanan nasional John Kirby, Jumat, 5 Agustus 2022.

Taiwan juga menurunkan sejumlah kapal perang di sepanjang perairannya, untuk mengawal kapal China agar tak masuk wilayahnya.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina, Februari 2022, Taiwan yang diklaim China sebagai bagian dari wilayahnya, sudah mulai cemas bernasib sama dengan Kyiv. Mereka pun siaga apalagi Beijing berkali-kali menyatakan akan berusaha mengembalikan wilayahnya itu meski dengan kekerasan.

Taiwan memerintah sendiri sejak 1949, ketika partai komunis di bawah Mao Zedong mengambil alih kekuasaan di Beijing setelah mengalahkan kelompok nasionalis Kuomintang (KMT) di bawah Chiang Kai-shek dalam perang saudara. Pemerintah yang dipimpin KMT akhirnya mundur ke pulau itu.

Amerika Serikat, yang sejak awal mendukung Taiwan, terikat dengan undang-undang yang mewajibkan Washington membantu pertahanan Taipei.

"Kami menjalankan komitmen kami sesuai Undang-undang Taiwan, dan akan terus membantu pertahanan Taiwan. Kami akan terus melawan upaya mengubah status quo secara sepihak,” kata juru bicara Gedung Putih.

Sebuah pesawat Tentara Pembebasan Rakyat Cina (PLA) yang membawa rudal terbang di atas 68 mil laut, salah satu titik terdekat daratan Cina dengan pulau Taiwan, di pulau Pingtan, provinsi Fujian, Cina 5 Agustus 2022. Kunjungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat AS Nancy Pelosi membuat marah Beijing yang melakukan perjalanan solidaritas ke pulau yang diklaim China sebagai miliknya. REUTERS/Aly Song

Kemarahan Beijing tidak hanya diwujudkan dengan unjuk kekuatan militer. China langsung menghentikan impor ratusan jenis produk dari Taiwan, terutama makanan.

Ketegangan ini bila berlanjut, bisa mengganggu perdamaian kawasan. Taiwan pun menyerukan negara-negara di Asia mengutuk latihan militer China.

Indonesia, yang seperti kebanyakan negara di dunia menganut politik satu China, harus siaga jika ketegangan di Selat Taiwan tak kunjung usai. Hal ini karena ada 300 ribu WNI yang tinggal di Taipei, sebagian besar pekerja migran.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha mengatakan, 300 ribu WNI yang berada di Taiwan dalam kondisi aman. 

"Saat ini dapat kami sampaikan bahwa kondisi WNI kita di Taiwan masih tetap tenang, aman, dan tentunya kita berharap tidak ada eskalasi (ketegangan) lebih lanjut," kata Judha.

Keadaan ini dibenarkan WNI yang berada di Taiwan. "Mereka masih menjalankan berbagai aktivitas, jadi tidak ada pengaruh sama sekali," kata Kartika, warga Indonesia yang tinggal di Taipei.

Kondisi kota Taipei juga tidak berubah, kecuali sejumlah warga Taiwan akhir pekan lalu memborong makanan karena khawatir ekskalasi meningkat.

Menurut Kartika, jika ada yang berubah adalah di sektoor penerbangan. Karena militer China memperpanjang latihan perangnya, banyak maskapai membatalkan penerbangannya ke Taiipei.

Namun Migrant CARE menyarankan Pemerintah Indonesia mulai mengambil ancang-ancang untuk menyelamatkan WNI di Taiwan.

"Kementerian Luar Negeri mulai harus melihat perkembangan situasi politik. Jika itu membahayakan, harus ada upaya penyelamatan, evakuasi," kata Anis Hidayah, Ketua Pusat Studi Migrasi dari Migrant CARE.

Ia pun merujuk pada UU No.18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran.

Anis menyarankan agar sekarang mulai diinformasikan kepada WNI di Taiwan supaya ikut memantau  perkembangan. Diinformasikan pula, langkah apa yang harus dilakukan jika ada WNI yang tinggal di wilayah dekat perbatasan dan membutuhkan upaya penyelamatan.






Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

14 jam lalu

Australia: China Punya Kekuatan Besar Bantu Akhiri Perang Ukraina

Australia minta China menggunakan pengaruhnya sebagai kekuatan besar untuk membantu mengakhiri perang di Ukraina.


Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

19 jam lalu

Pemerintah Gugat Mantan Majikan Adelina Lisao, Anggota DPR Fraksi PKS: Untuk Perjuangkan Keadilan

Anggota DPR dari Fraksi PKS mendukung upaya pemerintah untuk mengajukan gugatan terhadap mantan majikan Adelina Lisao.


Bertemu Blinken, Menlu China: AS Kirim Sinyal Berbahaya Soal Taiwan

22 jam lalu

Bertemu Blinken, Menlu China: AS Kirim Sinyal Berbahaya Soal Taiwan

Taiwan menjadi fokus pembicaraan 90 menit antara Menteri Luar Negeri Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di sela-sela Sidang Umum PBB


Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

1 hari lalu

Hong Kong Hapus Kewajiban Karantina di Hotel, Cukup Tes Antigen

Hong Kong akan menghapus kebijakan wajib karantina hotel Covid-19 untuk semua kedatangan mulai 26 September 2022


Diciptakan Don Bennett, Begini Sejarah Ditemukannya Sepak Bola Amputasi

2 hari lalu

Diciptakan Don Bennett, Begini Sejarah Ditemukannya Sepak Bola Amputasi

Ada sejarah unik di balik penemuan sepak bola amputasi. Cerita tersebut dialami oleh Don Bennet yang berasal dari Seattle, Amerika.


Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

2 hari lalu

Kementerian Luar Negeri : Tak Ada Normalisasi Hubungan Diplomatik Indonesia-Israel

Sebelumnya, Indonesia dilaporkan media Israel mengirim delegasi ke Negeri Bintang Daud untuk menggelar pertemuan rahasia.


Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Seumur Hidup, Korupsi atau Politis?

2 hari lalu

Mantan Menteri Kehakiman China Dihukum Seumur Hidup, Korupsi atau Politis?

Mantan Menteri Kehakiman China dihukum seumur hidup dalam kasus korupsi, tapi ia disebut masuk kelompok yang tidak setia pada Xi Jinping


Indonesia Dilaporkan Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Israel, Kemlu: Hoaks!

4 hari lalu

Indonesia Dilaporkan Gelar Pembicaraan Rahasia dengan Israel, Kemlu: Hoaks!

Kementerian Luar Negeri RI membantah kabar ini sebagai pola lama dari media Israel untuk mengejar keuntungan.


Gus Muhaimin Dorong Kompetensi PMI Ditingkatkan

4 hari lalu

Gus Muhaimin Dorong Kompetensi PMI Ditingkatkan

Sebagai pahlawan devisa yang menyumbang remitansi lebih dari US$ 11 miliar, anggaran untuk penjaminanan keselamatan pekerja migran patut ditingkatkan.


Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Pekerja Migran Indonesia

5 hari lalu

Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Tingkatkan Kompetensi Pekerja Migran Indonesia

Muhaimin Iskandar mengatakan negara Indonesia melalui BP2MI terus mendukung fasilitas untuk pekerja migran Indonesia.